GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Guru Honerer Datangi Gedung DPRD Medan, Wakil Ketua: 900 Lebih Guru Kita Perjuangkan Lulus P3K dan Diangkat PNS

Dalam kunjungan para guru-guru honorer langsung di terima Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala, dalam pertemuan itu, Rajudin mengatakan bahwa setiap honorer guru yang sudah bekerja selama 5 tahun mengabdi harus bisa diangkat PNS tanpa tes.
Senin, 8 Januari 2024 - 18:23 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala Bersama Puluhan Guru Honorer di gedung DPRD Kota Medan.
Sumber :
  • Zulfahmi

Medan, tvOnenews.com - Puluhan guru honorer status P dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Medan, beramai-ramai mendatangi gedung DPRD Kota Medan, Senin (8/1/2024) siang.

Kedatangan guru honorer tersebut tak lain hanya untuk menuntut agar mereka bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kunjungan para guru-guru honorer langsung di terima Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala, dalam pertemuan itu, Rajudin mengatakan bahwa setiap honorer guru yang sudah bekerja selama 5 tahun mengabdi harus bisa diangkat PNS tanpa tes.

Hal itu diungkapkan Rajudin Sagala secara tegas di ruangan serba guna Kantor DPRD Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, saat menerima puluhan honorer atau guru status P (Passing Grade) menuntut janji pengangkatan.

"Iya kita menerima audiensi guru honorer yang saat ini mereka sudah mengajar lebih dari 5 tahun di berbagai sekolah SD, SMP se-Kota Medan. Serta beberapa waktu yang lalu mereka melakukan tes dan sudah menjadi status P atau ambang batas," tegas Rajudin Sagala, kepada tvOnenews.com.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Partai Keadilan sejahtera (PKS) ini juga menjelaskan bahwa mereka yang tidak ada penempatan maka akan diupayakan ke Dinas Pendidikan Kota Medan, agar 900 lebih guru honorer tersebut benar-benar diangkat sebagai PPPK dan diangkat menjadi PNS sebagaimana pihaknya telah melakukan pertemuan.

“Golongan ini kita prioritaskan aktif selama ini mengajar dengan membuktikan SK selama 5 tahun itu langsung diangkat tanpa tes, sesuai data yang kita ketahui, di Kota Medan ini sebanyak 900 lebih guru honor dan nanti kita upayakan dan kita perjuangkan seluruh hak hak mereka para guru guru honorer tersebut," tegas Rajudin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, di ruangan yang sama, Ketua Forum Guru Status P Kota Medan, Merry Hasugian berharap ke depannya pertemuan tersebut tidak sia-sia dan apa yang mereka impikan selama ini bisa terwujud.

“Para guru-guru juga berharap segera direalisasikan NIP bersama kami, dan kami sudah lama mengabdi di sekolah-sekolah apalagi kami sudah berumur diangkat tanpa tes, itu yang kami mohonkan kepada bapak Rajudin Sagala," harap Merry, sembari meneteskan air mata. (zul/nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Prestasi membanggakan diraih oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat. 
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.

Trending

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Prestasi membanggakan diraih oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat. 
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT