Produksi Ikan di Agam Sumbar Berkurang, Dampak Air Danau Maninjau Tercemar
- Antara
Agam, tvOnenews.com - Produksi ikan air tawar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berkurang dari 3 ribu ton menjadi 900 ton setiap bulan, akibat kondisi air Danau Maninjau yang tercemar.
Hal ini pun membuat keramba jaring apung banyak yang tidak beroperasi.
Â
"Produksi ikan air tawar ini berkurang sejak akhir 2022 sampai Maret 2023," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira di Lubukbasung, Sabtu (8/4/2023).
Â
Ia mengatakan, saat ini produksi ikan air tawar jenis nila dan mas sekitar 20-25 ton per hari dan sebelumnya mencapai 82 ton per hari.
Â
Berkurangnya produksi ikan itu akibat kondisi air Danau Maninjau tercemar amoniak sisa pakan ikan, sehingga bibit ikan menjadi mati.
Â
Dengan kondisi itu, keramba jaring apung banyak yang tidak diisi oleh para petani ikan di Danau Maninjau.
Â
"Hanya sekitar 35 persen dari 23.359 petak keramba jaring apung yang beroperasi," katanya.
Â
Ia mengakui produksi ikan itu pada umumnya berasal dari kolam air deras di sepanjang aliran sungai mengaliri air danau vulkanik itu.
Â
Produksi ikan itu masih aman untuk konsumsi masyarakat di Agam dan sebagian dipasarkan ke kabupaten dan kota di Sumbar, Riau, Jambi dan lainnya.
Â
"Harga ikan nila di pasaran saat ini mencapai Rp30 ribu per kilogram dan harga sebelumnya hanya Rp25 ribu per kilogram," katanya.
Â
Ia menambahkan, untuk ikan laut masih tersedia dan produksi tergantung dengan kondisi cuaca.
Â
"Apabila cuaca bagus, nelayan melaut untuk menangkap ikan dan apabila cuaca kurang bagus maka nelayan tidak melaut, sehingga berdampak dari produksi ikan air laut," katanya. (ant/nof)
Load more