News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aniaya Junior hingga Meninggal, Bripda Pirman Disanksi PTDH

Bidpropam Polda Sulsel jatuhkan sanksi Pemecatan dengan Tidak Hormat (PTDH) bagi Bripda Pirman usai aniaya juniornya Bripda Dirja Pratama hingga meninggal dunia
Senin, 2 Maret 2026 - 23:57 WIB
Bripda P jalani sidang etik di ruang sidang Polda Sulawesi Selatan
Sumber :
  • wawan setyawan

 

Makassar, tvOnenews.com - Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan akhirnya menjatuhkan sanksi Pemecatan dengan Tidak Hormat (PTDH) bagi Bripda Pirman usai menganiaya juniornya Bripda Dirja Pratama hingga meninggal dunia. Sanksi PTDH diberikan usai Bripda Pirman menjalani sidang Etik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Bidang Propam Polda Sulsel Komisaris Besar Zulham Effendy mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti usai kejadian penganiayaan yang dilakukan Bripda Pirman yang menyebabkan Bripda Dirja Pratama meninggal dunia. Setelah dilakukan penyelidikan, Bripda Pirman pun menjalani sidang etik dan disiplin. 

"Dari hasil penelitian dan penyelidikan, ternyata ada satu orang sebagai pelaku utama (Bripda Pirman) dan memang dia satu-satu yang memukul difakta persidangan," ujarnya usai sidang Kode Etik dan Disiplin di Mapolda Sulsel, Senin (2/3/2026). 

Zulham menjelaskan Bripda Pirman sempat membantah melakukan pemukulan berulang kali terhadap Bripda Dirja Pratama. Namun, bantahan Bripda Pirman tersebut patah usai adanya hasil visum dan keterangan 14 orang saksi yang dihadirkan dalam sidang. 

"Awalnya pengakuannya hanya sekali mukul diperut dan bagian wajah. Ternyata fakta persidangan kita dapat ada beberapa kali. Itu kita sesuaikan dengan hasil dari visum yang terdapat ada beberapa bekas luka memar dan luka robek di bagian tubuhnya (Bripdad Dirja Pratama)," ujarnya.  

Dari fakta persidangan tersebut, Komisi Etik memutuskan memberikan sanksi etik dan juga PTDH terhadap Bripda Pirman. Zulham mengaku sanksi tersebut sangat pantas karena menyebabkan korban meninggal dunia.  

"Sanksi etik itu dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Untuk sanksi administratif kita kenakan PTDH, karena memang itu sanksi yang pantas, karena menghilangkan nyawa daripada rekannya," ungkapnya. 

Zulham mengatakan sanksi PTDH diberikan kepada Bripda Pirman sudah sesuai dengan Pasal 13 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tak hanya itu, Bripda Pirman juga melanggar pasal 5, 8, dan 13 Peraturan Kapolri (Perpol) Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri. 

Sementara, tiga personel lainnya yakni Bripda MA, Bripda MF, dan Bripda MR akan menjalani sidang dijadwalkan Selasa (3/3) besok. 

"Kita ada kenakan obstruction of justice ada tiga orang. Itu dia yang menyuruh mengepel, menghilangkan BB (barang bukti), kemudian yang melakukan pengepelan. Kemudian orang yang tahu bahwasannya ada orang yang merusak barang bukti itu dia tidak mencegah atau berusaha melaporkan kepada pimpinannya," tegasnya. 

Zulham mengatakan ketiganya merupakan dua rekan angkatan korban. Sementara satu orang adalah senior korban.   

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau yang tiga itu satu seniornya yang angkatan 52. Dua lagi angkatan 53," tambahnya. (wsn/asm)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Direndahkan Susah Menang hingga Dihina Tak Punya Uang, Tukang Pemilah Sampah Jadi Kades di Bekasi Heboh

Direndahkan Susah Menang hingga Dihina Tak Punya Uang, Tukang Pemilah Sampah Jadi Kades di Bekasi Heboh

Sosok Surya (46), tukang pemilah sampah viral setelah terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Mekarwangi, Cikarang Barat, Bekasi dalam Pilkades Serentak 2026.
BREAKING
NEWS
DNA Jasad Pria di Enggano Identik dengan Kru Kapal yang Hilang Bersama 5 Jurnalis

DNA Jasad Pria di Enggano Identik dengan Kru Kapal yang Hilang Bersama 5 Jurnalis

Hasil tes DNA jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan salah satu kru kapal yang hilang bersama lima jurnalis.
Lifter Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026

Lifter Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026

Atlet angkat besi Indonesia, Luluk Diana Tri Wijayana berhasil meraih medali di Asian Games 2026. Lifter Indonesia itu membawa pulang perunggu dari nomor 49 kg putri pada Rabu (23/9/2026).
IHSG Menguat 0,64% di Sesi I, Tapi Investor Asing Justru Lepas Saham Rp335,80 Miliar

IHSG Menguat 0,64% di Sesi I, Tapi Investor Asing Justru Lepas Saham Rp335,80 Miliar

IHSG menguat 0,64% ke 6.317,46 pada sesi I perdagangan 23 September 2026. Namun, asing mencatat net sell Rp335,80 miliar.
Kisah Surono Sebelum Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Bawa Selimut Peninggalan Ibunya

Kisah Surono Sebelum Hilang Bersama KM Virgo Transport 8, Bawa Selimut Peninggalan Ibunya

Sebuah selimut sederhana kini menjadi benda yang paling membekas bagi keluarga Surono (37), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Viral Pasangan Sesama Jenis di Video Mesum A Day in My Life Terpapar HIV, Kenali HIV dan Cara Penularannya

Viral Pasangan Sesama Jenis di Video Mesum A Day in My Life Terpapar HIV, Kenali HIV dan Cara Penularannya

Viral video mesum a day in my life yang menayangkan pasangan sesama jenis. Pasangan tersebut dikonfirmasi Kepolisian terpapar HIV.

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Kurang lebih Rp7 miliar dana yang harus dikeluarkan Hyundai Hillstate pada musim depan demi menduetkan Megawati Hangestri dengan Jordan Wilson di V-League.
Tak Puas dengan Gelar Piala AFF, Pelatih Vietnam Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026: Saya Telah Menjadi Raja

Tak Puas dengan Gelar Piala AFF, Pelatih Vietnam Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026: Saya Telah Menjadi Raja

Pelatih Vietnam Kim Sang-sik belum puas dengan sederet gelar yang telah diraihnya bersama tim. Kini, ia membidik trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus berambisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT