News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Membedah Risiko Liputan Lingkungan, FGD IJTI Sulsel Jadi Ruang Diskusi Jurnalis

Diskusi ini menghadirkan jurnalis, organisasi lingkungan untuk membahas risiko yang dihadapi jurnalis, khususnya dalam peliputan isu lingkungan.
Jumat, 27 Februari 2026 - 20:31 WIB
FGD Bedah Perlindungan Hukum dan Resiko Jurnalis Dalam Peliputan Lingkungan
Sumber :
  • Abdullah Daeng Sirua

“Tantangannya tentu lebih besar. Tapi saya yakin teman-teman yang punya semangat dan progres yang baik ke depan bisa memberikan penguatan perspektif. Melihat isu tambang itu tidak holistik saja, ada konflik perempuan, konflik anak, konflik biota, ada hal yang lebih besar harus diungkap demi kepentingan publik, tidak hanya fokus pada kebijakan,” paparnya.

Sementara itu, Fasilitator FGD, Asram Jaya, memaparkan sejumlah hambatan struktural yang dihadapi jurnalis dalam meliput lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut akses data dan informasi, politik redaksional, hingga tekanan deadline menjadi kendala utama. 

Selain itu, isu lingkungan di media dinilai masih lemah.

“Aktor penghambat seperti pemilik modal, aparat penegak hukum, pemerintah, preman, bahkan akademisi. Yang paling intens menghambat itu APH dan preman,” ujarnya.

Asram juga menyinggung adanya “segitiga bermuda” dalam konflik lingkungan yang melibatkan pemilik modal, rakyat, dan negara.

“Apapun isunya, risiko terbesar tetap ke individu jurnalis, bukan perusahaan medianya,” katanya.

Minimnya keterlibatan masyarakat dalam proses seperti penentuan AMDAL juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut.

Sebagai solusi, peserta FGD mendorong penguatan advokasi bersama organisasi lingkungan seperti WALHI ketika media kesulitan mengakses data di instansi terkait.

Jika terkendala politik redaksi, liputan dapat diarahkan ke media alternatif seperti pers mahasiswa atau platform independen.

Ia juga mendorong rumah aman bagi jurnalis yang mengalami tekanan juga dinilai penting, mengingat ancaman lebih sering menyasar individu.

Selain itu, jurnalis didorong untuk taat pada SOP kerja serta melakukan analisis risiko sebelum liputan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ketika nilainya kecil tapi risikonya besar, itu harus dipertimbangkan,” tegas Asram.

FGD ini pun merekomendasikan peliputan kolaboratif yang melibatkan jurnalis, akademisi, dan NGO dengan dua output utama, yakni berita dan agenda advokasi untuk mendorong perubahan kebijakan publik. (ads/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia Bawa PSG Juara Piala Super Eropa 2026 usai Kalahkan Aston Villa 2-1

Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia Bawa PSG Juara Piala Super Eropa 2026 usai Kalahkan Aston Villa 2-1

Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi penentu kemenangan Paris Saint-Germain menjuarai Piala Super Eropa 2026. PSG mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1.
Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Rincian Lengkap Saham yang Masuk dan Keluar Rebalancing MSCI

Rincian Lengkap Saham yang Masuk dan Keluar Rebalancing MSCI

MSCI mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index dan tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index.
PB PASI Targetkan Empat Medali di Asian Games 2026, Minimal Bawa Pulang Perunggu

PB PASI Targetkan Empat Medali di Asian Games 2026, Minimal Bawa Pulang Perunggu

PB PASI diketahui mengirimkan sebanyak 13 atlet atletik untuk Asian Games 2026. Meski demikian, federasi memilih realistis untuk mendapatkan minimal empat medali perunggu di ajang empat tahunan tersebut.
Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menjalani sidang perdana atas kasus dugaan korupsi kuota haji periode 2023-2024 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/8/2026).

Trending

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Bantah Dakwaan, Kubu Yaqut Pertanyakan Kerugia Keuangan Negara Rp622 Miliar

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menjalani sidang perdana atas kasus dugaan korupsi kuota haji periode 2023-2024 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/8/2026).
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT