GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tidak Miliki Dokumen, 20 Sapi Asal Jambi Ditolak Masuk ke Tanjungpinang

Sapi-sapi tersebut dikirim menggunakan kapal KM Cahaya Baru 01 dan telah tiba di Dermaga Pelantar KUD Tanjungpinang pada Senin (20/5/2024) yang lalu.
Jumat, 24 Mei 2024 - 14:31 WIB
Tidak Miliki Dokumen, 20 Sapi Asal Jambi Ditolak Masuk ke Tanjungpinang
Sumber :
  • Kurnia

Tanjungpinang, tvOnenews.com - Sebanyak 20 ekor sapi asal Pasir Panjang, Jambi ditolak masuk ke Kota Tanjungpinang dan dipulangkan ke daerah asal. Hal ini, lantaran puluhan sapi tersebut tidak memiliki dokumen karantina.

Sapi-sapi tersebut dikirim menggunakan kapal KM Cahaya Baru 01 dan telah tiba di Dermaga Pelantar KUD Tanjungpinang pada Senin (20/5/2024) yang lalu. Dari hasil pemeriksaan Balai Karantina Kepri Satuan Pelayanan (Satpel) Tanjungpinang, puluhan sapi itu ternyata tidak memiliki dokumen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sehingga, Balai Karantina Kepri terpaksa memulangkan 20 ekor sapi tersebut ke daerah asal, yakni Jambi, pada Kamis (23/5/2024) petang. Hal ini juga berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2019  dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2023.

"Dari kegiatan pemasukan sapi ini, ternyata tidak memiliki dokumen dari daerah asal. Sehingga dilakukan penolakan sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Kepala Satpel Tanjungpinang Balai Karantina Kepri, Dwi Sulistyono, Jumat (24/5/2024).

Ia menerangkan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Balai Karantina Jambi, untuk memeriksa kesehatan sapi-sapi tersebut. Menurutnya, puluhan sapi ini bisa dikirim kembali ke Tanjungpinang, jika sudah memiliki sertifikat kesehatan dan dokumen lainnya.

"Kalau memang sehat akan diberikan sertifikat kesehatan. Maka boleh dikirimkan ke sini lagi," tambahnya.

Dwi menambahkan, penolakan sapi yang tidak berdokumen ini merupakan upaya Balai Karantina dalam menjaga daerah Provinsi Kepri dari penyakit hewan karantina, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan lain sebagainya.

"Ini kehatian-hatian kita, jadi setiap lalulintas hewan harus dilengkapi dengan dokumen Karantina dan sertifikat kesehatan dari karantina," pungkasnya.

Sementara menurut pemilik sapi, Yani mengakui bahwa puluhan sapi pesanan salah satu peternak di Tanjungpinang itu memang belum memiliki dokumen dari Karantina Jambi. Sehingga, sapi-sapi itu sempat tertahan di atas kapal yang bersandar di Dermaga Pelantar KUD Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sedang menunggu dokumen dari karantina Jambi. Ada 20 ekor sapi,” kata Yani, pemilik sapi ditemui di Dermaga Pelantar KUD, Senin (20/5/2024) lalu.

Menurutnya jika dokumen dari Karantina Jambi sudah terbit, ia akan mengirimkan ke Kantor Satpel Tanjungpinang Balai Karantina Kepri untuk dilakukan bongkar muat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Prestasi membanggakan diraih oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat. 
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.

Trending

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Perekaman e-KTP Tertinggi Nasional, Jakarta Barat Diganjar Penghargaan Kemendagri

Prestasi membanggakan diraih oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat. 
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT