GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Sengaja Tabrakan Dirinya, Pejalan Kaki Di Takalar Sebabkan Kecelakaan Maut

viral di media sosial memperlihatkan pejalan kaki menabrak pemotor yang dikendarai oleh Jumaldi (16) dan neneknya, Daeng Raba (73).
Selasa, 15 April 2025 - 19:43 WIB
rekaman cctv  kecelakaan maut antara pengendara motor dan pejalan kaki di Takalar
Sumber :
  • Idris Tajannang

 

Takalar, tvOnenews.com - Sebuah rekaman cctv  kecelakaan maut antara pengendara motor dan pejalan kaki viral di media sosial. Kecelakaan ini terjadi pada Selasa, (8/4/2025) lalu sekitar pukul 15.00 Wita di jalan poros trans Sulawesi, tepatnya di jalan Ranggong Dg Romo, Panaikang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Dalam rekaman cctv yang kini viral di media sosial memperlihatkan pejalan kaki menabrak pemotor yang dikendarai oleh Jumaldi (16) dan neneknya, Daeng Raba (73), warga Dusun Lakatong, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar.

 

Menurut keluarga korban, Darmawati Daeng Ngasseng meskipun Jumaldi dan neneknya sempat dilarikan ke rumah sakit Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar, namun nyawa Jumaldi tidak bisa diselamatkan.

 

"Sempat ji dibawa ke rumah sakit Jumaldi dan neneknya, tetapi sampai di rumah sakit, Jumaldi dinyatakan meninggal dunia," kata Darmawati Daeng Ngasseng, Tante korban. Selasa (15/04/2025)

 

Ia juga mengatakan jika dalam rekaman CCTV itu terlihat pejalan kaki tersebut berdiri di pinggir jalan sambil menunggu korban melintas.

 

"Setelah sepeda motor yang di kendarai oleh jumaldi dan neneknya berdekatan, si pejalan kaki, lansung berlari dan terlihat sengaja menabrakkan dirinya ke sepeda motor,"U ujarnya.

 

Akibat kejadian itu, Jumaldi meninggal dunia, sementara neneknya masih terbaring di rumah sakit.

 

AKP Malik, Kasat Lantas Polres Takalar membenarkan kejadian itu dan pihaknya masih mengejar si pejalan kaki yang terlibat kecelakaan dengan korban Jumaldi.

"Korban sedang berkendara dengan membonceng neneknya dan saat itu ada pejalan kaki yang menyeberang dan menabrak pengendara sepeda motor. dalam kasus ini pengendara sepeda motor meninggal dunia," kata AKP Malik, Selasa (15/4/2025).

AKP Malik mengtakan akan terus menyelidiki kasus ini guna mengungkap motif sebenarnya.

"Sementara juga kami mengejar pejalan kaki tersebut yang diduga kabur mengendarai sepeda motor usai kejadian itu," tutupnya.

Keluarga ungkap Jumaldi Adalah Sosok Pekerja Keras sekaligus Tulang Punggung Kedua Adik dan Neneknya

​​​​​

Suasana duka masih menyelimuti rumah sederhana di Dusun Lakatong, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar. 

 

Di rumah itu, tangis keluarga pecah mengiringi kepergian Jumaldi (16), seorang remaja kelas 2 SMK yang meninggal dunia dalam sebuah insiden tragis, Selasa (8/4/2025).

 

Jumaldi meninggal dunia setelah ditabrak oleh seorang pejalan kaki saat ia tengah membonceng neneknya di Jalan Poros Trans Sulawesi, tepatnya di Jalan Ranggong Dg Romo, Kecamatan Pattalassang. 

 

Peristiwa itu terjadi begitu cepat, menyisakan luka dan tanda tanya yang mendalam bagi keluarga.

 

Bagi keluarga dan teman-temannya, Jumaldi bukanlah sekadar remaja biasa. Ia adalah sosok yang dewasa sebelum waktunya. 

 

Di usia yang masih belia, Jumaldi memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga. 

 

Sejak kedua orang tuanya bercerai dan meninggalkannya bersama dua adik kandungnya, Jumaldi tinggal dan dibesarkan oleh sang nenek yang kini telah berusia 73 tahun.

 

“Jumaldi itu anak pertama dari tiga bersaudara. Meskipun masih sekolah, dia tidak pernah tinggal diam. Pulang sekolah, dia langsung kerja. Kadang ngojek, kadang cari ikan untuk dijual. Semua dia lakukan demi adik-adiknya dan neneknya,” cerita Darmawati Daeng Ngasseng, tante Jumaldi, sambil mengusap air mata, Selasa (15/4/2025)

 

Menurut Darmawati, sejak kecil Jumaldi dan adik-adiknya memang hidup dalam keterbatasan. 

 

Rumah mereka sudah tak layak huni, sehingga sang nenek memutuskan untuk membawa mereka tinggal bersamanya.

“Sejak SD dia sudah tinggal sama neneknya. Ibunya kerja di Malaysia sebagai TKI dan sudah menikah lagi di sana. Ayahnya juga sudah beristri dan tinggal di Morowali. Jadi bisa dibilang, cuma neneknya yang selama ini merawat mereka,” jelas Darmawati.

Meski hidup dalam kondisi sulit, Jumaldi tidak pernah mengeluh. Ia dikenal ceria, ringan tangan, dan penuh semangat. 

Jumaldi tak malu bekerja apapun selama bisa membantu keluarga. Teman-temannya mengenalnya sebagai pribadi yang hangat dan suka membantu. 

Dalam diamnya, Jumaldi memikul beban yang seharusnya belum menjadi tanggung jawabnya.

“Dia anak yang baik. Selalu bantu om dan tantenya juga. Kadang kalau kami butuh tolong antar barang atau bantu bersih-bersih, dia langsung gerak. Tidak pernah mengeluh. Semua dilakukan dengan senyum,” kata Darmawati.

Namun, senyum itu kini telah tiada. Kematian Jumaldi meninggalkan luka yang dalam, terutama bagi nenek dan kedua adiknya. 

Keluarga masih sulit menerima kenyataan bahwa satu-satunya harapan mereka telah pergi dengan cara yang tragis dan penuh kejanggalan.

"Saat kami lihat rekaman CCTV, ada yang aneh. Seperti ada unsur kesengajaan. Pejalan kaki itu tiba-tiba muncul dan langsung menabrak Jumaldi. Setelah itu, dia kabur. Kalau tidak merasa bersalah, kenapa lari?” ucap Darmawati dengan nada kecewa.

Pihak keluarga berharap polisi segera mengungkap motif di balik peristiwa ini. Mereka ingin ada kejelasan dan keadilan bagi kepergian Jumaldi.

“Kami tidak ingin menuduh, tapi kami juga berhak tahu. Kami kehilangan cahaya di rumah ini. Jumaldi itu bukan cuma anak, dia adalah harapan. Kami ingin keadilan untuk dia,” tutup Darmawati penuh harap.

Kini, yang tersisa hanyalah kenangan. Seorang remaja tangguh, yang semasa hidupnya lebih banyak memberi daripada menerima. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski usianya muda, ketulusan dan kerja kerasnya telah menjadikannya sosok dewasa yang menginspirasi. 

Kepergiannya menyisakan duka, tapi juga sebuah kisah tentang cinta, tanggung jawab, dan pengorbanan yang begitu besar. (itg/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menkes Sebut Pemilik Kartu Kredit Limit Rp20 Juta hingga Listrik 2.200 Watt Tidak Layak Dapat Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI, Minta Data Penerima Divalidasi Lagi

Menkes Sebut Pemilik Kartu Kredit Limit Rp20 Juta hingga Listrik 2.200 Watt Tidak Layak Dapat Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI, Minta Data Penerima Divalidasi Lagi

Menkes Budi Gunadi Sadikin, pemilik kartu kredit dengan limit Rp20 juta hingga pengguna listrik 2.200 watt tidak layak mendapatkan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). 
Chamnan Dokmai Beberkan Rahasia Jakarta Electric PLN Kunci Tiket Final Four Proliga 2026

Chamnan Dokmai Beberkan Rahasia Jakarta Electric PLN Kunci Tiket Final Four Proliga 2026

Kepastian tiket final four Proliga 2026 akhirnya diraih tim putri Jakarta Electric PLN Mobile usai berhasil menundukkan Medan Falcons 3-0 (25-21, 25-16, 25-22)
Buat Menabung Jadi Lebih Bermakna, Bersama BRI Debit FC Barcelona

Buat Menabung Jadi Lebih Bermakna, Bersama BRI Debit FC Barcelona

BRI menghadirkan kolaborasi istimewa melalui BRI Debit FC Barcelona—kartu debit edisi khusus yang dirancang bagi nasabah yang ingin menabung.
Gabriel Mutombo, Bek Ratchaburi FC yang Kena Serangan Rasis di Instagram, Ternyata Sempat PDKT dengan Persib Bandung

Gabriel Mutombo, Bek Ratchaburi FC yang Kena Serangan Rasis di Instagram, Ternyata Sempat PDKT dengan Persib Bandung

Sebagian Bobotoh di media sosial sempat berharap Gabriel Mutombo datang ke Persib Bandung pada awal musim ini. Kini, sang pemain jadi mimpi buruk Bojan Hodak.
Prabowo Curhat Dituding Hamburkan Uang Untuk MBG: Ini Hasil Efisiensi Anggaran, Kalau Tidak Bakal Dikorupsi

Prabowo Curhat Dituding Hamburkan Uang Untuk MBG: Ini Hasil Efisiensi Anggaran, Kalau Tidak Bakal Dikorupsi

Ia menegaskan kebijakan pemberian makan bergizi bukan eksperimen baru, melainkan program yang telah lama dijalankan banyak negara.
Gerbang Tol Kalihurip Utama 6 Ditutup Sementara, Jasa Marga Lakukan Rekonstruksi di KM 67 Tol Cipularang Arah Jakarta

Gerbang Tol Kalihurip Utama 6 Ditutup Sementara, Jasa Marga Lakukan Rekonstruksi di KM 67 Tol Cipularang Arah Jakarta

Gerbang Tol Kalihurip Utama 6 ditutup sementara hingga 13 Februari 2026 karena rekonstruksi jalan di KM 67 Tol Cipularang arah Jakarta.

Trending

Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Kepincut Kualitas Jay Idzes, Bek Como Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu Bela Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan satu nama potensial dari Eropa, yakni Lyfe Oldenstam, bek Como Primavera (U-19) yang punya garis keturunan Indonesia.
Sehebat Apa Saint Kitts and Nevis, Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Sehebat Apa Saint Kitts and Nevis, Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Saint Kitts and Nevis dikabarkan menjadi lawan Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta pada 23–31 Maret 2026. Indonesia menjadi ...
Tak Lama Disorot Amanda Manopo, Indra Frimawan Langsung Digeruduk Netizen Akibat 'Meludahi' Fajar Sadboy

Tak Lama Disorot Amanda Manopo, Indra Frimawan Langsung Digeruduk Netizen Akibat 'Meludahi' Fajar Sadboy

Komika Indra Frimawan diserang netizen setelah reaksi Amanda Manopo viral. Itu terjadi akibat dugaan meludahi Fajar Sadboy di podcast YouTube Deddy Corbuzier.
Barcelona Digilas Atletico, Wasit dan VAR Jadi Sasaran Amarah Cules Usai Keok 0-4 di Semifinal Copa del Rey

Barcelona Digilas Atletico, Wasit dan VAR Jadi Sasaran Amarah Cules Usai Keok 0-4 di Semifinal Copa del Rey

Barcelona hancur lebur di markas Atlético Madrid dengan skor 0-4 pada semifinal Copa del Rey. Keputusan VAR yang menuai kontroversi memicu gelombang kemarahan.
Ajang Penghargaan JHL Awards 2026 Kembali Digelar

Ajang Penghargaan JHL Awards 2026 Kembali Digelar

Ajang tahunan JHL Awards 2026 kembali digelar dalam rangka memberikan apresiasi atas kinerja internal puluhan bisnis unit di bawah naungan JHL Group.
Tak Lagi Jadi Menteri ESDM? Bahlil Lahadalia Berencana Ikut Kontestasi Pileg 2029

Tak Lagi Jadi Menteri ESDM? Bahlil Lahadalia Berencana Ikut Kontestasi Pileg 2029

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengungkapkan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia akan mencalonkan diri di Pileg 2029.
Akui Hatinya Masih Ingin di Eropa, Mauro Zijlstra Ungkap Alasan Berlabuh di Persija Jakarta: Ada Kepercayaan Besar

Akui Hatinya Masih Ingin di Eropa, Mauro Zijlstra Ungkap Alasan Berlabuh di Persija Jakarta: Ada Kepercayaan Besar

Sebetulnya masih ingin lanjutkan karier di Eropa, begini alasan striker Timnas Indonesia Mauro Zijlstra pilih berlabuh ke Super League bersama Persija Jakarta.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT