Perluas Integrasi Transportasi, Layanan Transjakarta Siap Hadir di Kepulauan Seribu pada 2027
- Istimewa
tvOnenews.com - Bagi warga Kepulauan Seribu, laut adalah napas kehidupan sekaligus pembatas yang sering kali menyisakan jarak. Selama ini, urusan mobilitas harian, mulai dari melaut, bersekolah, berobat ke daratan Jakarta, hingga mengais rezeki dari sektor pariwisata, masih dibayangi tantangan aksesibilitas. Ini karena layanan angkutan resmi yang ada baru mampu mengakomodasi sekitar 21 persen pergerakan warga.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan kajian terkait pengelolaan angkutan laut (Transjkaarta Laut) di Kepulauan Seribu mulai 2027.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menegaskan bahwa semangat utama di balik langkah ini adalah memberikan hak yang setara bagi seluruh warga Jakarta, tanpa terkecuali.
“Semangat utama dari kebijakan ini adalah memberikan pelayanan transportasi yang terbaik bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Mereka adalah bagian dari warga Jakarta yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan publik, termasuk transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan memiliki kepastian jadwal,” ujar Budi saat rapat evaluasi bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (2/9).
Selama ini, masyarakat di daratan Jakarta menikmati kemudahan integrasi bus Transjakarta dengan kepastian jadwal dan tarif yang terjangkau. Standar pelayanan berkeadilan inilah yang ingin diboyong ke atas gelombang laut Kepulauan Seribu. Pengalaman panjang Transjakarta dalam menata transportasi perkotaan diharapkan mampu membawa angin segar bagi mobilitas antarpulau.
Kehadiran konektivitas laut yang lebih tangguh dan terjadwal diyakini akan meretas berbagai keterbatasan. Anak-anak pulau bisa lebih tenang mengejar pendidikan, akses layanan kesehatan menjadi lebih cepat, dan denyut ekonomi lokal dapat bergerak lebih kencang. Lebih dari itu, langkah ini menjadi pijakan penting untuk menyokong Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tumbuh inklusif bersama warganya.
“Pemprov DKI saat ini berusaha mengurangi ketimpangan yang ada antara Kepulauan Seribu dan wilayah lain di Jakarta. Jangan sampai ketika Jakarta menjadi kota global, Kepulauan Seribu tertinggal. Kita ingin Kepulauan Seribu tumbuh bersama Jakarta,” tutur Budi.
Guna memastikan rencana ini berjalan mulus tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kenyamanan warga, Pemprov DKI kini tengah mematangkan berbagai aspek pendukung, mulai dari regulasi, kelembagaan, pengawasan, hingga pembagian kewenangan yang jelas.
“Kita tidak sedang mengejar siapa yang mengelola kapal, tetapi bagaimana masyarakat Kepulauan Seribu mendapatkan pelayanan transportasi yang lebih baik. Orientasinya satu, yaitu masyarakat Kepulauan Seribu harus mendapatkan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, terjadwal, dan terintegrasi,” pungkasnya.(chm)
Load more