News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kue Ombus-ombus Jajanan Khas Suku Batak, Kini Semakin Sulit Ditemukan

Ombus-ombus ini merupakan kue tradisional khas suku Batak yang berasal dari Kota Siborong-borong, Tapanuli Utara. Karena banyaknya masyarakat suku Batak yang tinggal
Senin, 10 Juli 2023 - 12:12 WIB
Kue Ombus-ombus, Jajanan Khas Suku Batak
Sumber :
  • Tim TvOne/Zulfahmi

Medan, tvOnenews.com – Warga Medan, Sumatera Utara mungkin sudah tidak asing lagi dengan jajanan khas satu ini. Bentuknya yang kerucut, dibungkus menggunakan daun pisang, berbahan dasar tepung beras dengan lumuran gula aren di tengahnya ini dikenal dengan sebutan Ombus-ombus.

Ombus-ombus ini merupakan kue tradisional khas suku Batak yang berasal dari Kota Siborong-borong, Tapanuli Utara. Karena banyaknya masyarakat suku Batak yang tinggal di Kota Medan membuat jajanan kue satu ini sangat populer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biasanya Ombus-ombus cocok dinikmati saat pagi hari dengan keadaan Ombus-ombus yang masih panas ditemani secangkir kopi ataupun teh. Namun, ada juga yang mengkonsumsinya sebagai pengganti sarapan pagi.

Kue Ombus-ombus, Jajanan Khas Suku Batak

Seperti halnya Ani, salah satu penggemar Ombus-ombus di Kota Medan. Dia mengaku saat ini ombus-ombus sudah sangat sulit ditemui di Kota Medan. Biasanya hampir setiap pagi ia membeli ombus-ombus di warung-warung kue ataupun pasar saat hendak berbelanja, namun saat ini sudah tidak dijajakan lagi. 

Menurutnya, jajanan yang dikenal dengan sebutan ombus-ombus ini sangat sulit ditemui karena keberadaanya yang kalah dengan jajanan modern seperti sekarang ini.

“Ombus-ombus ini makanan kami orang Batak, kalau dahulu jajanan kami, sarapan kami ya inilah. Kalau makan ini pagi-pagi sudah kenyang tidak perlu makan nasi lagi. Dimakan pas masih panas-panas makanya enak apalagi pakai teh manis kan. Kalau orang-orang tua dahulu makannya sambil minum kopi", ucap Ani.

Untuk mengobati kerinduannya pada jajanan satu ini, Ani biasa membuatnya pada momen-momen acara di rumahnya seperti syukuran maupun acara lainnya.

"Harganya tidak mahal ombus-ombus ini tapi kalau sekarang dicari sudah jaranglah ada yang jual, mungkin pun sudah memang tidak ada yang jual di Medan kita ini. Dahulu nyari ombus-ombus ke pajak (pasar) banyak yang jual, di kede (warung) kue banyak kalau sekarang mana ada, yang ada kue risol, cup cake yang coklat warna warni itu, bolu-bolu yang berwarna warna tak cocok di lidah kita,” ucap Ani warga Medan Perjuangan kepada tvonenews.com. Senin (10/07/2023).

Diakuinya, untuk membuat ombus-ombus tidak sulit, bahan-bahan yang digunakan pun juga mudah diperoleh dan tentunya terjangkau.

“Kalau mau buatnya mudah kok, yang dibutuhkan pun bahannya banyak dijual di pajak (pasar). Jadi kalau lagi pingin ombus-ombus tinggal buat aja, kalau dicari yang jual pun enggak ketemu. Misal ada acara wirid mamak mamak pengajian kan ya sudah kita buat, kalau ada acara syukuran apa gitu atau acara lamaran kita buat ini kok,” ujarnya.

Disinggung mengenai penggunaan nama ombus-ombus pada jajanan tradisional ini, dia menceritakan dulunya orang-orang dari suku Batak saat menyambut tamunya, mereka sering menyuguhkan makanan ini dalam keadaan yang masih panas-panas.

Penggunaan istilah ombus-ombus ternyata memiliki arti tersendiri karena diambil dari bahasa batak yakni Ombus-ombus. Kata Ombus berawal dari mangombus yang artinya adalah meniup atau ditiup-tiup

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dahulu orang kita Batak kalau ada tamu mau datang itu makanan yang kita kasih ya Ombus-ombus, Kenapa Ombus-ombus, itu memang sudah kebiasaan dari sananya seperti itu. Pas datang tamu sudah masakla kan jadi masih panas-panas kita letak dipiring untuk kasih ke tamu makan.

Kalau alasan namanya kenapa Ombus-ombus itu dari bahasa Batak kitanya. Mangombus itu tapi biar singkat jadi Ombus-ombus, artinya sama hembus, kita tiup-tiup saat mau makan biar tidak panas kali dimulut. Kalau dingin dimakan bukan Ombus-ombus namanya,” sebutnya. (zul/haa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Putin Berkunjung ke Pulau Etorofu, Jepang Protes Keras

Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Etorofu, Kamis, memicu reaksi keras dari Tokyo. Pasalnya, pulau itu juga diklaim Jepang terkait dengan posisi pulau-pulau tersebut yang berada di lepas pantai Pulau Hokkaido, Jepang.
Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Akui Kerusuhan Kerap Terjadi di Titik Penting Indonesia, Presiden Prabowo Ingatkan Rakyat Soal Ini

Presiden RI, Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak lengah membaca sejarah tentang berbagai tantangan yang pernah dihadapi Indonesia sejak meraih kemerdekaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.

Trending

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Lisa Mariana Ngamuk Namanya Dikaitkan Lagi dengan Ridwan Kamil, Singgung Dugaan Upaya Pembungkaman

Lisa Mariana Ngamuk Namanya Dikaitkan Lagi dengan Ridwan Kamil, Singgung Dugaan Upaya Pembungkaman

Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT