Bikin Ngakak, Pertandingan Sepak Bola Emak-emak Berdaster Diadakan di Lumajang
- tvOne - wawan sugiarto
Lumajang, Jawa Timur - Kemeriahan acara peringatan Hari Kemerdekaan RI yang kemudian 77 hingga saat ini masih belum berakhir meskipun sudah memasuki akhir bulan September. Berbagai perlombaan unik, hingga saat ini masih digelar warga di berbagai penjuru pelosok desa di Kabupaten Lumajang. Salah satunya yang digelar warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian yang menggelar pertandingan sepak bola emak-emak berdaster.
Pertandingan sepak bola yang tak lazim karena para peserta diwajibkan mengenakan daster, sehingga banyak mengundang gelak tawa para penonton saat melihat berapa lucu dan serunya ketika para pemain nampak bersusah payah mencetak gol.
"Satu regu enam orang wajib pakai daster, tapi sangat susah dan melelahkan meskipun hanya pakai sepertiga lapangan," ujar Winarti, salah satu pemain, Rabu (28/9).
Gelak tawa para penonton, terus mewarnai pada setiap babak pertandingan yang berlangsung selama 15 menit perbabaknya dengan menggunakan bola plastik.
Karena tak terbiasa bermain bola, tak jarang para pemain yang didominasi ibu rumah tangga ini saling berebut bola dengan teman satu timnya. Bahkan, ada yang secara sengaja mencetak gol di gawangnya sendiri.
"Ya harap maklum, saya baru kali ini bermain sepak bola, pokoknya asal tendang ndak tahunnya gol bunuh diri," jelasnya.
Berbeda dengan Winarti, Ana Mardiana salah satu peserta lainnya justru merasakan keseruan dengan ikut dalam pertandingan ini. Baginya, kegiatan sepak bola ini dia jadikan ajang untuk berolahraga.
"Capeknya memang minta ampun, tapi kapan lagi bisa berolahraga bersama para tetangga dan dapat hadiah lagi. Senang buat seruan-seruan, kan sudah lama gak. ada kegiatan agustusan," tutur Ana.
Semantara itu, Maman Suparman selaku Kepala Desa Gondoruso mengaku sengaja melaksanakan kegiatan agustusan pada bulan September karena banyaknya permintaan dari warganya.
"Kita memaklumi antusiasme warga kami yang rindu dengan kegiatan agustusan, seperti yang kita ketahui pandemi selama beberapa tahun terakhir telah membuat semua kegiatan terpaksa ditiadakan, makannya saat kegiatan kembali digelar langsung ramai seperti ini,"Â pungkasnya. (wso/hen)
Load more