Pistol Milik Pria 'Koboi' Rekomendasi Kapolda, Polisi: Biasa Digunakan Perbakin
- Tim tvOne/Yoga
Marak pemberitaan beredarnya foto surat izin khusus senjata api dengan nomor: IKHSA/7589/VII/2023.
Tertera jelas surat izin khusus senjata api itu diberikan kepada Ruslan Sherl dan identitas senjata.
Diberitakan, foto yang beredar tertera Ruslan Sherl menjabat sebagai Direktur PT Abadi Bursa JRG. Dan beralamat atau bertempat tinggal di Jalan Willem Iskandar No 133 Indra Kasih, Medan Sumut.
Dalam surat izin itu, juga turut dijelaskan identitas senjata. Jenisnya, yakni pistol dengan merek Pindad kaliber 32.
Surat izin itu disebutkan merupakan rekomendasi Kapolda Sumut dengan nomor: R 135 VI YAN.2.7. Surat izin itu diterbitkan di Jakarta pada 18 Juli 2023 mencantumkan AN Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
Jenis pistol merek Pindad kaliber 32. Rek Kapolda Sumut, demikian tertulis dari surat izin itu.
Terkait itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi tvOnenews. Com Jumat 6 Oktober 2023 malam belum mengetahui soal surat izin yang beredar itu. Dia mengaku belum memonitornya.
"Saya belum monitor," kata Hadi, saat dikonfirmasi.
Sebuah video yang menunjukkan seorang pria melepaskan tembakan berkali-kali di daerah Kecamatan Percut Sei Tuan.
Video itu berdurasi 1 menit 29 detik. Terlihat ada keramaian di sebuah ruangan. Ternyata, di dalamnya sedang terjadi percekcokan. Ada pria yang tampak mengamuk.
Pria itu memegang pistol dan sempat melepaskan tembakan setidaknya tujuh kali ke udara. Pria itu mengenakan kaus dan celana panjang. Ada seorang wanita yang coba menenangkannya. Namun, diabaikan oleh pria itu.
Pria itu pun sempat mengatakan agar warga lain yang menyaksikan untuk memvideokannya dan menyebarluaskan. Selain itu, pria tersebut juga mengaku mendapatkan senjata api itu dari Kapolda. Namun, dia tidak memerinci Kapolda mana yang dimaksudnya.
"Video-video, sebarkan luas. Ini dari Pak Kapolda tahu nggak? Biar kalian tahu," sebutnya.
Pria itu diduga mengamuk karena didatangi oleh salah satu organisasi kelompok pekerja. Hal itu dipicu oleh pemecatan sepihak yang diduga dilakukan pria itu terhadap karyawannya. (ysa)
Load more