GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Fenomena longsoran tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai memerlukan penanganan segera. Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Bambang Setiawan, menyarankan pengalihan aliran air permukaan sebagai langkah jangka pendek untuk memperlambat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Rabu, 4 Februari 2026 - 16:52 WIB
Foto udara suasana perkebunan milik warga yang amblas di jalan lintas Kecamatan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Selasa (14/1/2026). ANTARA FOTO/Abiyyu/Lmo/foc
Sumber :
  • Antara

Banda Aceh, tvOnenews.com Fenomena longsoran tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai memerlukan penanganan segera. Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Bambang Setiawan, menyarankan pengalihan aliran air permukaan sebagai langkah jangka pendek untuk memperlambat pergerakan tanah di lokasi tersebut.

Menurut Bambang, air permukaan yang melintasi area pergerakan tanah berpotensi mempercepat longsoran. Karena itu, pengalihan aliran air dinilai penting agar tidak melewati titik kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk menangani fenomena tersebut dalam jangka pendek, saya menyarankan agar aliran air permukaan dialihkan sehingga tidak melewati lokasi pergerakan tanah,” ujar Bambang di Banda Aceh, Rabu, menanggapi fenomena longsoran di Ketol.

Namun demikian, Bambang menegaskan bahwa pengalihan aliran air, termasuk penentuan lintasan alirannya, harus mempertimbangkan kondisi geologi di lapangan agar tidak memicu permasalahan baru di wilayah lain.

Lubang Raksasa Terus Membesar

Seperti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir masyarakat Aceh dihebohkan dengan longsoran tanah di Ketol, Aceh Tengah, yang membentuk lubang raksasa. Lubang tersebut awalnya berukuran kecil sejak awal tahun 2000-an dan terus bergerak secara bertahap sejak 2004.

Berdasarkan perhitungan tim geologi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, luas lubang kini telah melebihi 30 ribu meter persegi. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan pada 2021 yang tercatat sekitar 20.199 meter persegi, atau bertambah sekitar 10 ribu meter persegi dalam lima tahun terakhir.

Bambang menyebut, fenomena lubang raksasa di kawasan Ketol masih menjadi misteri dan memerlukan penelitian geologi lanjutan. Secara geologi, kondisi tersebut berpotensi mengarah pada fenomena sinkhole sebagai pemicu terbentuknya lubang besar.

Potensi Sinkhole dan Risiko Geologi

Ia menjelaskan, berdasarkan peta geologi lembar Takengon yang disusun Cameron dan rekan-rekannya pada 1983, kawasan tersebut tersusun atas formasi Sembuang berupa batu gamping atau batu kapur yang mengalasi batuan vulkanik satuan Lampahan di permukaan.

Di sisi lain, batuan vulkanik penyusun satuan Lampahan memiliki potensi longsor yang tinggi, terutama pada lereng yang curam.

“Permasalahan akan menjadi rumit jika fenomena sinkhole yang memicu munculnya lubang raksasa tersebut, karena penanganan teknisnya memerlukan upaya dan sumber daya yang jauh lebih besar dibandingkan longsor biasa,” kata Bambang.

Secara harfiah, sinkhole merupakan kondisi bawah permukaan yang terbentuk akibat pelarutan batu gamping selama periode geologis. Fenomena ini menyebabkan tanah dan material di atasnya amblas ke dalam rongga bawah tanah.

Bambang menambahkan, sinkhole umumnya terbagi dalam dua model, yakni runtuhan lapisan penutup (collapse) dan penurunan lapisan penutup (subsidence). Penelitian lanjutan diharapkan dapat memastikan mekanisme terbentuknya lubang raksasa di Ketol.

Ancaman Meluas ke Jalan Lintas

Berdasarkan analisis citra satelit pada 2015, 2021, dan 2025, Bambang menilai terdapat peluang lubang raksasa tersebut terus meluas.

“Citra satelit menunjukkan adanya perluasan lubang ke arah selatan atau mendekati jalan lintas kabupaten,” ujarnya.

Karena itu, selain pengalihan aliran air dan pemasangan rambu peringatan sebagai langkah jangka pendek, Bambang menekankan pentingnya kajian geologi komprehensif untuk penanganan jangka panjang.

“Upaya mitigasi teknis jangka panjang sebaiknya mengacu pada hasil penelitian geologi lanjutan agar mekanisme terbentuknya lubang raksasa ini dapat disimpulkan secara pasti,” katanya.

Kajian Sementara Dinas ESDM Aceh

Sebagai informasi, hasil kajian sementara Dinas ESDM Aceh menyebutkan bahwa pergerakan tanah di kawasan tersebut dipicu oleh material yang tersusun di atas tufa vulkanik dari Formasi Geureudong. Material ini bersifat lepas dan berpori, sehingga mudah menyerap dan menjadi jenuh air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, terdapat rembesan dan aliran air bawah tanah yang mengerosi material secara lateral. Saluran drainase yang meluap saat musim hujan turut membebani tanah, diperparah dengan kondisi tebing yang curam dan hampir tegak.

Faktor pemicu lainnya adalah curah hujan tinggi dan potensi gempa bumi yang dapat meningkatkan ketidakstabilan lereng di kawasan tersebut.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penunjuk Wasit Liga Italia Akui Dosa Federico La Penna yang Untungkan Inter Milan: Alessandro Bastoni Jelas-Jelas Diving

Penunjuk Wasit Liga Italia Akui Dosa Federico La Penna yang Untungkan Inter Milan: Alessandro Bastoni Jelas-Jelas Diving

Penunjuk wasit Liga Italia, Gianluca Rocchi, mengakui kesalahan Federico La Penna dalam laga Derby d’Italia. Inter Milan diuntungkan di laga kontra Juventus karena keputusannya.
Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ini Kronologi Lengkap Kasus dr Piprim: Dari Mutasi, Akun BPJS Ditutup hingga Pemberhentian

Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ini Kronologi Lengkap Kasus dr Piprim: Dari Mutasi, Akun BPJS Ditutup hingga Pemberhentian

Kronologi lengkap kisah dr Piprim yang dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin, mulai dari mutasi RSCM, lalu akun BPJS ditutup, hingga pelanggaran disiplin ASN.
Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 Berapa Kongzili, Apa Shio Tahun Ini, dan Mengapa Kalender Kongzili Penting Diketahui?

Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 Berapa Kongzili, Apa Shio Tahun Ini, dan Mengapa Kalender Kongzili Penting Diketahui?

Gong Xi Fa Cai 2026! Imlek 2026 berapa Kongzili? Simak penjelasan tahun 2577, shio Kuda Api, dan pentingnya kalender Kongzili.
Bangunan Roboh Saat Hujan Lebat, Warga Tewas Tertimbun di Salatiga

Bangunan Roboh Saat Hujan Lebat, Warga Tewas Tertimbun di Salatiga

Hujan deras yang turun sejak Minggu malam berujung tragedi di Kampung Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Senin dini hari (16/2/2026).
Empat Perumahan di Semarang Atas Dihajar Banjir Bandang Hingga Dua Meter

Empat Perumahan di Semarang Atas Dihajar Banjir Bandang Hingga Dua Meter

Intensitas hujan yang sedang hingga tinggi di wilayah Kota Semarang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir pada Senin (16/2/2026) dini hari.
Siapa Rudy Santoso? Pemain PSIR Rembang yang Dijatuhi Skorsing 3 Tahun Usai Kedapatan 'Remas' Alat Vital Wasit di Liga 4

Siapa Rudy Santoso? Pemain PSIR Rembang yang Dijatuhi Skorsing 3 Tahun Usai Kedapatan 'Remas' Alat Vital Wasit di Liga 4

Rudy Santoso, pemain sekaligus kapten PSIR Rembang jadi sorotan fans sepak bola usai lakukan tindakan tak terpuji setelah meremas alat vital wasit di Liga 4.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Persija Jakarta Menang! Performa Mauro Zijlstra Malah Jadi Sorotan Serius

Persija Jakarta Menang! Performa Mauro Zijlstra Malah Jadi Sorotan Serius

Asisten pelatih Persija Jakarta Ricky Nelson memberikan komentarnya terkait debut Mauro Zijlstra pada laga pekan ke-21 Super League 2025/2026.
Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Termasuk Jay Idzes, Tiga Penggawa Kasih Kabar Baik

Hasil Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Termasuk Jay Idzes, Tiga Penggawa Kasih Kabar Baik

Ada tiga penggawa Timnas Indonesia yang memberikan kabar baik dari aksinya bersama klub-klub pada Minggu (15/2/2026) kemarin. Salah satu di antaranya adalah Jay Idzes.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT