News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

3 Anggota Polres Batu Bara Diduga Terlibat Kasus Pemerasan oleh Jaksa Batu Bara, Kapolres: Enggak Benar Itu

Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh EKT, oknum jaksa yang bertugas di Kantor Kejaksaan Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, ternyata menyeret 3 oknum kepolisian.
Senin, 15 Mei 2023 - 23:14 WIB
Kapolres Batu Bara, AKBP Jose DC Fernandez.
Sumber :
  • Jasa Manurung

Batu Bara, tvOnenews.com - Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh EKT, oknum jaksa yang bertugas di Kantor Kejaksaan Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, ternyata diduga menyeret tiga oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polres Batu Bara, Sumatera Utara.

Keterlibatan Aipda FZ yang bertugas di Satreskrim, Bripka DD dan Aipda DI yang bertugas di Satresnarkoba Polres Batu Bara, diamini oleh Thomy Faisal Pane, pengacara keluarga Sarlita. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Awalnya klien saya curhat kepada Aipda FZ yang kebetulan bertetangga, tentang anak klien saya yang ditangkap dalam kasus narkoba, setelah pertemuan itu, klien saya selanjutnya diajak bertemu dengan oknum Jaksa EKT di Kantor Kejari Batubara," kata Thomy kepada tvOnenews.com, Senin (15/5/2023).

Selanjutnya, menurut Thomy lagi, kliennya dijanjikan akan membantu kasus yang sedang terjadi dengan imbalan sebesar Rp100 juta, dan setelah dilakukan negosiasi disepakati menjadi Rp80 juta.

“Jaksa tersebut langsung mematok 80 juta rupiah, tapi oknum jaksa ini meminta DP atau uang muka sebesar 30 juta rupiah, sehingga membuat klien saya bingung karena tidak membawa uang saat itu," ujarnya lagi.

Keterlibatan Aipda FZ dan dua oknum polisi lain menurut pengacara ini adalah meminta uang sebesar Rp10 juta kepada kliennya, Surlita, namun hanya ada Rp8 juta dan uang itu diserahkan kepada Aipda FZ, gunanya untuk memecah berkas.

Namun saat Surlita menanyakan hal ini ke penyidik, mereka tidak menerima uang apapun dari Aipda FZ.

"Di penyidik ini juga klien saya diminta sepuluh juta, namun karena tidak punya uang tidak diberikan, namun mereka meminta uang sebesar tiga juta rupiah untuk melepas sepeda motor yang dipakai oleh tersangka RR, dan diberikan sebesar tiga juta rupiah oleh klien saya," jelas Thomy perihal keterlibatan ketiga oknum polisi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kapolres Batu Bara, AKBP Jose DC Fernandez, membantah keterlibatan tiga anggotanya dalam kasus jaksa yang diduga melakukan pemerasan ini.

"Enggak benar itu, dan kita sudah ambil keterangan semua, mana buktinya," ujar Kapolres Batu Bara menjawab pertanyaan tvOnenews.com, Senin (15/5/2023). (jmg/nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

178.897 Tiket Kereta Periode Mudik Lebaran 2026 dari Jakarta Sudah Habis Terjual

Sebanyak 178.897 tiket kereta api jarak jauh tercatat telah terjual selama periode menjelang Idul Fitri atau mudik Lebaran 2026 keberangkatan dari Jakarta.
Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Khatam Kultur Suporter Garuda, Pelatih Jepang Antisipasi Pemain ke-6 Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala Asia 2026

Jepang akan menjajal kekuatan Timnas Futsal Indonesia di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026). 
Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Kasus Anak Bunuh Diri, Komisi VIII DPR akan Panggil KemenPPPA dan Kemensos

Buntuk kasus anak bunuh diri di NTT, KemenPPPA diminta segera menyusun program perlindungan psikologis anak, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan di wilayah 3T.
Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT