News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Modus Baru, Kurir Gunakan Pick Up Hidrolik untuk Menyimpan Sabu Seberat 16Kg

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkap Fadli (41) dan Armia(48), kurir sabu asal Aceh pada Selasa (1/2/2022) di jalan lintas Sumatera Palembang-Jambi, kilometer 59, Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Banyuasin
Rabu, 2 Februari 2022 - 15:36 WIB
Modus Baru, Kurir Gunakan Pick Up Hidrolik untuk Menyimpan Sabu Seberat 16Kg
Sumber :
  • Tim Tvone/Rizal

Palembang, Sumatera Selatan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkap Fadli (41) dan Armia(48), kurir sabu asal Aceh pada Selasa (1/2/2022) di jalan lintas Sumatera Palembang-Jambi, kilometer 59, Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Banyuasin.

Saat penyergapan, petugas menemukan sabu seberat 16 kilogram dikemas dalam plastik teh cina merk Guanying Wang, tergantung di atas roda belakang mobil pick up L300 warna hitam bernopol BG 8933 NQ. Untuk mengelabui petugas, mobil pick up yang digunakan pelaku juga mengangkut kelapa sawit asal Medan menuju Pelambang. Mereka berdalih, kelapa sawit tersebut merupakan pesanan pelanggan di Kota Palembang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan hasil interogasi terhadap salah satu tersangka Armia, mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang laki-laki bernama Sopian di Medan. Ia dan tersangka Fadli dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp100 juta bila berhasil mengantarkan sabu tersebut ke Palembang.

“Sabu yang diamankan 16 Kg bisa selamatkan sekitar 90 ribu lebih masyarakat akibat dampak buruk narkoba, kalau lihat pasarnya 1 Kg 2 M, maka bisa sekitat 32 miliar dari kasus ini yang kita tangani,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Toni Harmanto, Rabu (2/2/2022).  

Menurut Direktur Reserse Narkoba Kombes Heri Istu Hariono mengatakan, pengungkapan narkoba dari Aceh tersebut merupakan pengembangan kasus yang telah ditangani oleh BNNP. Sedangkan modus yang dijalankan oleh para pelaku terbilang unik, yaitu menggunakan mobil pick up yang telah dimodifikasi. 

“Tombol kita tekan hidroliknya kap mobil naik, ini modus baru sangat unik dua tersangka buat hidrolik di Medan upahnya Rp35 jt. Agak sulit kita temukan barang buktinya, karena ada tombol hidrolik dari mobil yang sudah dimodif. Tersangka mengaku disuruh warga binaan, sekarang lagi kita kejar,” tegas Heri. (Rizal/Wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Ia menegaskan hingga kini masih fokus menjalankan tugas yang diberikan partai sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.
Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Keputusan striker naturalisasi Timnas Indonesia Mauro Zijlstra berlabuh di Super League bersama Persija Jakarta mendapat apresiasi dari media asal Belanda.
Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Pembalap asal Monako yakni Charles Leclerc menunjukkan optimisme tinggi setelah dirinya menjajal mobil baru Ferrari SF-26 dalam uji coba F1 2026 di Barcelona.
Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada manajer Timnas Indonesia, Sumardji, berupa larangan 20 laga dan denda Rp324 juta setelah terbukti menyerang wasit usai laga kontra Irak.
Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan dokumen termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar terkait kasus Jeffrey Epstein diungkap. 
Fans Inter Milan yang Kehilangan 3 Jari Ternyata Bukan Pelempar Petasan ke Emil Audero, Pelaku yang Sebenarnya Sudah Ditangkap

Fans Inter Milan yang Kehilangan 3 Jari Ternyata Bukan Pelempar Petasan ke Emil Audero, Pelaku yang Sebenarnya Sudah Ditangkap

Fans Inter Milan yang melakukan pelemparan petasan kepada Emil Audero nyatanya masih remaja dan ditangkap polisi. Namun, dia bukan tersangka yang kehilangan tiga jari.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT