Presiden Instruksikan Penggunaan Genteng untuk Program 3 Juta Rumah, Ini Respon Pengrajin Lokal di Banyuasin
- tim tvOne/Andi Salani
Banyuasin, tvonenews.com – Presiden Prabowo Subianto menurunkan instruksi penggunaan genteng untuk program 3 juta rumah. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seluruh kepala daerah se-Indonesia yang digelar di Jawa Barat.
Instruksi itupun menjadi angin segar bagi para pengrajin dan distributor genteng di Tanah Air, termasuk di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kebijakan ini disambut positif oleh para pelaku usaha genteng tradisional yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan penjualan akibat maraknya penggunaan atap berbahan multiroof. Selisih harga yang cukup jauh membuat genteng kalah bersaing, terutama pada proyek perumahan skala besar.
Salah satu distributor genteng yang berlokasi di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan mengungkapkan, bahwa kondisi penjualan genteng saat ini masih lesu. Menurutnya, banyak pengembang lebih memilih multiroof karena dianggap lebih praktis dan murah.
“Penjualan kami turun drastis beberapa tahun terakhir. Genteng kalah bersaing dari multiroof, terutama soal harga. Tapi dengan adanya instruksi langsung dari Presiden, ini menjadi harapan baru bagi kami,” ujar Mandar, salah satu distributor genteng, Rabu(4/2/2026).
Ia menilai, kebijakan tersebut tidak hanya akan menghidupkan kembali roda ekonomi para distributor, tetapi juga berdampak besar bagi para pengrajin genteng lokal, mulai dari skala rumah tangga hingga industri kecil dan menengah.
Selain lebih ramah lingkungan dan tahan lama, genteng juga dinilai mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dibandingkan atap berbahan pabrikan. Oleh karena itu, kebijakan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi pengangguran.
Para pelaku usaha genteng berharap arahan Presiden ini segera ditindaklanjuti secara konkret oleh kementerian terkait dan pemerintah daerah, khususnya dalam pelaksanaan proyek perumahan rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
“Kalau benar-benar diterapkan di lapangan, kami optimistis penjualan genteng akan kembali meningkat dan usaha kecil seperti kami bisa bangkit lagi,” tutupnya. (Asi/wna)
Load more