GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akses Jalan Kembali Dibuka, Santi Menangis Haru, Tetapi ....

Sebelum akses jalan dibongkar, Santi harus meminta ijin melalui rumah tetangganya, kadang memanjat tembok setinggi 4 meter untuk bisa mengakses jalan keluar. 
Jumat, 1 September 2023 - 04:18 WIB
Akses jalan buat Keluarga Santi akhirnya dibuka kembali, Santi dan warga setempat bahagia
Sumber :
  • Muhammad Noer

Makassar, tvOnenews.com - Tangis haru dua pasangan suami istri Sabir dan Santi  seketika pecah saat melihat tembok yang menutup akses jalan berhasil dibongkar dan kembali terbuka untuk pintu jalan mereka. Diketahui, pria bernama Sabir dan sang istri bernama Santi sempat terisolir akibat akses jalan yang menuju rumahnya tertutup tembok perumahan mewah dan tembok masjid. Kamis (31/8/2023)

"Akses jalan ke rumah pasangan Sabir dan Santi kembali dibongkar dengan dipalu temboknya untuk pintu masuk dan keluar mereka dari rumahnya, namun diberi jangka waktu 1 tahun hingga Sabir dan keluarga bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 12 juta, uang Rp 12 Juta itu merupakan dana untuk mencarikan Santi dan keluarganya tempat tinggal tetap agar tidak lagi menempati rumah pinjaman itu," ujar Dewan Masjid Nurul Aziz, Ismail.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ismail mengatakan, sebelum kawasan perumahan dibangun, kondisi akses jalan tidak melalui masjid. Namun, setelah dibangunnya perumahan, akses jalan mulai terganggu. 

"Dari dulu ini memang ini adalah tembok, sebelum dibangun ini perumahan. Dulu dia tidak pernah lewat sini karena ada tembok. Ini efek dari pembangunan perumahan, padahal yang bermasalah antara developer perumahan dengan keluarga ini di dalam. Itu yang menutup akses," lanjut Ismail.

"Dia dulu empat bulan yang lalu, dia (keluarga Sabir dan Santi) yang buka tanpa perjanjian kemudian dua hari lalu, pada tanggal 27 Agustus dia sendiri yang tutup. Dia tutup karena sudah dalam proses di Kepolisian. Dia terlapor, jadi dia tutup sendiri," ungkapnya.

Santi menangis haru, akses jalan menuju rumahnya kembali terbuka

 

Pihak pengurus Masjid Nurul Azis menampik informasi yang beredar bahwa pihaknyalah yang sengaja menutup akses jalan untuk pak Sabir dan Santi, padahal yang menutup akses jalan itu merupakan Santi sendiri.

"Mereka menutup karena telah dilaporkan ke polisi usai membongkar paksa tembok masjid," tambahnya.

Pihak pemerintah setempat langsung turun tangan untuk melakukan mediasi. 

Dalam proses mediasi yang berjalan alot itu, beberapa warga membela Keluarga Santi karena pengurus masjid belum mau membuka akses jalan. Hampir selama 5 jam pertemuan yang dilakukan warga, pemerintah setempat, TNI-Polri dan pihak pengurus masjid, Akhirnya muncul kesepakatan bahwa akses jalan ke rumah Santi harus dibuka.

Akhirnya solusi tentang keluarga Santi yang bakal dipindahkan dari rumahnya bakal dibantu oleh jajaran kepolisian bersama pemerintah setempat.

Akses jalan Orang terbuka kembali setelah mediasi disepakati para pihak

 

"Karena kemanusiaan kami sudah sepakati dengan pengurus masjid bahwa kita berikan akses dulu sambil membantu mencarikan rumah kontrakan. Sudah kami donasikan bersama dan Insya Allah donasi sudah mencapai Rp 15 juta, akhirnya mereka bersedia pindah di kontrakan baru," ucap Kapolsek Rappocini AKP Muhammad Yusuf.

Rumah kecil Santi ini terletak di bilangan Jalan Cilallang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Dia mengatakan, sudah hampir selama 20 tahun tinggal di lokasi itu, meski lokasi tersebut hanya merupakan pinjaman dari warga yang simpati terhadap keluarga Santi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum akses jalan dibongkar, ia (Santi) dan keluarga sudah 4 hari harus meminta ijin melalui rumah tetangganya, kadang juga memanjat tembok setinggi 4 meter untuk bisa mengakses jalan keluar. 

Dia bersama keluarga harus ekstra hati-hati jika memanjat tembok tinggi tersebut lantaran hanya menggunakan tangga terbuat dari Bambu yang sudah agak lapuk. (mnr/mtr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mahasiswa ITB yang Hilang Saat Mendaki Gunung Puntang Ditemukan Selamat, Sempat Keluar Jalur hingga 8 Kilometer

Mahasiswa ITB yang Hilang Saat Mendaki Gunung Puntang Ditemukan Selamat, Sempat Keluar Jalur hingga 8 Kilometer

Mahasiswa ITB yang hilang saat mendaki Gunung Puntang, Bandung, berhasil ditemukan selamat oleh tim SAR setelah sempat keluar jalur hingga 8 kilometer.
Pantas Saja Santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Pati Tidak Berani Lawan Kiai Ashari, Doktrin yang Diajarkannya Tak Main-Main

Pantas Saja Santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Pati Tidak Berani Lawan Kiai Ashari, Doktrin yang Diajarkannya Tak Main-Main

Pantas saja santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Pati tidak berani melawan Kiai Ashari (51). Ternyata doktrin yang diajarkan pria itu tak main-main. 
5 Kebiasaan Kecil yang Bedakan Orang Kaya vs Miskin, dari Cara Mengelola Keuangan

5 Kebiasaan Kecil yang Bedakan Orang Kaya vs Miskin, dari Cara Mengelola Keuangan

Mengelola keuangan pribadi bukanlah perkara mudah, apalagi bagi mereka yang tidak dibekali literasi finansial sejak dini. Banyak orang terjebak dalam siklus ...
Bojan Hodak Batal Tinggalkan Persib? Jurnalis Italia Ungkap Update Terbaru Perpanjangan Kontrak Pelatih Persib

Bojan Hodak Batal Tinggalkan Persib? Jurnalis Italia Ungkap Update Terbaru Perpanjangan Kontrak Pelatih Persib

Saat ini Persib Bandung hanya menyisakan dua pertandingan terakhir di musim ini dengan tetap berada di puncak klasemen Super League 2025-2026. 
Buntut Kerusuhan Supporter Persib Bandung dan Persija, DPR Desak Kemenpora Evaluasi Pengurus PSSI

Buntut Kerusuhan Supporter Persib Bandung dan Persija, DPR Desak Kemenpora Evaluasi Pengurus PSSI

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hardian Irfani menanggapi soal adanya kerusuhan supporter Persija dan Persib Bandung yang terjadi di Bogor dan Sukabumi Jawa Barat
Kerusuhan Supporter Persija dan Persib Bandung di Jabar, DPR Desak PSSI Ambil Langkah Tegas untuk Klub

Kerusuhan Supporter Persija dan Persib Bandung di Jabar, DPR Desak PSSI Ambil Langkah Tegas untuk Klub

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta PSSI mengambil langkah tegas menyusul adanya kerusuhan supporter Persija dan Persib Bandung di Bogor, Jabar

Trending

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT