Merasa Rugi Rp150 Juta Akibat Investasi, Warga Takalar Datangi Kantor PT Solid Gold Berjangka
- Tim Tvone-Idris Tajannang
Merasa Kehilangan uang, korban bersama keluarganya pun mendatangi kantor PT Solid Gold Berjangka yang berada di jalan Ap Pettarani Makassar, Rabu (11/05/2022).
Saat tiba di kantor PT Solid Gold Berjangka, korban bersama keluarganya lansung menemui Sabaria Massese yang menjabat sebagai wakil pialang berjangka di PT Solid Gold Berjangka.
Di dalam pertemuannya secara tertutup tanpa boleh diliput oleh awak media, korban yang didampingi keluarganya meminta kejelasan dana yang sudah diinvestasikan ke PT Solid Gold Berjangka senilai 150 juta rupiah.
Keluarga korban, Bahar, yang ikut dalam pertemuan itu, mengatakan jika perusahaan PT Solid Gold Berjangka melalui wakil pialang berjangka meminta waktu untuk memikirkan solusi dari masalah ini.
"Tadi hasil pembicaraan kami di dalam, pihak PT Solid Gold Berjangka meminta waktu untuk memikirkan solusi dari masalah ini," terang Bahar.
Pihak perusahaan berjanji memberikan solusi, bahkan mereka akan memanggil karyawan yang melanggar perjanjian nasabah dengan perusahaan.
"Pihak perusahaan tadi mengakui, jika perjanjian yang dibuat perusahaan berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dilapangan akibat ulah karyawannya. Jadi kita akan menunggu selama seminggu sampai hari Rabu (18/05/2022) depan, menunggu jawaban dari perusahaan solusi apa yang akan ditawarkan oleh pihak perusahaan," terang Bahar
Lanjut Bahar, masalah pertamanya adalah iming-iming perusahaan untuk berinvestasi saham, dalam hal ini korban yang ditawarkan secara pribadi, tapi nasabah tidak mengetahui seperti apa sebenarnya saham tersebut. Korban pun sempat tergiur karena pihak perusahaan mengiming-imingi, menjanjikan keuntungan yang luar biasa.
Bahkan dalam perjanjian yang ada, transaksi keuangan itu tidak jelas terhadap nasabah karena pihak perusahaan sendiri yang melakukan transaksi dengan meminta kode akun kepada nasabah.
"Perjanjian dalam perusahaan PT Solid Gold memang sangat berbanding terbalik dengan apa yang dijelaskan oleh tim marketingnya di Whatsapp," jelas Bahar
Keseluruhan uang nasabah ini ada 150 juta, selama empat kali transaksi penyetoran. Mulai dari awal nasabah mengaku belum sama sekali menikmati hasilnya. Bahkan korban tidak pernah membuka akun sahamnya. Hanya melakukan penyetoran saja.
Load more