News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berstatus Waspada, Pendaki Dilarang Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Raung

Aksi pengibaran bendera Merah Putih saat 17 Agustus di puncak Gunung Raung, Banyuwangi, dipastikan tidak ada tahun ini, karena berstatus waspada atau level 2
Jumat, 12 Agustus 2022 - 17:33 WIB
status waspada, tidak ada pengibaran bendera Merah Putih 17 Agustus di puncak Raung
Sumber :
  • tim tvone - happy oktavia

Banyuwangi, Jawa Timur - Aksi pengibaran bendera Merah Putih saat 17 Agustus di puncak Gunung Raung, Banyuwangi, dipastikan tidak ada tahun ini. Hal ini karena Gunung Raung masih berstatus waspada atau level 2. Pendaki dilarang mendekati puncak gunung, sehingga aktivitas pendakian dipastikan nihil di momen perayaan Hari Kemerdekaan.

Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, puncak Raung menjadi salah satu tujuan pendaki untuk merayakan kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Status Gunung Raung masih level 2 atau waspada. Pendaki dilarang mendekati kawah hingga radius 3 kilometer,” kata Kepala Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Raung, Mukijo, Jumat (12/8). 

Data dari PPGA Raung, meski berstatus waspada, tidak ada aktivitas yang membahayakan dari puncak gunung setinggi 3344 mdpl itu. Fenomena kegempaan tremor terekam lemah, di kisaran amplitude 0.5-8 mm. Dominannya 1,5 mm. Meski begitu, hingga dua minggu berlalu, status waspada Gunung Raung masih belum dicabut.

Absennya aksi pengibaran Merah Putih di puncak Raung dibenarkan para pemandu di pos pendakian Raung di Kalibaru. Karena masih ditutup, para pendaki yang hendak mengibarkan Merah Putih saat 17 Agustus terpaksa ditunda. 

“Biasanya, memang banyak pendaki yang naik di momen 17 Agustus. Sekarang pendakian masih ditutup,” kata Widi Angger Widyuta, petugas sekretariat pendakian Gunung Raung.

Pihaknya masih terus mengikuti perkembangan status Gunung Raung. Jika statusnya turun ke level normal, tidak menutup kemungkinan, pendaki bisa naik dan mengibarkan Merah Putih saat 17 Agustus mendatang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tergantung status Raung, jika sampai 17 Agustus nanti masih tetap, pengibaran Merah Putih jelas tidak ada,” tutupnya.

Jika Gunung Raung menutup aksi pendakian, berbeda dengan Gunung Ijen, Banyuwangi. Gunung yang dikenal dengan kawah belerang ini dipastikan buka untuk momen pengibaran Merah Putih. Namun, jumlah pendaki dibatasi maksimal hanya 100 orang. Tujuannya, untuk memudahkan pengawasan keamanan. (hoa/hen) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

KPK Gelar OTT di Jakarta Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di Jakarta pada Rabu (4/2/2026). Belum terungkap sosok yang ditangkap kali ini.
Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Diduga Curi Uang Penumpang, Dua WN Cina Diamankan di Bandara Juanda

Dua warga negara (WN) Cina berinisial WM dan LJ diamankan oleh petugas Bandara Internasional Juanda bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya setelah diduga melakukan pencurian di dalam pesawat pada penerbangan Citilink rute Jakarta–Surabaya. Keduanya kini terancam dideportasi.
Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Jurnalis Arab Bongkar Kelakuan Minus Karim Benzema di Balik Transfernya ke Al Hilal yang Ikut Bikin Ronaldo Murka

Efek kepindahan Karim Benzema ke Al Hilal menimbulkan efek domino, salah satunya membuat Ronaldo murka. Jurnalis Arab pun membongkar kelakuan Benzema di balik transfer kontroversialnya itu.
Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Mulai Hari Ini, Girik hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tak Berlaku, Wajib Dikonversi ke SHM

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menekankan pentingnya tertib administrasi pertanahan guna mencegah konflik dan praktik mafia tanah.
5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

5 Fakta Dibalik Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta, Dibocorkan Rizky Ridho hingga Punya Darah Bandung

Mulai dari informasi terselubung Rizky Ridho sampai punya garis keturunan Bandung mengiringi fakta-fakta dibalik transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta.
Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Anindya Bakrie Sebut Elektrifikasi dan Hilirisasi Mineral Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Hijau Ekonomi Indonesia

Ketum Kadin Anindya Bakrie menilai, transisi hijau justru membuka peluang investasi, industrialisasi, hingga penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT