News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerintahan Diminta Untuk Percepat Reformasi Ketahahan Energi

Lembaga riset independent EVIDENT Institute meminta Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus segera mempercepat eksekusi reformasi ketahanan energi dalam negeri secara bertahap dan berkesinambungan.
Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB
Director of Law and Energy EVIDENT Institute, Abdul Luky Shofiul Azmi
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Lembaga riset independent EVIDENT Institute meminta Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus segera mempercepat eksekusi reformasi ketahanan energi dalam negeri secara bertahap dan berkesinambungan.

Menurut Director of Law and Energy EVIDENT Institute, Abdul Luky Shofiul Azmi ketergantungan Indonesia pada LPG impor adalah masalah fiskal, geopolitik, dan sosial sekaligus. Konflik Hormuz hanya mempertegas kerentanan struktural yang sudah ada. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberhasilan transisi energi yang dilakukan pemerintah bergantung pada koordinasi yang ketat, komunikasi yang transparan, dan komitmen untuk tidak meninggalkan kelompok paling rentan dalam proses transformasi ini. 

“Jika dieksekusi dengan baik, reformasi ini berpotensi menghemat APBN setiap tahunnya, sekaligus memperkuat posisi neraca perdagangan dan mereduksi eksposur Indonesia terhadap volatilitas energi global,” paparnya.

EVIDENT Institute memberikan sejumlah rekomendasi. Pertama, Penerapan skema subsidi LPG berbasis penerima manfaat terverifikasi di bawah koordinasi Kementerian ESDM dan Kementerian Sosial. Kedua Kementerian harus segera mengintegrasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan sistem distribusi LPG 3 kg bersubsidi. 

Subsidi diberikan melalui mekanisme tertutup (voucher atau kartu) yang hanya dapat diakses oleh rumah tangga penerima manfaat terverifikasi, bukan melalui pengendalian harga di tingkat eceran. Penghematan dari pengurangan subsidi yang tidak tepat sasaran dialokasikan sebagian untuk mendanai kompensasi transisi. Program ini dapat dirintis tahun ini dan dilaksanakan secara nasional pada 2027.

Kedua, Akselerasi Ekspansi Jaringan Gas dengan Prioritas Kawasan Padat dan Rusun di bawah koordinasi Kementerian ESDM dan Pemerintah Daerah mempercepat pembangunan 1 juta SR Jargas dengan memprioritaskan kawasan permukiman padat perkotaan dan rusun milik pemerintah.

Secara matematis dan ekonomi, kepadatan pengguna menjamin kelayakan ekonomi investasi infrastruktur. Model integrasi Jargas di Rusun Marunda (DKI Jakarta) dijadikan acuan replikasi. Pemerintah daerah berperan dalam penyelarasan tata ruang dan percepatan perizinan. Program ini dapat dilakukan sejak tahun ini hingga 2029.

Ketiga, Meningkatkan Cakupan Program Kompor Induksi dengan Subsidi Perangkat Tersasar di bawah koordinasi Kementerian ESDM, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Kemensos untuk merancang program distribusi kompor induksi hemat daya (di bawah 1.000 watt) kepada rumah tangga penerima manfaat dengan daya terpasang 900 VA ke atas, disertai upgrade daya listrik gratis sebagai bagian dari paket program. 

Sosialisasi dilakukan secara terarah dengan transparansi penuh mengenai perbandingan biaya dan tarif, untuk membangun kepercayaan sebelum peralihan dengan target awal: 1 juta unit konversi. Sebagai tahap awal, EVIDENT Institute merekomendasikan program ini segera dimulai tahun ini hingga 2027.

Keempat, Mendorong Adopsi CNG atau BBG oleh Sektor Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe/Katering) melalui Insentif Non-Subsidi. Dalam hal ini Pemerintah merancang skema insentif berbasis pasar termasuk kemudahan akses pembiayaan dan penyederhanaan perizinan konversi untuk mendorong sektor Horeka beralih ke CNG atau gas bumi. 

Program di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Perusahaan Gas Negara (PGN) ini dapat dilaksanakan tanpa memerlukan subsidi di mana nilai ekonomi efisiensi 20–30 persen sudah menjadi insentif yang cukup bagi pelaku usaha rasional. 

Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM menetapkan target adopsi CNG untuk usaha menengah dan besar di sektor ini. Program ini dapat mulai dijalankan tahun 2026.

Terakhir, Kelima, Membentuk Mekanisme Koordinasi Lintas Sektor untuk Transisi Energi Rumah Tangga. Hal ini harus dilakukan karena adanya fragmentasi antara program kompor listrik, Jargas, dan reformasi subsidi LPG berisiko menciptakan tumpang tindih target, pemborosan anggaran, dan kebingungan di tingkat masyarakat. 

Untuk itu harus Pemerintah dalam hal ini Sekretaris Negara (Setneg) dan Kemenko Perekonomian harus membentuk gugus tugas lintas kementerian (ESDM, Keuangan, Sosial, PLN, PGN, Pertamina) dengan mandat koordinasi zonasi, targeting, dan timeline. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh kegiatan ini harus dilakukan evaluasi tahunan berbasis indikator yang terukur, seperti berapa penghematan APBN, volume impor LPG, dan cakupan penerima manfaat terverifikasi, yang seluruhnya wajib dipublikasikan. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai tahun ini.(chm)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Korupsi di PTN Bikin Negara Rugi Rp115 Miliar, DPR Sebut Mendiktisaintek Kecolongan

Kasus Korupsi di PTN Bikin Negara Rugi Rp115 Miliar, DPR Sebut Mendiktisaintek Kecolongan

Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana meminta Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memperketat pengawasan penerimaan
Jalani TC Jelang Lawan Rusia, FFI Panggil 16 Skuad Timnas Futsal Putri Indonesia

Jalani TC Jelang Lawan Rusia, FFI Panggil 16 Skuad Timnas Futsal Putri Indonesia

Timnas Futsal Putri Indonesia mulai memanaskan mesin jelang menghadapi Rusia dalam dua pertandingan persahabatan internasional pada Oktober 2026. 
Aduan Keuangan Ilegal Membeludak, OJK Catat 30.328 Laporan hingga Agustus 2026

Aduan Keuangan Ilegal Membeludak, OJK Catat 30.328 Laporan hingga Agustus 2026

OJK menerima 30.328 aduan terkait entitas keuangan ilegal hingga 31 Agustus 2026. IASC juga mencatat kerugian korban penipuan Rp206 miliar.
DPR: Cuma di Indonesia Orang Miskin Pakai Kasta, Miskin 1, Miskin 2

DPR: Cuma di Indonesia Orang Miskin Pakai Kasta, Miskin 1, Miskin 2

DPR menilai pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat pada sistem desil menghambat masyarakat yang kurang mampu untuk mengakses pendidikan tinggi.
Didemo Wawali soal Hibah KONI, Pemkot Blitar Tunggu Ketua Definitif

Didemo Wawali soal Hibah KONI, Pemkot Blitar Tunggu Ketua Definitif

Wawalikota Blitar, Elim Tyu Samba, turun ke jalan bersama puluhan perwakilan cabang olahraga (cabor), dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD dan Kantor Walikota Blitar.
Indonesia Juara Dunia Boccia 2026, 3 Emas Jadi Modal Menuju Asian Para Games Nagoya Hingga Paralimpiade

Indonesia Juara Dunia Boccia 2026, 3 Emas Jadi Modal Menuju Asian Para Games Nagoya Hingga Paralimpiade

Indonesia berhasil meraih gelar juara umum di penampilan perdana mereka dalam kompetisi boccia tertinggi di dunia yang digelar di Seoul, 24 Agustus-4 September 2026 ini.  

Trending

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Megawati Hangestri dipuji skuad Hyundai Hillstate setelah memamerkan hasil make up-nya sendiri saat momen photo shoot di Suwon Gymnasium beberapa waktu lalu.
Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate ternyata sempat ragu merekrut Megawati Hangestri. Orang dalam mengungkap banyak kekhawatiran soal kondisi sang pevoli Indonesia.
LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

Peranan Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan dugaan kasus TPPU eks Jampidsus, Febrie Adriansyah turut disorot berbagai pihak.
Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Sebuah akun media sosial X dengan display name Stewie mengunggah sebuah postingan tentang dirinya yang mungkin telah meninggal dunia saat tweet tersebut muncul.
Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menanggapi santai terkait tidak harmonisnya hubungannya dengan DPRD Tapteng pascabencana.
Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mereda, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada: Bukan Sepenuhnya Berhenti

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan. Kepala Pos PVMBG Hargo Pancuran melaporkan aktivitas vulkanik mulai mereda.
Korte-Korwe PKB 02 Cakung Timur Resmi Dilantik

Korte-Korwe PKB 02 Cakung Timur Resmi Dilantik

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas melantik jajaran pengurus Koordinator RT (Korte) dan Koordinator Wilayah (Korwe) PKB 02 Cakung Timur, Jakarta Timur pada Minggu (6/9/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT