GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Presiden Pakai Baju Adat Tanimbar saat Sidang Tahunan MPR-DPR RI, Ini Penjelasan Akademisi dan Budayawan Maluku

Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat pria suku Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku dalam sidang tahunan MPR-DPR pada Rabu (16/8/2023).
Kamis, 17 Agustus 2023 - 01:57 WIB
Presiden Joko Widodo Kenakan Baju Adat Tanimbar Maluku di Sidang Tahunan MPR-DPR
Sumber :
  • tvOnenews.com - Julio Saputra

"Sebutan Tais, digunakan oleh warga Tanimbar yang menggunakan bahasa Selawasa, bahasa Yamdena, bahasa Makatian, sedangkan sebutan Bakan digunakan warga yang menggunakan bahasa Selaru dan Fordata," jelas tokoh suku Tanimbar, Rabu (16/8/2023)

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan Unpatti Ambon ini juga menjelaskan, bahwa di Tanimbar, sekalipun ada macam bahasa, namun dalam proses pembicaraan adat termasuk yang sangat sakral serta nyanyian adat baik Foruk dan Tanlain selalu menggunakan bahasa Fordata sehingga di Tanimbar kain tenun sering dan lebih kental dengan sebutan Bakan," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga, ungkap Koritelu, sebutan Kain Tenun Tanimbar pada kata Bakan terdiri atas 4 jenis asli yang di dalamnya tersebar 22 ragam hias atau motiv asli. Adapun ke 4 Bakan asli atau tertua adalah (1) Bakan Mnanat, (2) Bakan Maran, (3) Bakan Inelak Varverak Lervava dan (4) Bakan Engengroan. Dimana Bakan ini digunakan dalam konteksnya masing masing.

Lanjutnya, ke 4 jenis Bakan ini pula melambangkan atau bersifat paralel dengan 4 harta adat asli orang Tanimbar yakni, (1) Wuhur, (2) Wear, (3) Suruk dan (4) Ramat.

"Bakan mengandung makna atau simbol perlindungan dan pengayoman atau Bakan dari Duan ke Lolat," jedahnya.

Dijelaskan, Duan Lolat merupakan struktur adat yang mengikat, karena merupakan eksitensi dan identitas masyarakat (orang) suku Tanimbar.

Koritelu juga menekankan bahwa Duan adalah jelmaan Tuhan ke dua di dunia, dan yang menerima bakan itu adalah Lolat. Lolat sendiri merupakan pihak yang menerima anak darah dalam sistem perkawianan. Sementara Duan adalah  pihak yang mengkontribusikan anak darah atau anak perawan di dalam satu sistem adat pernikahan Tanimbar. Sehingga menenun adalah manifestasi dari laboratorium sosial seorang gadis sebelum masuk pada jenajang rumah tangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal busana yang dikenakan Kepala Negara, Akademisi Universitas Pattimura Ambon ini menegaskan bahwa itu adalah busana kain tenun (Bakan) Mnanat yaitu Bakan tertua atau terlama yang hanya dipakai oleh paraduan besar dan merupakan tenun ikat tertua nomor dua di dunia setelah tenun ikat milik kebudayaan Afrika Selatan.

Sehingga dalam praktiknya, pungkasnya, jika ada pengalungan kain tenun Bakan/Tais merupakan simbol perlindungan dan pengayoman dari Duan kepada Lolat, sehingga dimana pun berada, bulan tidak akan menyakitkan di waktu malam dan matahari tidak akan menyakiti di siang hari. Di situlah sakralitasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Momen Lucu Layar Error saat Presentasi Data, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Ini Resolusinya Jelek, Zoom Out!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos sempat dihadapi momen lucu perkara mimbar dan layar error saat presentasi data di acara Musrenbang RKPD 2027.
Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Media Italia Mulai Cemas Jay Idzes Terancam Absen Ketiga Kalinya di Sassuolo: Kembalinya Sangat Berharga

Kondisi Jay Idzes kembali menjadi sorotan jelang laga penting Sassuolo kontra Lecce di Serie A. Media Italia akui peran bek Timnas Indonesia sulit digantikan.
Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Gara-gara 'Artikulasi' Juara Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar Jadi Polemik, DPR Minta Final Lomba Diulang

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, secara tegas meminta agar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat dilakukan pertandingan ulang. 
Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag

Begini nasib dari ratusan santri dan santriwati Ponpes Ndholo Kusumo yang ditutup Kemenag RI setelah pengasuhnya yaitu Kiai Ashari ditetapkan sebagai tersangka.
Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Geram Lihat Kekumuhan di Cirebon, Dedi Mulyadi Ungkap 4 Keraton akan Dipercantik: Kita Bukan Menjual Keraton

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti rendahnya durasi kunjungan wisatawan di Kota Cirebon yang rata-rata hanya bertahan satu hari. 
Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui salah dan minta maaf, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ungkap kesedihan serta kejadian yang dialaminya usai viral.

Trending

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Awalnya Disuruh Mijat dan Temani Tidur, Santriwati Ponpes Pati Ungkap Perbuatan Tak Pantas Kiai Ashari Selama Bertahun-tahun

Santriwati Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, ungkap perbuatan tak pantas Kiai Ashari selama bertahun-tahun: Awalnya disuruh mijat hingga temani tidur.
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

AFC: Timnas Indonesia U-17 Alami Kekecewaan Paling Menyakitkan di Piala Asia U-17

Timnas Indonesia U-17 kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-3 di Lapangan A Kawasan Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Selasa (12/5/2026) malam. 
MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

MC Lomba Cerdas Cermat Ikut Terseret dalam Polemik Jawaban Siswi Disalahkan Juri, Kini Sampaikan Maaf

Seusai Terseret dalam polemik jawaban siswi yang disalahkan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, sang MC yang bertugas Shindy Lutfiana menyampaikan permohonan maaf
Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Jadi Satu-satunya yang Gagal ke Piala Dunia U-17 di Grup B, Tertutup Pintu Terakhir Timnas Indonesia U-17 Lolos Walau FIFA Sudah Izinkan

Skor akhir 3-1 kemenangan Jepang atas Timnas Indonesia U-17 di laga pekan terakhir Grup B memastikan perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 berakhir. 
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT