News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tiga dari 50 Imigran Rohingya di Aceh Timur Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Penyeludupan Imigran Gelap

Kepolisian Resort Kabupaten Aceh Timur, Aceh berhasil mengamankan tiga tersangka yang merupakan warga etnis Rohingya, Jumat (22/12). Penangkapan terhadap ketiga
Sabtu, 23 Desember 2023 - 17:01 WIB
Polisi hadirkan tiga tersangka imigran Rohingya saat konferensi pers
Sumber :
  • Tim tvOne/Ilham Zulfikar

Aceh Timur, tvOnenews.com - Kepolisian Resort Kabupaten Aceh Timur, Aceh berhasil mengamankan tiga tersangka yang merupakan warga etnis Rohingya, Jumat (22/12). Penangkapan terhadap ketiga etnis Rohingya tersebut diduga telah melanggar Undang-Undang tentang Keimigrasian.

Sebelumnya ketiga etnis Rohingya itu bersama 47 imigran lainnya bersandar di pelabuhan Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur pada minggu lalu. Usai mendapatkan pertolongan kemanusian oleh para warga serta pemerintah setempat, sebanyak 50 imigran tersebut dibawa ke daerah penampungan yang berada di Lhokseumawe.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sesampainya di Kota Lhokseumawe para imigran tersebut terpaksa balik kanan ke Aceh Timur atas dasar penolakan oleh warga. Hingga kini para imigran ditampung sementara di Lapangan Futsal ISC, Aceh Timur.

Sambil menunggu hasil koordinasi antara pemerintah dan UNHCR, Polres Aceh Timur melakukan penyelidikan terhadap beberapa imigran tersebut dan hasilnya polisi menemukan empat warga negara Bangladesh yang memiliki paspor keimigrasian.

Dari hasil penyelidikan Polisi melakukan pengembangan terhadap para imigran lainnya dan hasilnya polisi menangkap tiga imigran gelap Rohingya yang berperan sebagai tekong, asisten dan seorang masinis.

Kapolres Aceh Timur Akbp Andy Rahmansyah, menjelaskan masing-masing dari tiga imigran Rohingya itu bernama Sirajul Islam (41) nahkoda, Rubis Ahmat (42) asisten nahkoda serta Muhammad Amin (42) sebagai masinis.

“Ketiga tersangka ini merupakan penyebrang dari Bangladesh ke Aceh, Indonesia yang diduga dibantu oleh mafia besar antar negara agar para imigran tersebut sampai ke Aceh,” terang AKBP Andy Rahmansyah kepada tvOnenews.com

Agar bisa sampai ke Aceh, para imigran itu harus membayar 300 DK yang jika dirupiahkan mencapai Rp14 juta per kepala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pengakuan ketiga tersangka begitu, terus ada barang bukti lainnya yang dihilangkan oleh ketiga pelaku tersebut, yaitu berupa kapal, Hp satelit serta GPS,” tambahnya Kapolres Aceh Timur.

Kini ketiga pelaku diamankan di sel tahanan Polres Aceh Timur guna proses penyelidikan lebih lanjut, masing-masing dari ketiga pelaku dipersangkakan Pasal 120 ayat 1 dan (2) Undang-Undang Keimigrasian Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 KUHpidana dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. (izr/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masalah Keamanan, Duel Timnas Indonesia Kontra Yordania Berpotensi Dipindah ke Turki

Masalah Keamanan, Duel Timnas Indonesia Kontra Yordania Berpotensi Dipindah ke Turki

Media Timur Tengah turut mengulas kemungkinan bahwa pertandingan Timnas Indonesia melawan Yordania akan dipindah ke Turki. Sebelumnya, laga ini harusnya dilaksanakan di Amman, Yordania.
PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat

PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat

Melalui PNM Peduli, perusahaan menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus mendukung penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Ratusan Pebulutangkis Muda dari Berbagai Negara Ramaikan Ajang MilkLife Superliga Junior 2026 Sepanjang Pekan Ini

Ratusan Pebulutangkis Muda dari Berbagai Negara Ramaikan Ajang MilkLife Superliga Junior 2026 Sepanjang Pekan Ini

Turnamen bulutangkis junior beregu MilkLife Superliga Junior 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali berlangsung pada pekan ini.
Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting meninggal dunia. Dilansir dari berbagai sumber, Gindo pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh.
Menakar Standar Keselamatan dan Kemewahan Berkelas Kenegaraan Hongqi E-HS9

Menakar Standar Keselamatan dan Kemewahan Berkelas Kenegaraan Hongqi E-HS9

Berbekal rating lima bintang Euro NCAP 2025, Hongqi E-HS9 mengintegrasikan struktur bodi berkekuatan ekstra, teknologi bantu pengemudi, dan sistem pengaman baterai tingkat tinggi.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM yang juga CEO Liga Malaysia (MFL) ini memastikan para pemain tersebut tetap berstatus sebagai rakyat Malaysia setelah masa sanksi mereka resmi berakhir pada 1 November 2026 lalu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT