“Mantra of Kahwa” Angkat Kopi Sumatra sebagai Warisan Budaya Hidup, KAPPI Dorong Storytelling sebagai Strategi Global
- Istimewa
Bagi Budi Kurniawan, “Mantra of Kahwa” merupakan bagian dari eksplorasi panjang terhadap kopi Indonesia sebagai identitas budaya. Ia telah mengembangkan sejumlah film dokumenter kopi sebelumnya, antara lain The Aroma of Heaven, Legacy of Java, dan House of Cula, yang masing-masing mengangkat karakter dan cerita dari berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia.
“Film ini adalah bagian dari tujuh film yang sudah dan sedang saya kerjakan. Ke depan, masih ada tiga film lagi yang akan dibuat, termasuk tentang kopi dari Bajawa Flores, Bali Kintamani, dan Wamena di Papua,” ungkapnya.
Lebih jauh, Budi melihat bahwa kopi memiliki dimensi yang melampaui aspek rasa dan produk.
“Setiap kopi menyimpan endapan ingatan setiap orang dan identitas kultural bagi peradaban manusia,” tuturnya.
Pernyataan tersebut memperkuat bahwa kopi tidak hanya hadir sebagai komoditas, tetapi sebagai bagian dari perjalanan manusia itu sendiri—sebuah narasi yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.
Film “Mantra of Kahwa” sendiri telah diputar di berbagai ajang nasional dan internasional, termasuk SCAJ Conference 2025 di Tokyo, SKA Coffee Fest 2025 di Bandar Lampung, serta Jakarta Coffee Week 2025 di ICE BSD City. Kehadirannya di berbagai forum tersebut memperkuat relevansi pendekatan berbasis cerita dalam memperkenalkan kopi Indonesia ke audiens global.
Melalui inisiatif ini, KAPPI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendorong peningkatan kualitas kopi, tetapi juga memperkuat cara Indonesia membangun narasi tentang kopinya sendiri. Sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa kopi Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga dipahami—sebagai produk sekaligus representasi budaya.(chm)
Load more