TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin
- kolase tvOnenews.com/Youtube FHI Multimedia/ X @neVerAl0nely___
tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menyita perhatian publik.
Setelah pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo itu ditangkap polisi usai sempat buron lintas kota, berbagai pengakuan korban mulai bermunculan dan membuat masyarakat geger.
Berikut 3 fakta yang paling ramai disorot publik:
1. Dugaan Korban Disebut Bisa Capai 50 Orang
- Kolase tvOnenews.com / Youtube FHI Multimedia / X @neVerAl0nely___
Salah satu korban dengan nama samaran Tari mengungkap bahwa jumlah korban diduga tidak sedikit.
Pengakuan tersebut disampaikan dalam podcast milik Denny Sumargo bersama kuasa hukum korban.
Saat ditanya soal dugaan jumlah korban mencapai 50 orang, Tari membenarkan bahwa angka tersebut memungkinkan apabila seluruh korban berani berbicara.
“Kalau mau speak up semua ya, ada (50 korban),” ujar Tari.
Kuasa hukum korban, Ali Yusron, juga menyebut korban berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta hingga Kalimantan.
Menurut Tari, dirinya sendiri mengaku mengalami dugaan pelecehan berulang kali selama berada di pondok pesantren. Namun ia merasa sulit melawan karena keluarganya sangat menghormati sosok Kiai Ashari.
“Aku nggak bisa apa-apa soalnya Bapak juga percaya sama situ (Kiai Ashari), bapak juga ngurus di situ, bapak juga santri di situ,” tuturnya.
Baca selengkapnya: Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang
2. Gerak-gerik Kiai Ashari Disebut Sudah Lama Dinilai Janggal
- kolase Facebook/I Love Pati - YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Ayah salah satu korban mengungkap bahwa perilaku Ashari sebenarnya sudah lama dianggap tidak biasa oleh orang-orang di sekitar pondok.
Pria yang mengaku mengenal Ashari sejak sebelum pesantren berdiri itu menyoroti kebiasaan sang pengasuh yang disebut sering mengajak santriwati pergi pada malam hari.
“Gerak-gerik Pak Kiai menurut saya kurang pas. Yang diajak pergi malam kebanyakan santriwati atau wanita yang sudah berkeluarga,” katanya.
Ia juga mempertanyakan alasan Ashari yang disebut lebih sering meminta dipijat santriwati dibanding santri laki-laki.
“Kenapa yang disuruh memijat selalu santriwati, padahal di situ juga banyak anak santri laki-laki,” ujarnya.
Baca selengkapnya: Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari
Load more