GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BKSDA dan Polda Sumsel Musnahkan 18 Opsetan Satwa Langka Dilindungi

Sebanyak 18 opsetan satwa langka dilindungi yang diserahkan dari masyarakat dimusnahkan oleh BKSDA Sumatera Selatan disaksikan langsung Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK).
Sabtu, 19 Maret 2022 - 02:19 WIB
18 Opsetan Satwa Liar Dilindungi Dibakar
Sumber :
  • Rizal

Palembang, Sumatera Selatan -  Sebanyak 18 opsetan satwa langka dilindungi yang diserahkan dari masyarakat dimusnahkan oleh BKSDA Sumatera Selatan disaksikan langsung Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK).

Sebanyak 18 opsetan satwa langkah serahan dari masyarakat dimusnahkan oleh BKSDA Sumatera Selatan disaksikan langsung Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca artikel detiknews, "18 Opsetan Satwa Langka Dimusnahkan, Penjual-Produsen Diburu Polisi" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5989970/18-opsetan-satwa-langka-dimusnahkan-penjual-produsen-diburu-polisi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/Sebanyak 18 opsetan satwa langkah serahan dari masyarakat dimusnahkan oleh BKSDA Sumatera Selatan disaksikan langsung Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK).

Baca artikel detiknews, "18 Opsetan Satwa Langka Dimusnahkan, Penjual-Produsen Diburu Polisi" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5989970/18-opsetan-satwa-langka-dimusnahkan-penjual-produsen-diburu-polisi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/Sebanyak 18 opsetan satwa langkah serahan dari masyarakat dimusnahkan oleh BKSDA Sumatera Selatan disaksikan langsung Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK).

Baca artikel detiknews, "18 Opsetan Satwa Langka Dimusnahkan, Penjual-Produsen Diburu Polisi" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5989970/18-opsetan-satwa-langka-dimusnahkan-penjual-produsen-diburu-polisi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/Sebanyak 18 opsetan satwa langkah serahan dari masyarakat dimusnahkan oleh BKSDA Sumatera Selatan disaksikan langsung Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK).

Baca artikel detiknews, "18 Opsetan Satwa Langka Dimusnahkan, Penjual-Produsen Diburu Polisi" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5989970/18-opsetan-satwa-langka-dimusnahkan-penjual-produsen-diburu-polisi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/Sebanyak 18 opsetan satwa langkah serahan dari masyarakat dimusnahkan oleh BKSDA Sumatera Selatan disaksikan langsung Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK).

"Secara bersama sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan serta kepolisian Polda Sumsel, melakukan pemusnaan Sebanyak 18 ekor Satwa dilindungi hasil awetan (opsetan), dalam operasi bersama yang dilakukan dalam kurun waktu lima tahun terakhir," Jelas BKSDA Sumsel pada Jumat (18/3/2022).

Adapun 18 opsetan satwa yang dilindungi tersebut yakni, empat ekor harimau Sumatera, satu ekor macan tutul, tiga ekor beruang madu, satu ekor macan dahan, delapan ekor kepala rusa dan satu kepala kambing hutan.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetika (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Indra Exploitasia mengatakan, permintaan pasar untuk satwa dilindungi saat ini masih tinggi.

"Sehingga, perburuan satwa liar masih banyak dilakukan,untuk memenuhi permintaan pasar," kata Indra kepada tvOnenews.com.

Sedangkan kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barat bahwa opsetan satwa tidak boleh dimanfaatkan di luar kepentingan pendidikan, peragaan, dan penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan. Di tambahkan Ujang Wisnu B arata, pemusnaan ini merupakan salah satu upaya penuntasan putusan hukum, terhadap kepemilikan ilegal satwa liar dan bagian nya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Opsetan satwa dari serahan masyarakat,dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat di manfaatkan," tegas Ujang.

"Kegiatan ini sendiri diharapkan dapat menjadi edukasi kepada masyarakat, serta kampanye untuk menurunkam kasus pemburuan dan perdagangan satwa liar yang ada di Sumatera Selatan. Dengan tidak adanya pasar untuk penjualan satwa yang dilindungi,diharapkan perburuan dapat berkurang sehingga ekosistem hutan dapat berjalan dengan baik." tambah Ujang. (rizal/ade)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK Ungkap Fadia Arafiq Beli Rumah Rp4 Miliar di Cibubur Sacara Cash

KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Kebakaran Melanda Rumah di Tambora Jakbar, Belasan Branwir dan 60 Personel Damkar Diterjunkan

Pengerahan personel besar-besaran dilakukan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat guna memadamkan api yang menghanguskan rumah di kawasan Tambora, Kamis (28/5) malam. 
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT