Tersengat Listrik Saat Pasang Kanopi, Buruh Asal Kudus Meninggal Dunia di Sumbawa
- Irwansyah
Sumbawa, tvOnenews.com – Kecelakaan kerja tragis terjadi di wilayah Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Seorang buruh harian lepas berinisial SW (35), warga asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memasang rangka kanopi di sebuah toko bangunan, Rabu pagi (4/2/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi di Dusun Kramat, Desa Tarusa, sekitar pukul 09.45 WITA. Saat itu korban bersama beberapa rekannya tengah mengerjakan pemasangan atap kanopi di bagian atas bangunan.
Berdasarkan informasi di lokasi, korban menarik besi beton berdiameter 12 milimeter dengan panjang sekitar enam meter ke arah atas. Tanpa disadari, ujung besi tersebut menyentuh kabel telanjang (bare copper) milik PLN yang melintas di atas area bangunan.
Kontak langsung dengan kabel bertegangan listrik tersebut membuat korban tersetrum seketika. Ia kemudian terjatuh dari ketinggian kurang lebih empat meter.
Rekan-rekan kerja yang panik langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Buer menggunakan kendaraan di lokasi. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia sekitar pukul 10.20 WITA. Korban mengalami luka bakar akibat sengatan listrik, trauma serius di bagian kepala, serta patah tulang.
Kapolsek Buer, Iptu Totok Ari Suwondo, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan kerja.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pekerja konstruksi agar selalu mengedepankan prosedur keselamatan kerja dan berhati-hati saat beraktivitas di dekat instalasi kabel listrik, terutama tegangan tinggi,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Mendapat laporan, personel Polsek Buer bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sumbawa langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memintai keterangan sejumlah saksi. Polisi juga melakukan pengecekan fisik terhadap korban di puskesmas untuk melengkapi administrasi penyelidikan.
Dari hasil penanganan awal, kejadian diduga murni kecelakaan kerja. Pihak keluarga yang diwakili kerabat berinisial ASW menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Setelah proses administrasi dan serah terima jenazah selesai, korban diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Lombok untuk selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah. Seluruh rangkaian penanganan hingga pemulangan jenazah berjalan aman dan lancar.
Load more