GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Senin, 11 Mei 2026 - 22:20 WIB
DP3AP2KB Kabupaten Bulungan melalui Puspaga memberikan layanan konsultasi bagi anak dan keluarga.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.

“Dampak dari pernikahan dini, generasi yang dilahirkan itu cenderung melahirkan generasi yang terganggu dalam tumbuh kembang nantinya atau stunting,” ujarnya di Tanjung Selor, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, Syarwani mengharapkan peran orang tua dan masyarakat melalui tokoh-tokoh agama untuk terus mengawal anak-anak agar tidak melakukan pernikahan dini.

“Bukan kita melarang mereka menikah, tapi menikah dengan usia yang sudah ditentukan. Baik secara kesehatan maupun secara agama, begitu juga secara perundangan-undangan yang berlaku,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tidak bisa bekerja sendiri untuk menekan angka pernikahan dini, sebab peranan orang tua dan masyarakat lah yang lebih penting.

Sebagai pribadi selaku orang tua dan juga kepala daerah, Syarwani tidak ingin generasi Kabupaten Bulungan yang dilahirkan terganggu atau berdampak tumbuhkembangnya hanya karena dengan pernikahan dini.

“Pesan ini saya sampaikan, karena anak-anak kita di Kabupaten Bulungan inilah yang menjadi penerus masa depan Kabupaten Bulungan ke depannya,” ucapnya.

Bupati Syarwani memastikan apa yang dilakukan pemerintah daerah dan didukung oleh DPRD Bulungan saat ini termasuk soal menekan pernikahan dini bukan untuk kepentingan pemimpin Bulungan saat ini, tapi untuk menyiapkan masa depan anak-anak ketika akan memimpin Kabupaten Bulungan di masa yang akan datang.

“Bukan soal kepentingan saat ini, tapi nanti kelak saat mereka memimpin Kabupaten Bulungan supaya jauh lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera lagi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bulungan, Andriana mengatakan saat ini melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) terus memberikan pelayanan dan edukasi soal pencegahan pernikahan dini.

“Nah melalui Puspaga, kita bisa melakukan pencegahan pernikahan dini. Kita buka layanan secara tatap muka langsung dan juga secara daring,” ujarnya.

Menurutnya, DP3AP2KB Kabupaten Bulungan sesuai tugas dan pokok fungsi melakukan sosialisasi ramah anak di satuan pendidikan dengan memberikan layanan pendampingan psikologis atau mental bagi peserta didik maupun keluarga.

Melalui sosialisasi-sosialisasi itulah upaya pencegahan pernikahan dini dilakukan. Bahkan, kata dia, setiap minggu di kawasan Car Free Day (CFD) Tebu Kayan Tanjung Selor, Puspaga memberikan layanan konsultasi.

“Lebih baik melakukan pencegahan daripada sudah terjadi itu lebih sulit penanganannya. Karena kalau untuk penanganan lebih panjang pendampingan,” katanya.

Berdasarkan data dari Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, sebut Andriana, pada tahun 2025 ada 25 anak di bawah umur yang melakukan pernikahan dini.

“Pernikahan dini dampaknya banyak sekali mulai dari pendapatan keluarga yang bermasalah, kehidupan anak pun nanti akan menjadi stunting,” ujarnya.

Stunting itu, jelasnya, tidak hanya kurang gizi atau keadaan fisik lainnya, tetapi juga dari kesiapan mental kedua orang tua dalam mengasuh anak. Terlebih jika masih di bawah umur sudah jadi orang tua.

“Makanya pencegahan pernikahan dini itu perlu kita galakkan saat ini. Termasuk soal pergaulan bebas yang bisa saja menjadi faktor pernikahan dini,” pungkasnya.(chm)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Kepala Staf Kepresidenan Pastikan 742 Pasukan Perdamaian TNI Siap Berangkat ke Lebanon

Kepala Staf Kepresidenan Pastikan 742 Pasukan Perdamaian TNI Siap Berangkat ke Lebanon

Sebanyak 742 prajurit TNI telah dinyatakan siap untuk mengemban tugas internasional dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. 
Puluhan Ribu Volimania 'Geruduk' Hyundai Hillstate Setelah Rekrut Megawati Hangestri: Fans Red Sparks Pindah ke Hyundai!

Puluhan Ribu Volimania 'Geruduk' Hyundai Hillstate Setelah Rekrut Megawati Hangestri: Fans Red Sparks Pindah ke Hyundai!

Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate. Instagram klub asal Suwon itu langsung dibanjiri puluhan ribu komentar volimania Indonesia yang 
Pansus DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square demi Amankan Pendapatan Daerah

Pansus DPRD DKI Segel Parkir Ilegal di Blok M Square demi Amankan Pendapatan Daerah

Upaya pengamanan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perlindungan terhadap hak-hak warga terus diperkuat oleh Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta. 
Wijaya Karya Rombak Jajaran Komisaris, Arthur Hedar Kembali Menjabat

Wijaya Karya Rombak Jajaran Komisaris, Arthur Hedar Kembali Menjabat

Disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Teknologi Arthroscopy dan TKR: Harapan Baru bagi Penderita Cedera Muskuloskeletal

Teknologi Arthroscopy dan TKR: Harapan Baru bagi Penderita Cedera Muskuloskeletal

Pemulihan fungsi gerak dan penghilangan nyeri kronis kini menjadi fokus utama dalam penanganan gangguan muskuloskeletal. 

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT