GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gastronomi Jadi Identitas Wisata di Lereng Merapi, Festival Budaya Tawarkan Seribu Sajian Gratis!

Gastronomi kembali didorong sebagai identitas wisata utama di Lereng Merapi. Hal ini terbukti dari rangkaian acara dalam Festival Budaya Lereng Merapi 2025 yang akan digelar di Gelora Hargobinangun, Pakem, Sleman, pada Sabtu, 22 November 2025. ​
Kamis, 6 November 2025 - 15:58 WIB
Gastronomi kembali didorong sebagai identitas wisata utama di Lereng Merapi.
Sumber :
  • Istimewa

​tvOnenews.com - Gastronomi kembali didorong sebagai identitas wisata utama di Lereng Merapi. Hal ini terbukti dari rangkaian acara dalam Festival Budaya Lereng Merapi 2025 yang akan digelar di Gelora Hargobinangun, Pakem, Sleman, pada Sabtu, 22 November 2025.

Mengambil tema “1.000 Pesona Lereng Merapi,” festival ini tidak hanya memukau dengan pertunjukan seni seperti 1.000 penari, tetapi juga memanjakan lidah masyarakat dengan membagikan seribu sajian kuliner khas secara gratis. ​Serba 1.000 Kuliner Khas, Ajang Promosi Gastronomi Lokal

Ketua Panitia, Mateus Sumardi, menjelaskan bahwa Festival Budaya kali ini mengedepankan kekayaan kuliner yang mencerminkan semangat gotong royong dan kedermawanan warga Lereng Merapi.

“Dari kaki Merapi, kami ingin mempersembahkan seribu pesona: mulai dari 1.000 tumpeng, 1.000 jadah tempe, 1.000 kopi lereng Merapi, 1.000 susu sapi, hingga 1.000 nasi kucing yang dibagikan gratis untuk masyarakat,” kata Mateus.

​Sajian-sajian ini, terutama jadah tempe yang legendaris, merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya dan gastronomi kawasan Kaliurang yang menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, adalah destinasi yang mengandung nilai sejarah, budaya, dan alam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

​Meskipun hanya berlangsung satu hari satu malam, rangkaian acara dikemas padat dan sarat makna. Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito, menegaskan bahwa festival yang juga menjadi bagian dari HUT Ke-79 Kalurahan Hargobinangun ini adalah ruang ekspresi budaya dan kearifan lokal.

​Puncak kemeriahan festival akan ditandai dengan pelepasan 1.000 ekor burung endemik Merapi, yang merupakan simbol doa dan harapan bagi kelestarian alam dan kesejahteraan warga. Hiburan rakyat dari Saleho Karya Budaya dan Abah Lala juga siap menutup malam.
​“Semua ini wujud rasa syukur dan semangat gotong royong warga lereng Merapi,” tambah Mateus Sumardi.

tvonenews

​Dorong Dampak Ekonomi Nyata

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya, berharap festival ini berjalan lancar dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan pelaku wisata dan kuliner lokal juga diperkuat dengan adanya diskon spesial 7,9 persen sepanjang perayaan, sesuai angka ulang tahun Kalurahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

​“Hubungan antara pariwisata dan kebudayaan ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Kalau kebudayaan lebih pada investasi dan pelestarian, pariwisata adalah aktivitas yang menghidupkan budaya itu sendiri,” ujar Edy, menekankan peran festival sebagai promosi wisata budaya.

​Dengan perpaduan pesona tarian, kirab, hingga kekayaan gastronomi yang diusung dalam nuansa pedesaan khas Lereng Merapi, Festival Budaya Lereng Merapi 2025 siap memposisikan kuliner lokal sebagai magnet utama bagi wisatawan.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah lapor sejak 2024, ayah santriwati korban pencabulan di Ponpes Pati mengaku dapat tekanan dan diremehkan oleh sejumlah pihak 'timun kok musuh duren'.
Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Pengaturan aktivitas fisik menjadi perhatian utama bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Setelah sempat melakukan pelarian lintas provinsi, pelarian AS, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, akhirnya terhenti. 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT