News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kodim 0201 dan Bea Cukai Gerebek Pabrik Miras Palsu Terbesar di Medan, Sempat Terjadi Perlawanan

Baru-baru ini Kodim 0201 Medan bersama Bea Cukai Medan gerebek pabrik miras (minuman keras) ilegal di Jalan Kapten Sumarsono, Lingkunan 9, Helvetia Timur,
Kamis, 25 April 2024 - 21:55 WIB
Kodim 0201 dan Bea Cukai Gerebek Pabrik Miras Palsu Terbesar di Medan, Sempat Terjadi Perlawanan
Sumber :
  • tim tvOne - Wana

Medan, tvOnenews.com - Baru-baru ini Kodim 0201 Medan bersama Bea Cukai Medan gerebek pabrik miras (minuman keras) ilegal di Jalan Kapten Sumarsono, Lingkunan 9, Helvetia Timur, Kota Medan, Kamis (25/4/2024).

Dari pantauan tvOnenews.com, aksi penggerebekan itu sempat terjadi perlawanan dari pihak pemilik dan pekerja kepada petugas Kodim 0201 Medan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, perelawanan itu masih bisa dilumpuhkan pihak Kodim 0201 dan Bea Cukai Medan. 

Pasi Intel Kodim 0201 Medan, Mayor Inf Ifan katakan, penggerebekan ini berawal dari informasi dari masyarakat. 

"Jadi ada laporan masyarakat tentang beredarnya minuman keras (Miras) palsu dan diinfokan ada tempat penimbunan dan pabrik terbesar minuman palsu atau oplosan di Medan ini," ujar Myaor Inf Ifan. 

Maka dari itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan Bea Cukai Medan untuk menggerebek pabrik tersebut. 

Namun, sebelum lakukan penggerebekan, pihaknya dan bea cukai lakukan pengembangan dan penyelidikan.

"Kemudian, setelah itu ditemukanlah tempat gudang ini (pabrik miras palsu)," bebernya. 

Dia katakan juga bahwa diperoleh barang bukti botol, dan tempat penyulingan, serta pita cukai dan pelaku yang diamankan sebanyak tiga orang.

Kemudian ditanya soal berapa lama berdiri pabrik tersebut, ia katakan, bahwa semua ini masih tahap pengembangan. 

Sementara, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kota Medan, Muslyadi katakan bahwa pabrik ini sudah berdiri sejak setahun lebih. Namun berpindah pindah tempatnya dan ini masih diselidiki kembali. 

"Kemudian, kalau kita bicara miras palsunya, kalau dicek emang produk minuman ini palsu dana ada ciri ciri khusus," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetapi pita cukai yang dipergunakan ini asli, tetapi pita cukai digunakan bukan peruntukan untuk minuman tersebut, ini peruntukan untuk orang lain," lanjutnya menjelaskan. 

Di samping itu, kata dia, pihaknya sudah koordinasi ke perusahaan yang brandnya didupiklat oleh pemilik miras palsu, menyatakan bahwa minuman tersebut merupakan miras palsu. (wna/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polres Ketapang Ungkap Rangkaian Teror di Air Upas, Sejumlah Pelaku Ditangkap

Polres Ketapang Ungkap Rangkaian Teror di Air Upas, Sejumlah Pelaku Ditangkap

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang berhasil mengungkap rangkaian aksi teror yang meresahkan masyarakat Kecamatan Air Upas selama setahun terakhir.
Ekonom Apresiasi Peran Vital Buruh, Ajak Aksi Damai dalam May Day

Ekonom Apresiasi Peran Vital Buruh, Ajak Aksi Damai dalam May Day

Ekonom Dr. Surya Vandiantara menilai kontribusi buruh pada perekonomian Indonesia sangat besar. Sebab, tanpa ada buruh tidak akan ada aktivitas produksi.
Media Korea Sudah Curiga Alasan Shin Tae-yong Tak Benar-benar Tinggalkan Indonesia, Kini Jadi Penasihat Teknik

Media Korea Sudah Curiga Alasan Shin Tae-yong Tak Benar-benar Tinggalkan Indonesia, Kini Jadi Penasihat Teknik

Kabar mengejutkan datang dari sosok Shin Tae-yong yang kembali dikaitkan dengan Indonesia. Namun kali ini, perannya di luar dugaan publik. Media Korea kaget.
Kepala BGN Tetap Berikan Insentif Rp6 Juta ke Dapur MBG yang Tak Beroperasi, DPR Kesal: Sebuah Skandal!

Kepala BGN Tetap Berikan Insentif Rp6 Juta ke Dapur MBG yang Tak Beroperasi, DPR Kesal: Sebuah Skandal!

DPR RI kritik kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang tetap gelontorkan insentif kepada ribuan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski tidak beroperasi.
Sebelum Meninggal, Ayah Ahmad Dhani Pernah Banding-bandingkan Maia Estianty dengan Mulan Jameela, Apa Katanya?

Sebelum Meninggal, Ayah Ahmad Dhani Pernah Banding-bandingkan Maia Estianty dengan Mulan Jameela, Apa Katanya?

Dalam video wawancara, mendiang ayah Ahmad Dhani menuturkan bagaimana sikap dan sifat Mulan Jameela yang saat itu masih dikenal dengan nama panggung Wulan Kwok.
Mimpi 40 Tahun Jadi Nyata, Indonesia Mulai Bangun Kampung Haji Dekat Masjidil Haram

Mimpi 40 Tahun Jadi Nyata, Indonesia Mulai Bangun Kampung Haji Dekat Masjidil Haram

Ambisi besar Pemerintah Indonesia untuk memiliki fasilitas hunian mandiri bagi para jamaah haji di Arab Saudi mulai memasuki babak baru. 

Trending

Warga Bandung Jangan Terkecoh, Dedi Mulyadi Pastikan Plang Penutupan Jalan Diponegoro Tak Berlaku

Warga Bandung Jangan Terkecoh, Dedi Mulyadi Pastikan Plang Penutupan Jalan Diponegoro Tak Berlaku

Arus lalu lintas di kawasan Jalan Diponegoro, Bandung, dipastikan tetap berjalan normal meski sempat beredar kabar akan adanya penutupan akses jalan tersebut. 
Bantuan Hukum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jaga Keseimbangan Investasi dan Kearifan Lokal

Bantuan Hukum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Jaga Keseimbangan Investasi dan Kearifan Lokal

Bantuan hukum dorong pertumbuhan ekonomi daerah, jaga keseimbangan investasi asing dan kearifan lokal, DNT Lawyers hadir di Bali dukung iklim bisnis.
DPRD Jabar Ungkap Penyebab Asli Banjir di Bandung, Dedi Mulyadi Siapkan Strategi 'Tanaman Keras'

DPRD Jabar Ungkap Penyebab Asli Banjir di Bandung, Dedi Mulyadi Siapkan Strategi 'Tanaman Keras'

Fenomena banjir dan tanah longsor yang kian kerap menghantui wilayah Bandung dan sekitarnya mendapat sorotan tajam dari parlemen. 
Cerita Umroh Suleha, Lompat dari Jendela saat Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi: Badan Saya Gemetaran

Cerita Umroh Suleha, Lompat dari Jendela saat Tragedi Maut Tabrakan Kereta di Bekasi: Badan Saya Gemetaran

Umroh Suleha (50) menceritakan kejadian Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, beberapa hari lalu.
Polisi Ungkap Sopir Taksi Green SM Baru Tiga Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Polisi Ungkap Sopir Taksi Green SM Baru Tiga Hari Bekerja Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Polisi mengungkap hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap sopir taksi Green SM berinisial RRP yang mobilnya tertemper KRL dan diduga sebagai pemicu kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
Viral, Rekaman Video Call Wartelsuspas di Lapas Padangsidimpuan, Penyebaran Disebut Akibat Kelalaian Keluarga WBP

Viral, Rekaman Video Call Wartelsuspas di Lapas Padangsidimpuan, Penyebaran Disebut Akibat Kelalaian Keluarga WBP

Terkait beredarnya rekaman video call Wartelsuspas yang viral di media sosial Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT