GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mahasiswa Minta WNA Penganiaya Warga Simeulue Juga Dihukum Cambuk

Mahasiswa Minta WNA Penganiaya Warga Simeulue Juga Dihukum Cambuk
Senin, 22 Mei 2023 - 09:45 WIB
Risby Jones Bodhi Mani WNA asal Australia sedang di giring polisi di Mapolres Simeulue Aceh
Sumber :
  • Tim tvOne / chaidir

Simeulue, tvOnenews.com - Sejumlah pihak di Kabupaten Simeulue Aceh, kini mulai mempertanyakan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Risby Jones Bodhi Mani seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, karena hingga saat ini belum juga masuk meja hijau.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, sejumlah warga juga mempertanyakan kenapa pelaku penganiayaan tersebut tidak di cambuk, padahal pelaku telah mengaku mabuk dengan cara minuman keras sebelum melakukan pemukulan terhadap sejumlah warga di kawasan Moon Beach Resort.

 

 

Hal tersebut di pertanyakan oleh seorang aktivis mahasiswa Simeulue Aceh Wiwin Hendrolia, menurutnya selain sanksi pidana pelaku Warga Negara Asing (WNA) asal Australia tersebut seharus juga harus di cambuk sesuai dengan qanun Aceh, karena telah dengan sengaja menimum minuman keras atau khamar.

 

"Berdasarkan Qanun Aceh nombor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, yang didalamnya mengatur tentang pelaku Jarimah dan Uqubat. Dalam hukum jarimah salah satunya dijelaskan tentang minuman khamar, kenapa petugas tidak melakukan cambuk terhadap pelaku, kata Wiwin. Pada Senin (22/5/2023).

 

Menurut Wiwin, Qanun Aceh sudah jelas mengatur tentang hukuman bagi siapa saja menimum minum keras atau khamar maka harus di cambuk di depan umum, apalagi akibat pelaku mabuk telah melakukan penganiayaan terhadap warga.

 

"Dalam Qanun tersebut di atur terhadap pelaku jarimah khamar diancam denga cambuk 40 (empat pulu)kali. Dengan landasan hukum itu maka jelas-jelas WNA tersebut harus di cambuk karena telah meminum minuman berakohol," tegasnya.

 

Wiwin juga menambahkan, bahwa dalam kasus WNA tersebut tugas aparat penegak hukum syariat di Aceh akan di uji keadilannya.

 

"Kita ingin melihat apakah cambuk al gojo yang selama sangat keras kepada warga pribumi, juga akan berlaku pada warga asing, karena jika tidak ada keadilan jangan nanti salah warga jika sudah tidak percaya dengan Qanun Aceh," ujarnya.

 

Sebelumnya satu bulan lalu, publik Simeulue di hebohkan dengan prilaku seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia yakni Risby Jones Bodhi Mani mengamuk hingga memukul sejumlah warga di kawasan Moon Beach Resort Simeulue yang mengakitkan satu orang warga harus mengalami perawatan medis.

 

Untuk informasi, Risby Jones Bodhi Mani sendiri hingga kini masih di tahan di Polres Simeulue Aceh dengan status sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Kami berharap, Qanun Aceh sebagai keistimewaan bisa di tegakan tanpa panda bulu, siapa itu jika sudah menginjakan kaki di Aceh, harus patuh pada peraturan yang berlaku," pungkasnya. (Kha/Fhr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Pemerintah berencana melakukan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Ketua PWNU Jateng, Gus Rozin membantah Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati milik Kiai Ashari, tersangka kasus pencabulan santriwati bagian dari NU.
Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Tabir di balik aksi pembegalan sadis yang menimpa seorang pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. 
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Rencana evaluasi besar-besaran aktivitas tambang di Kabupaten Bogor oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. 

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT