GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Idul Fitri 1446 H, Pesanan Anyaman Ketupat Meningkat Tajam

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, permintaan daun pandan dan daun pisang meningkat tajam. Pedagang dan warga mulai berburu bahan ini,
Kamis, 27 Maret 2025 - 15:33 WIB
Warga menganyam daun pandan menjadi ketupat yang nantinya akan di jual 2 hari sebelum lebaran idul Fitri
Sumber :
  • Idris Tajannang

Makassar, tvOnenews.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, permintaan daun pandan dan daun pisang meningkat tajam. Pedagang dan warga mulai berburu bahan ini, baik untuk keperluan pribadi maupun untuk dijual di pasar tradisional. 

Daun pandan menjadi bahan utama pembuatan ketupat, sementara daun pisang digunakan untuk membungkus lontong atau buras hidangan khas Lebaran di berbagai daerah, terutama di Sulawesi Selatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketupat merupakan simbol perayaan Idul Fitri, sehingga permintaan terhadap anyaman ketupat melonjak drastis menjelang hari raya.

Banyak pedagang mengumpulkan daun pandan untuk dijual dalam bentuk lembaran atau sudah dianyam menjadi ketupat siap pakai.

Tak sedikit pula yang mempekerjakan warga sekitar untuk menganyam ketupat guna memenuhi pesanan. 

Salah seorang warga yang kebanjiran pesanan adalah Daeng Kebo', warga RW 06 Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mendapat pesanan anyaman ketupat dari pedagang yang setiap tahun menjual ketupat di pasar-pasar tradisional. 

"Ini lagi buat ketupat, ada pedagang yang pesan untuk dijual ke pasar-pasar tradisional," ujar Daeng Kebo’ sambil menganyam daun pandan, Kamis (27/3/2025). 

Menurutnya, banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan dengan menjadi perajin ketupat. 

"Setiap tahun saya diberi daun pandan untuk dianyam menjadi ketupat. Biasanya saya dibayar Rp500 hingga Rp1.000 per ketupat, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan anyaman," jelasnya. 

Dibantu dua cucunya, Daeng Kebo’ harus menyelesaikan pesanan sebanyak 200 ketupat. Pedagang yang memesan biasanya berburu daun pandan setiap Idul Fitri dan Idul Adha untuk dijadikan ketupat dan dijual kembali. 

Jika dihitung, ia bisa mendapatkan tambahan penghasilan sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 per hari menjelang Lebaran. 

"Setiap Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, saya selalu mendapat pesanan ketupat. Setelah selesai dianyam, ketupat ini akan di jemput lalu dijual ke pasar-pasar," katanya. 

"Sekarang saya harus menyelesaikan sekitar 200 biji ketupat. Kalau sendirian agak susah, jadi saya dibantu anak dan cucu. Lumayan untuk tambahan belanja Lebaran. Biasanya setelah selesai, uangnya langsung dipakai untuk membeli kebutuhan rumah tangga dan kue Lebaran,"tambahnya sambil tersenyum. 

Ketupat yang sudah dianyam biasanya dijual di pasar dengan harga bervariasi. Satu ikat berisi 10 ketupat dijual seharga Rp15.000 hingga Rp20.000, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Selain daun pandan untuk ketupat, daun pisang juga menjadi incaran para ibu rumah tangga. Daun ini digunakan untuk membungkus lontong dan buras.

Harga daun pisang di pasar berkisar antara Rp15.000 hingga Rp18.000 per lembar, tergantung ukuran dan kesegarannya. 

Daeng Nai, seorang pedagang yang sibuk berburu daun pandan dan daun pisang untuk dijual di pasar, mengungkapkan bahwa permintaan meningkat drastis menjelang Lebaran, terutama H-2. 

"Selain ketupat, banyak juga yang mencari daun pisang untuk membuat lontong dan buras. Kalau sudah mendekati H-2, harganya bisa naik karena stok semakin sedikit,"ujar Daeng Nai. 

Puncak penjualan ketupat dan daun pandan biasanya terjadi dua hari sebelum Idul Fitri. Saat itu, banyak warga yang mulai memasak hidangan Lebaran dan membutuhkan ketupat dalam jumlah besar. 

Selain untuk dijual, ketupat juga dibuat untuk konsumsi pribadi di rumah. Tradisi membuat dan menikmati ketupat bersama keluarga menjadi momen yang selalu dinanti setelah melaksanakan salat Idul Fitri. 

Dengan meningkatnya permintaan setiap tahun, para pedagang dan perajin ketupat berharap bisa meraup keuntungan lebih besar pada Idul Fitri 1446 Hijriah ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi warga seperti Daeng Kebo’ dan Daeng Nai, momen ini menjadi kesempatan emas untuk menambah penghasilan menjelang hari kemenangan.(Itg/frd)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persipura Disanksi PSSI, Arungi Musim Tanpa Penonton serta Denda Rp240 Juta Imbas Insiden di Championship

Persipura Disanksi PSSI, Arungi Musim Tanpa Penonton serta Denda Rp240 Juta Imbas Insiden di Championship

Komdis PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada klub peserta kompetisi nasional. Kali ini, Persipura harus menerima sanksi larangan menggelar pertandingan kandang.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Peran Suami Cari Nafkah dan Istri Urus Rumah Digugat ke MK, Dinilai Melanggar Kesetaraan dalam Pernikahan

Peran Suami Cari Nafkah dan Istri Urus Rumah Digugat ke MK, Dinilai Melanggar Kesetaraan dalam Pernikahan

Ia menilai pengaturan demikian bertentangan dengan konsep hubungan setara dalam perkawinan modern yang seharusnya dibangun atas prinsip kemitraan.
Guru SMAN 1 Pontianak Rupanya Dapat Perlakuan Begini dari Juri Saat Bela Siswinya di LCC Empat Pilar MPR RI

Guru SMAN 1 Pontianak Rupanya Dapat Perlakuan Begini dari Juri Saat Bela Siswinya di LCC Empat Pilar MPR RI

Guru pendamping LCC 4 Pilar MPR asal SMAN 1 Pontianak rupanya sempat melakukan protes lantaran jawaban siswinya dianggap salah.
Jadwal Super League Hari Ini, Sabtu 16 Mei 2026: Persija Tantang Persik, Persis Solo Hadapi Tekanan Dewa United

Jadwal Super League Hari Ini, Sabtu 16 Mei 2026: Persija Tantang Persik, Persis Solo Hadapi Tekanan Dewa United

Persaingan Super League Indonesia menghadirkan sejumlah partai menarik pada Sabtu, 16 Mei 2026. Tiga laga penting akan tersaji sejak sore hingga malam hari.
Harga Emas Babak Belur Sepekan Terakhir: UBS Menguap Rp78.000 per Gram dalam Sehari

Harga Emas Babak Belur Sepekan Terakhir: UBS Menguap Rp78.000 per Gram dalam Sehari

Koreksi harga tersebut membuat pelaku pasar kembali mencermati pergerakan emas domestik di tengah dinamika harga emas global dan nilai tukar rupiah.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT