News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

13 Tahun IMIP dan Cerita Hilirisasi di Bahodopi

Peta Bahodopi di kantor kecamatan belum diperbarui sejak 2009. Daerah ini masih berupa ilalang dan pepohonan. Beberapa titik kampung kecil ditandai dengan lingkaran, dihubungkan oleh garis putus-putus yang mewakili jalan.
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:07 WIB
Dok. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Peta Bahodopi di kantor kecamatan belum diperbarui sejak 2009. Di lembaran kanvas yang sedikit kusam itu, daerah ini masih berupa ilalang dan pepohonan. Beberapa titik kampung kecil ditandai dengan lingkaran, dihubungkan oleh garis putus-putus yang mewakili jalan. Tidak ada yang menandai kawasan industri di sana. Tidak ada simbol untuk pelabuhan, bandara, apalagi smelter.

Dari jendela kantor yang sama, pemandangan sudah jauh meninggalkan petanya. Pabrik peleburan berdiri hampir sejajar di kejauhan. Memperdengarkan gemuruh mesin-mesin pabrik peleburan yang tak pernah benar-benar berhenti siang maupun malam. Jalan yang di peta hanya garis putus-putus kini beraspal mulus. Dilintasi truk-truk pengangkut material dan motor-motor pekerja berganti sif. Petugas kecamatan yang menunjuk ke arah peta itu, lalu ke arah jendela, tahu betul bahwa dokumen di dinding kantornya sudah menjadi catatan sejarah, bukan lagi gambaran hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiga belas tahun lalu, jarak antara peta dan kenyataan ini belum ada. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) baru saja berdiri. Satu dari sekian proyek yang lahir dari kebijakan hilirisasi nikel nasional. Sebuah taruhan besar bahwa Indonesia tidak akan lagi sekadar mengekspor bijih mentah, melainkan mengolahnya sendiri, dari tambang hingga produk jadi. Bahodopi, kecamatan kecil yang namanya jarang terdengar sebelum itu, menjadi salah satu titik di mana taruhan itu dibuktikan.

Langkah besar yang telah dimulai IMIP itu membawa sebuah visi yang besar. Tak hanya membangun hilirisasi mineral yang kokoh untuk bangsa, tapi juga memastikan denyut ekonominya mengalir deras ke masyarakat dan pelaku usaha lokal di sekitar kawasan. Bagi IMIP, angka 13 bukanlah sekadar penanda waktu, melainkan simbol ketangguhan sinergi antara industri hulu-hilir dengan para pengusaha mandiri yang terus bertumbuh bersama. 

Dalam kawasan ini, ada tiga klaster yang menggerakkan Bahodopi. Klaster pertama adalah klaster stainless steel yang fokus mengolah bijih nikel menjadi NPI hingga produk akhir stainless steel (seperti slab, HRC, dan CRC). Klaster ini merupakan salah satu basis produksi nikel dan baja nirkarat terbesar di satu kawasan. Klaster kedua yakni klaster carbon steel dibangun untuk memproduksi baja karbon guna memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan perkakas nasional maupun global. Klaster ketiga adalah komponen bahan baku baterai yang mengolah bahan baku pendukung ekosistem kendaraan listrik, termasuk elemen katoda dan anoda untuk baterai litium-ion.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Luka Menalo Pede Persib Bisa Jinakkan Port FC di ASEAN Club Championship: Maung Bandung Punya Kualitas

Luka Menalo Pede Persib Bisa Jinakkan Port FC di ASEAN Club Championship: Maung Bandung Punya Kualitas

Winger Persib, Luka Menalo, optimistis meraih kemenangan di markas Port FC. Ia menilai Maung Bandung memiliki materi pemain dengan kualitas yang cukup mumpuni.
Kolaborasi Mahasiswa Indonesia-Jerman: Rancang Pembangunan Hijau di Transmigrasi Barelang

Kolaborasi Mahasiswa Indonesia-Jerman: Rancang Pembangunan Hijau di Transmigrasi Barelang

Puluhan mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama mahasiswa sejumlah perguruan tinggi nasional menggelar studi lapangan selama 10 hari di Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang, dan Galang (Barelang). 
Di Depan FIFA, Emil Audero Bongkar Risiko Besar Timnas Indonesia saat Kejar Malaysia

Di Depan FIFA, Emil Audero Bongkar Risiko Besar Timnas Indonesia saat Kejar Malaysia

Emil Audero mengungkap Timnas Indonesia sengaja mengambil risiko besar saat mengejar selisih gol kontra Malaysia demi lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 itu.
Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Hijau, Menteri KLH Jumhur Hidayat Apresiasi Inovasi Ekonomi Sirkular

Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Hijau, Menteri KLH Jumhur Hidayat Apresiasi Inovasi Ekonomi Sirkular

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap pemerintah daerah (pemda) memiliki ... -
Mewujudkan Swasembada Energi Prabowo: Urgensi RUU Migas 2026 Berbasis Kedaulatan ala UU No. 8/1971

Mewujudkan Swasembada Energi Prabowo: Urgensi RUU Migas 2026 Berbasis Kedaulatan ala UU No. 8/1971

Salah satu pilar terpenting dalam RUU Migas 2026 adalah kepastian mekanisme penetapan harga BBM dan gas bumi yang diatur dalam Pasal 36 dan 37. Keterlibatan ...
Kepada FIFA, Kevin Diks Ungkap Malam Gila di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh: Kami Terus Diteriaki Satu Lagi

Kepada FIFA, Kevin Diks Ungkap Malam Gila di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh: Kami Terus Diteriaki Satu Lagi

Kevin Diks mengungkap drama Timnas Indonesia saat menang 9-2 atas Bangladesh. Garuda terus memburu gol karena Malaysia juga pesta gol atas Singapura di Bandung.

Trending

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan.
FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Malaysia yang sama-sama berjuang ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 dijegal Timnas Indonesia di detik terakhir dalam penyisihan Grup A. 
Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gol debut itu pun memastikan kemenangan 4-2 Vietnam atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). 
Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Jelang final kontra Thailand, Timnas Indonesia menempatkan sembilan pemain dalam daftar 10 termahal, dipimpin Kevin Diks dengan nilai sekitar Rp100 miliar.
Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Thailand sudah lebih dahulu memastikan finis sebagai juara grup dan menantang Timnas Indonesia di babak final FIFA ASEAN Cup sebelum akhirnya kalah dari Filipina
88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

88 Pati dan Pamen Dimutasi Sehari Setelah Suyudi Ario Seto Jabat Kapolri, Asep Safrudin Jadi Kabareskrim Polri hingga Dadang Hartanto Jadi Kapolda Metro Jaya

Sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kapolri, Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 pati dan pamen.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT