GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harimau Sumatera di Medan Zoo Mati Lagi, Pemerintah Dinilai Abai dan tak Terbuka, WALHI Sumut: Evaluasi Total!

Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara (WALHI Sumut) menyorot tajam kasus kematian harimau Sumatera di Medan Zoo yang terjadi berulang dalam waktu berdekatan itu.
Senin, 8 Januari 2024 - 07:02 WIB
Harimau Sumatera di Medan Zoo.
Sumber :
  • Iin

Medan, tvOnenews.com - Berita duka datang dari kebun binatang kesayangan warga Tanah Deli, Medan Zoo. Seekor harimau Sumatera bernama Nurhaliza alias Putri ditemukan mati pada akhir tahun 2023 lalu. Namun, kematian Nurhaliza tak terpublikasi dan terkesan ditutup-tutupi.

Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Utara (WALHI Sumut) menyorot tajam kasus kematian harimau Sumatera di Medan Zoo yang terjadi berulang dalam waktu berdekatan itu. WALHI Sumut menemukan adanya indikasi pembiaran terhadap pengelolaan kebun binatang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah tidak belajar dari pengalaman kematian harimau di Medan Zoo dan indikasi pembiaran. Dari peristiwa yang kesekian kali ini, patut bagi Pemerintah dalam hal ini pihak Dirjen KSDAE KLHK RI untuk mengevaluasi total pengelolaan Kebun Binatang Medan," kata Direktur WALHI Sumut, Rianda Purba saat dihubungi, Minggu (7/1/2024).

Rianda menilai, kematian harimau di Medan Zoo yang terjadi berulang dalam waktu dekat itu menandakan pengelolaan kebun binatang tersebut sangat lemah sehingga dibutuhkan evaluasi total. Selain manajemen yang profesional, Pemko Medan yang berwenang juga harus mengupayakan peningkatan anggaran yang cukup.

Berita duka dari Medan Zoo tersebut tiba-tiba saja baru diketahui setelah tahun baru 2024 berjalan seminggu. Begitu pun, pihak manajemen dan Pemko Medan pun hingga kini belum memberikan keterangan resminya. Kembali, WALHI Sumut meminta Pemerintah harus terbuka atas keadaan yang memilukan terhadap satwa-satwa di Medan Zoo.

“Pemerintah harus terbuka kepada publik alasan kematian satwa liar dilindungi tersebut. Kita menyangka bahwa peristiwa ini sebagai sikap abai dan pembiaran untuk meningkatkan perawatan, pakan, serta segala fasilitas infrastruktur Medan Zoo. Kita mau mendengar Medan Zoo menjadi pusat pengetahuan terhadap satwa, bukan pemakaman satwa," tandas Rianda.

Informasi kematian harimau Sumatera itu belakangan diketahui dari Balai Besar KSDA Sumut. Dalam keterangan tertulisnya, disebutkan bahwa Nurhaliza ditemukan mati pada 31 Desember 2023 sore.

"Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumatera bernama Nurhaliza alias Putri ditemukan mati pada tanggal 31 Desember 2023 sore pukul 16.48 WIB di Medan Zoo," terang Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Rudianto Saragih Napitu, semalam.

Diketahui, Harimau Sumatera bernama Nurhaliza ini merupakan harimau betina usia 9 tahun dengan bobot sekitar 50 kilogram. Menurut keterangan BBKSDA, terakhir dilakukan medical check up pada 14 November 2023. Disebutkan bahwa Nurhaliza mengalami gangguan paru, nafas tersengal-sengal dan bersuara.

Sejak April 2023, BBKSDA telah memantau Medan Zoo dan ditemukan fakta bahwa kebun binatang yang dikelola Pemko Medan itu belum memenuhi standar. Manajemen Medan Zoo kepada BBKSDA sebelumnya juga telah mengatakan bahwa operasional kebun binatang itu memiliki berbagai kendala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Manajemen Medan Zoo mengalami beberapa kendala dan kesulitan dalam operasional, sehingga hal-hal yang menjadi rekomendasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara belum mengalami kemajuan yang berarti," terang Rudianto.

Diketahui, Nurhaliza merupakan harimau ketiga yang mati dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Diberitakan sebelumnya, Erha yang juga harimau Sumatera mati pada November 2023 lalu. Tak lama, Avatar yang merupakan harimau Benggala menyusul kematian Erha. (iin/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tanggapi Putusan MK, Pramono Sebut Jakarta Tetap Ibu Kota Negara dan Pakai Nama DKI

Tanggapi Putusan MK, Pramono Sebut Jakarta Tetap Ibu Kota Negara dan Pakai Nama DKI

Pram menuturkan sampai hari ini Jakarta memang masih berstatus sebagai ibu kota negara. Selain itu, penggunaan nama DKI juga tetap melekat pada Jakarta.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Menanti PTDH karena Menipu, Polisi Pacitan Brigadir SA Ternyata Demosian Kasus Serupa di Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Menanti PTDH karena Menipu, Polisi Pacitan Brigadir SA Ternyata Demosian Kasus Serupa di Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Seorang anggota polisi Polres Pacitan berpangkat brigadir buron setelah diduga terlibat kasus penipuan puluhan juta rupiah dengan modus bisa membebaskan tahanan
KPK Periksa Mantan dan Ajudan Fadia Arafiq, Diduga Bantu Lakukan Penerimaan Gratifikasi

KPK Periksa Mantan dan Ajudan Fadia Arafiq, Diduga Bantu Lakukan Penerimaan Gratifikasi

KPK telah memeriksa dua saksi dugaan korupsi terkait benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan
Begini Penjelasan Ocha yang Dibantah Juri dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR, Berujung dapat Apresiasi dari DPR

Begini Penjelasan Ocha yang Dibantah Juri dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR, Berujung dapat Apresiasi dari DPR

Nama Ocha alias Josepha Alexandra menjadi viral seusai mengikuti cerdas cermat empat piral MPR. Begini penjelasannya
Nadiem Makarim Prihatin Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun di Kasus Chromebook: Orang Tak Bersalah Bisa Dipenjara

Nadiem Makarim Prihatin Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun di Kasus Chromebook: Orang Tak Bersalah Bisa Dipenjara

Nadiem Makarim mengaku prihatin atas vonis 4 tahun penjara terhadap Ibrahim Arief di kasus pengadaan Chromebook Kemendikbudristek.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Punya Julukan Baru dari Korea Usai Gabung Hyundai Hillstate

Tak Lagi Dipanggil Megatron, Megawati Hangestri Punya Julukan Baru dari Korea Usai Gabung Hyundai Hillstate

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea kembali menjadi sorotan besar media Korea Selatan. Kini, ia tak dipanggil Megatron, melainkan Veteran V-League.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT