News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tragis, 3 Anak Menjadi Korban Gigitan Anjing Liar di Tanggamus Lampung

Tiga anak di Tanggamus, Lampung, diserang anjing liar. Salah satu korban mengalami luka parah. Penanganan medis yang lambat membuat kecewa keluarga korban.
Sabtu, 26 Agustus 2023 - 16:44 WIB
Bocah asal Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus, Lampung jadi korban gigitan anjing liar.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Puji

Tanggamus, tvOnenews.com - Tiga anak dari Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung menjadi korban gigitan anjing liar dengan nama Zerina Aqila (1,5 tahun) yang merupakan warga Pekon Sri Kanton, Kecamatan Semaka, Tanggamus.

Dua korban lainnya adalah Alpi Febrian (2,5 tahun) dan Rafli (9 tahun), keduanya berasal dari Pekon Pardawaras, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (23/8/2023) sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, penanganan pasca insiden anjing yang menggigit ini menimbulkan ketidakpuasan pada salah satu korban.

Menurut Kani, ayah dari Zerina Aqila, korban gigitan anjing liar, dia merasa frustasi karena harus menunggu waktu yang cukup lama saat meminta penanganan untuk anaknya yang mengalami luka parah di Puskesmas Sukaraja, Semaka, Tanggamus.

Kani mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui nama perawat yang menangani anaknya. Yang membuat situasi semakin lambat adalah saat dia diminta untuk membeli baju baru bagi anaknya. Beruntungnya, seorang teman membantunya dalam hal ini.

Namun, ketika temannya pergi ke rumahnya yang cukup jauh untuk mengambil baju tersebut, adiknya datang dan membantu sehingga akhirnya baju dibeli di toko serba ada yang berjarak dekat dari Puskesmas. Hal ini memungkinkan anaknya mendapatkan penanganan medis.

Kani berpendapat, "Sebagai anggota masyarakat, saya berharap respons yang lebih cepat dalam menghadapi situasi darurat seperti ini yang melibatkan kesehatan seseorang."

Kani menjelaskan bahwa saat anaknya diserang oleh anjing liar ketika sedang bermain di halaman rumah. Saat itu, dia sendiri sedang di dalam rumah bersiap-siap untuk memandikan Zerina, karena istrinya sedang sakit.

Ketika tetangganya memberitahu tentang kejadian tersebut dengan berteriak, seorang tetangga yang masih remaja mencoba untuk membantu dengan melempar batu ke arah anjing tersebut, sehingga anjing tersebut melepaskan gigitannya.

"Saya tidak melihat langsung kejadian itu. Tetangga saya yang menyaksikan insiden ini dan dia langsung melempar batu ke arah anjing. Namun, anak saya juga berusaha melawan saat anjing tersebut menyerang," jelasnya.

Setelah mengetahui bahwa anaknya diserang oleh anjing liar, Kani segera membawa anaknya ke mantri desa untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Saya membawa anak saya ke mantri desa untuk membersihkan luka tersebut. Setelah itu, kami membawanya ke Puskesmas Sukaraja. Namun, di Puskesmas itulah kami merasa kecewa," ungkapnya.

Kani juga menceritakan bahwa pada pagi hari setelah insiden, mata anak keduanya tidak dapat dibuka karena mengalami pembengkakan. Namun, seiring berjalannya waktu, mata anaknya mulai bisa dibuka kembali.

Ayah dari korban juga mengungkapkan bahwa Zerina Aqila tidak menangis saat diserang oleh anjing liar. Saat ini, luka yang dialami oleh Zerina Aqila telah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis.

"Ironisnya, anak saya menangis setelah kami sampai di Puskesmas," katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa anjing liar tersebut sebelumnya tidak pernah terlihat di sekitar rumahnya dan tidak diketahui dari mana asalnya. Meskipun ada anjing di wilayah tersebut, mereka tidak pernah menyerang warga.

"Kami tidak tahu bagaimana anjing tersebut bisa masuk ke lingkungan ini. Biasanya, anjing-anjing di lingkungan sini tidak bersifat agresif," tambahnya.

Setelah insiden tersebut, warga sekitar berkumpul di rumah Kani dan berhasil menangkap anjing liar yang telah menggigit anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada malam harinya, warga berhasil menangkap anjing ini dan mengambil tindakan untuk menjaganya agar tidak membahayakan lagi," pungkasnya.

(puj/fna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Detik-detik Dua Pelajar SMP Tewas Mengenaskan di Alam Sutera, Diduga Dikejar Pelajar Membawa Sajam

Kedua pelajar ditemukan tergeletak tertelungkup di trotoar dengan kondisi luka di kepala. Masyarakat sekitar sempat mengerubungi kedua jasad tersebut.
Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026: Marc Marquez Raih Kemenangan Pertama di Sirkuit Mandalika!

Hasil Sprint Race MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober yang berhasil dimenangkan oleh sang juara bertahan, Marc Marquez.
Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bicara di Akun Resmi Lille, Calvin Verdonk Buka Suara Usai Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Calvin Verdonk tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia setelah membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

3 Shio Siap-siap Dibanjiri Rezeki pada 11 Oktober 2026, Peluang Karier dan Keuangan Terbuka Lebar!

Ramalan keuangan dan karier 12 shio besok, 11 Oktober 2026. Shio Naga, Monyet, dan Kuda berpeluang dibanjiri rezeki serta peluang baru.
Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 Memanas! Bos Aprilia Sadar Melawan Marc Marquez dan Ducati Tidaklah Mudah

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 kini berjalan semakin ketat dengan bangkitnya Marc Marquez dan Ducati.
Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Hidangkan Ayam Bakakak ke Investor Jepang, Kelakar Dedi Mulyadi: Kalau Dikasih Salmon-Sashimi Sudah Tidak Aneh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghidangkan kuliner khas Sunda saat menjamu para delegasi investor Jepang. KDM juga berbincang-bincang mengenai filosofi kebahagiaan dan ritme kerja antara orang Sunda dan orang Jepang.

Trending

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Klarifikasi Lengkap Kirana Larasati, Artis yang Tersandung Kasus Dugaan Penipuan Emas

Dua nama artis mencuat dalam kasus dugaan penipuan emas. Karina Larasati dan Jennifer Coppen diketahui telah memberikan keterangan atau klarifikasi hal terkait.
Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Jadi Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027, Ini Alasan Thanacha Sooksod Hijrah ke GS Caltex

Sama-sama mengisi slot pemain asing kuota Asia Liga Voli Korea, Thanacha Sooksod kini hijrah ke GS Caltex setelah tiga musim membela Korea Expressway Hi-Pass.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT