News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Transmisi Hijau, Tulang Punggung yang Menentukan Masa Depan Energi Bersih Indonesia

Roadmap enjiniring transmisi hijau tidak hanya bicara soal kabel, menara, dan gardu induk.
Kamis, 2 Juli 2026 - 19:41 WIB
Dalam transisi energi, pembangkit listrik energi baru terbarukan kerap menjadi pusat perhatian.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Dalam transisi energi, pembangkit listrik energi baru terbarukan kerap menjadi pusat perhatian. Pembangkit surya, panas bumi, angin, air, biomassa, hingga teknologi energi baru sering menjadi simbol perubahan menuju sistem energi yang lebih bersih. Namun, di balik semua itu, ada satu infrastruktur yang bekerja lebih senyap tetapi menentukan: transmisi.

Tanpa jaringan transmisi yang kuat, energi bersih hanya akan menjadi potensi yang tersimpan di peta. Ia bisa berada di wilayah yang kaya sumber daya, tetapi belum tentu dapat mengalir ke kawasan industri, perkotaan, pusat data, rumah tangga, dan pusat-pusat beban lain yang membutuhkan listrik secara stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesadaran itulah yang menjadi benang merah dalam seminar diseminasi bertajuk “Engineering Development Roadmap for Green Transmission in Supporting Accelerated Renewable Energy Development”. Forum ini mempertemukan pemerintah, PLN, akademisi, penyedia teknologi, dan pelaku industri untuk membaca kembali satu pertanyaan mendasar: apakah sistem transmisi Indonesia sudah siap menopang percepatan energi terbarukan?

Bagi Ketua Tim Kajian Roadmap Enjiniring Bidang Transmisi Hijau, Prof Dermawan Wibisono, pertanyaan itu tidak bisa dijawab hanya dengan semangat. Target besar perlu diterjemahkan menjadi skenario teknis, tahapan implementasi, kesiapan pembiayaan, dan penguatan sumber daya manusia.

“Kita sudah menandatangani Paris Agreement pada 2015. Indonesia sendiri menargetkan net zero emission pada 2060. Tetapi untuk menuju ke sana, kita harus membenahi teknologi apa yang cocok dan harus segera diterapkan di Indonesia,” ujar Dermawan.

Menurut dia, Indonesia tidak bisa hanya menetapkan arah besar transisi energi, lalu membiarkan prosesnya berjalan tanpa peta yang rinci. Roadmap diperlukan agar target tidak berhenti menjadi pernyataan, tetapi berubah menjadi langkah kerja.

“Kita sering menyatakan tujuan kita ke sana. Tetapi untuk ke sana bagaimana? Itu yang harus disusun,” katanya.

Transmisikan Energi yang Tersebar, Untuk Alirkan ke Pusat Beban 
Masalah utama Indonesia bukan hanya pada ketersediaan energi terbarukan, melainkan juga pada letak sumber energi dan pusat kebutuhannya. Potensi energi bersih tersebar di banyak wilayah, sementara pusat konsumsi listrik masih terkonsentrasi di kawasan tertentu.

Dermawan menyebut, sumber energi Indonesia tidak berada dalam satu lokasi yang mudah dijangkau. Potensi surya kuat di kawasan timur, panas bumi tersebar di banyak daerah, sementara opsi energi lain juga membutuhkan pengembangan spesifik.

“Energi kita terpencar-pencar. Ada surya dari Nusa Tenggara Timur, ada gelombang, ada geothermal, dan sumber lain di wilayah yang terpisah-pisah. Karena itu, kita perlu teknologi yang tepat,” ujarnya.

Dalam kondisi seperti itu, transmisi menjadi jembatan antara potensi dan pemanfaatan. Pembangkit energi terbarukan tidak cukup hanya dibangun di lokasi sumber daya. Energi yang dihasilkan harus dapat dialirkan menuju pusat beban secara efisien, andal, dan aman.

Teknologi high voltage direct current atau HVDC kemudian muncul sebagai salah satu opsi penting untuk transmisi jarak jauh dan interkoneksi antarpulau. Dermawan menilai, teknologi ini perlu dipelajari secara serius karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan sebaran sumber energi yang luas.

“Kita ingin meningkatkan efisiensi saluran transmisi. Itu perlu tenaga dari pemerintah, private companies, technology providers, dan juga para expert dari Indonesia,” kata Dermawan.

Namun, teknologi bukan satu-satunya jawaban. Ia hanya bisa bekerja jika didukung pembiayaan, regulasi, perencanaan, dan kemampuan manusia yang memadai.

“Tantangan terbesar itu keuangan dan sumber daya manusia. Transmisi membutuhkan biaya yang besar dan tidak bisa dilakukan Indonesia sendiri,” ujar Dermawan.

Ia menambahkan, kerja sama dengan negara lain dan penyedia teknologi global menjadi penting, bukan untuk menggantikan kemampuan nasional, tetapi untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kesiapan dalam negeri.

“Kita harus belajar dari best practices dan success story negara-negara lain. Tetapi kita juga harus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia agar bisa menguasai teknologi yang digunakan,” katanya.

Roadmap sebagai kompas PLN
Dari sisi PLN, transmisi hijau dipandang sebagai bagian penting dari transformasi sistem kelistrikan nasional. Buyung Sofiarto Munir, Vice President of Transmission and Distribution Technology and Engineering PT PLN (Persero), menyebut transmisi hijau sebagai penghubung antara wilayah kaya energi terbarukan dan wilayah yang membutuhkan pasokan listrik.

“Transmisi hijau ini mendukung penghubungan energi dari daerah-daerah yang memiliki potensi energi terbarukan tinggi ke daerah-daerah pusat beban,” ujar Buyung.

Bagi PLN, tantangan transisi energi tidak berhenti pada membangun jaringan fisik. Sistem kelistrikan juga harus mampu menghadapi karakter energi terbarukan yang berbeda dari pembangkit konvensional. Energi surya dan angin, misalnya, memiliki sifat intermiten karena bergantung pada kondisi alam.

“Energi terbarukan itu intermiten. Kadang tidak selalu tersedia, sehingga tantangannya adalah bagaimana kita mengontrol sistem agar masyarakat tetap menerima listrik secara berkesinambungan,” kata Buyung.

Dalam konteks inilah roadmap enjiniring menjadi penting. Buyung menggambarkannya sebagai panduan bagi PLN untuk menyusun arah teknologi, inovasi, dan penguatan sistem transmisi ke depan.

“Roadmap engineering ini menjadi kompas bagi PLN dalam menentukan arah kebijakan engineering ke depan,” ujarnya.

Menurut Buyung, sistem jaringan masa depan harus lebih fleksibel. Digitalisasi tidak lagi dapat dipandang sebagai tambahan, tetapi menjadi kebutuhan utama agar sistem kelistrikan mampu membaca perubahan beban, mengelola variasi pasokan, dan merespons dinamika energi terbarukan.

“Jaringan PLN harus lebih fleksibel. Ke depan, digitalisasi menjadi salah satu kunci. Kita tidak mungkin hanya bertumpu pada sistem masa lalu, karena masa depan sistem kelistrikan harus lebih terkendali dan siap menuju smart grid,” katanya.

Perencanaan sistem pun harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya melihat lokasi pembangkit atau panjang transmisi. PLN harus mempertimbangkan proyeksi permintaan, pertumbuhan kawasan industri, kebutuhan pusat data, keandalan sistem, keamanan operasi, serta keekonomian investasi.

“Perencanaan sistem perlu dilakukan secara komprehensif, mempertimbangkan lokasi pembangkit, kebutuhan demand, kawasan industri, reliability, keamanan sistem, dan keekonomian. Dengan begitu, investasi yang dilakukan PLN benar-benar membawa manfaat,” ujar Buyung.(chm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Audiensi dengan Menteri Hukum, PB SEMMI Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Audiensi dengan Menteri Hukum, PB SEMMI Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menggelar pertemuan dengan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, beserta jajaran Direktur Jenderal di Jakarta pada Rabu (23/9).
Momen Taufik Hidayat Menangis Haru, Indonesia Raih Medali Emas Asian Games Setelah 28 Tahun

Momen Taufik Hidayat Menangis Haru, Indonesia Raih Medali Emas Asian Games Setelah 28 Tahun

Momen Taufik Hidayat menangis haru, Indonesia raih medali emas di Asian Games setelah 28 tahun.
Indonesia Mulai Memburu 4 Teknologi Strategis, dari AI hingga Keamanan Siber Jadi Tantangan Baru

Indonesia Mulai Memburu 4 Teknologi Strategis, dari AI hingga Keamanan Siber Jadi Tantangan Baru

Teknologi kecerdasan buatan (AI), pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber semakin menjadi sektor strategis negara maju. Indonesia mulai menjajaki
Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun, Uang Pengganti Turun Jadi Rp548,7 Miliar, Ini Putusan Bandingnya

Nadiem Makarim Divonis 9 Tahun, Uang Pengganti Turun Jadi Rp548,7 Miliar, Ini Putusan Bandingnya

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memangkas vonis Nadiem Makarim menjadi 9 tahun penjara. Uang pengganti turun menjadi Rp548,76 miliar dalam kasus Chromebook
9 Daftar Pemain Drama Korea Dive into You yang Dibintangi Bona WJSN dan Park Seo Ham

9 Daftar Pemain Drama Korea Dive into You yang Dibintangi Bona WJSN dan Park Seo Ham

Berikut daftar 9 pemain drama Korea Dive Into You yang dibintangi Bona WJSN dan Park Seo Ham.
Elektrifikasi Tambang Indonesia, 18 Truk Listrik Sudah Beroperasi di Kaltim

Elektrifikasi Tambang Indonesia, 18 Truk Listrik Sudah Beroperasi di Kaltim

Karakteristik setiap lokasi tambang memiliki perbedaan, mulai dari kondisi jalur angkut, kebutuhan kapasitas kendaraan, hingga dimensi unit yang dapat digunakan.

Trending

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Tersangka Pemerasan dan TPPU Pengurusan PKKPR Hingga Pengurusan Izin PBG

Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Tersangka Pemerasan dan TPPU Pengurusan PKKPR Hingga Pengurusan Izin PBG

Kortas Tipidkor Polri menetapkan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka dalam kasus pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang
‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

‘Bapak Bayar Berapa?’ Ini Jawaban Warga Binaan Penghuni Klaster Mewah Lapas Cibinong Saat Ditanya Ombudsman

Beredar video hasil pengawasan yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 26 September 2026: Rezeki mengalir dan peluang tak terduga.
Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini

Timnas Indonesia menghadapi Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026 malam ini. Laga perdana John Herdman berlangsung di SUGBK pukul 20.00 WIB, live SCTV dan Vidio.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 26 September 2026: Leo Jadi Pusat Perhatian Malam Minggu, Scorpio Awas Provokasi Orang Luar

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Sabtu, 26 September 2026, membawa energi yang sangat dinamis untuk urusan hati. Beberapa zodiak diprediksi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT