News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pembunuhan IRT di Bone, Polisi Periksa Anak Korban dan Sejumlah Saksi

Sejumlah saksi mulai dimintai keterangan terkait dengan aksi pembunuhan IRT di Bone, Hj Dahliah (63) warga Jl Ahmad Yani, Kota Watampone.
Senin, 13 November 2023 - 15:52 WIB
Saat Mayat korban dievakuasi ke Rumah Sakit untuk kepentingan visum
Sumber :
  • andi rahmat

Kabupten sinjai, tvOnenews.com - Sejumlah saksi mulai dimintai keterangan terkait dengan aksi pembunuhan Ibu Rumah Tangga (IRT), Hj Dahliah (63) warga Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Jumat (10/11/23) . 

Tim Polres Bone yang turun bersama dengan Polsek Tanete Riattang telah memintai keterangan sejumlah saksi di lapangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saksi kunci yang juga anak korban, Edar Alias Kendor ikut dimintai keterangan oleh polisi. Pasalnya, ia mengaku berpapasan dan bahkan sempat ikut dikejar pelaku.

Menurutnya, saat masuk ke dalam rumah orang tuanya. Ia bertemu dengan pelaku yang baru saja usai melancarkan aksinya.  Dirinya juga sempat dikejar pelaku. 

Namun, ia selamat lantaran pelaku terjatuh setelah kakinya tersandung di kardus. 

"Saya juga dikejar pelaku, tapi di dalam rumah dia tidak tahu ada pintu yang tembus ke samping. Pas saya lompat di atas kardus, dia jatuh setelah itu saya lari keluar rumah," jelasnya.  

Setelah lari keluar rumah, pelaku langsung bergegas ke sepeda motornya dan berhasil melarikan diri meski motornya sempat tak bisa dinyalakan.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muhtar mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dan pemeriksaan saksi. 

"Masih proses penyelidikan. Anggota sementara melaksanakan langkah-langkah untuk mengungkap kasus," terangnya, Senin (13/11/2023)

Sebelumnya, salah seorang saksi, pekerja proyek jalan mengaku sempat melihat pelaku berjumlah satu orang lari keluar dari rumah korban sesaat setelah kejadian.

Menurutnya, pelaku mengendarai sepeda motor matik. Sebelum bergegas meninggalkan lokasi, pelaku sempat mengacungkap parang ke atas yang masih penuh dengan darah. 

"Pelaku mengendari sepeda motor, setelah kejadian dia langsung kabur, sempat mengacungkan parang," terangnya sembari meminta identitasnya dirahasiakan.  

Menurutnya, ciri-ciri pelaku memiliki badan yang agak gemuk. Saat melancarkan aksinya, pelaku mengenakan jaket.

"Dia memakai jaket," terangnya.  Dia menyebut, pelaku kemungkinan punya niat jahat sebelum datang ke lokasi.  

Pasalnya sepeda motor yang dikendarai diparkir di tempat strategis untuk kabur. "Motornya diparkir bukan tepat di depan kios milik korban," tambahnya. 

Pihak kepolisian perlahan mulai mengungkap kasus dugaan pembunuhan menewaskan korban Hj Dahliah (54) di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Jumat (10/11/23) Pukul 08.00 Wita.

Pasca kejadian banyak informasi berkembang terkait dengan motif dan pelaku pembunuhan. Namun pihak kepolisian Resort Bone membantah. Mereka menyebut bahwa pelaku dalam kasus ini masih berstatus penyelidikan. 

Pihak Polres Bone juga menyebut bahwa belum ada pelaku yang ditangkap.

"Yang benar kasus ini sementara ditangani. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan, dan belum ada pelaku diamankan," tukas Paur Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muhtar.

Kepolisian Resort Bone masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif pembunuhan di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Kabupaten Bone, pada Jumat (10/11/23) Pukul 08.00 Wita. 
Untuk diketahui, sebelumnya, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Hj Dahliah (54) ditemukan meninggal dunia dengan luka tebasan parang pada bagian leher serta luka di bagian tubuhnya di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Jumat (10/11/23).

Berdasarkan informasi yang dihimpun korban seharian menjual barang campuran di rumahnya didatangi Orang Tak Dikenal (OTK) kemudian diserang hingga tewas.

 "Infonya seperti itu pak, korban meninggal dunia diparangi," kata seorang warga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa ini membuat warga disekitar lokasi geger. Mereka kemudian mengerumuni lokasi hingga sempat mengakibatkan macet di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone. 

Saat ini pihak kepolisian Resort Bone sementara melakukan olah TKP. Info sementara selain korban meninggal dunia ada beberapa barang berharga seperti emas diambil pelaku. (art/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Soal Kartu Merah, Ini Respons Gavin Lee usai Singapura Tumbang dari Timnas Indonesia

Bukan Soal Kartu Merah, Ini Respons Gavin Lee usai Singapura Tumbang dari Timnas Indonesia

Singapura kalah 0-2 dari Timnas Indonesia, Gavin Lee tak mau persoalkan kartu merah dan penalti. Ia menegaskan mentalitas tim harus terjaga hingga Piala Asia.
Megawati Hangestri Bikin Libero Hyundai Hillstate Terpukau, Power Smash Megatron Jadi Sorotan

Megawati Hangestri Bikin Libero Hyundai Hillstate Terpukau, Power Smash Megatron Jadi Sorotan

Megawati Hangestri mulai menunjukkan kualitasnya di hadapan rekan-rekan barunya di Hyundai Hillstate. Libero utama tim, Kim Yeon-gyeon, mengaku terpukau power.
Dedi Mulyadi Sambut Baik FIFA ASEAN Cup 2026 diselenggarakan di Jawa Barat: Bisa Berefek ke Ekonomi

Dedi Mulyadi Sambut Baik FIFA ASEAN Cup 2026 diselenggarakan di Jawa Barat: Bisa Berefek ke Ekonomi

Perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 akan memberikan dampak ganda yang luar biasa bagi masyarakat Jawa Barat.
Kehidupan Shio Naga Meningkat, Ramalan Keuangan dan Karier 27 September 2026

Kehidupan Shio Naga Meningkat, Ramalan Keuangan dan Karier 27 September 2026

Ramalan keuangan dan karier 12 shio 27 September 2026. Kehidupan Shio Naga meningkat, sementara shio lain menghadapi peluang dan tantangan berbeda.
IPW Angkat Bicara Soal Ombudsman Sidak Lapas Cibinong: Ada Batas Kewenangan

IPW Angkat Bicara Soal Ombudsman Sidak Lapas Cibinong: Ada Batas Kewenangan

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menanggapi inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/9/2026).
Bukan Soal Finishing, John Herdman Ungkap Alasan Timnas Indonesia Minim Tembakan Lawan Singapura

Bukan Soal Finishing, John Herdman Ungkap Alasan Timnas Indonesia Minim Tembakan Lawan Singapura

ohn Herdman menjelaskan minimnya tembakan Timnas Indonesia saat melawan Singapura. Menurutnya, skuad Garuda masih membangun ritme dan kombinasi pemain baru.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT