BMKG Imbau Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Barat Aceh Akibat MJO
- tim tvOne/Antara
Meulaboh, tvOnenews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat di wilayah barat selatan Aceh agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi selama dua hari ke depan, karena menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang.
“Karena adanya dinamika atmosfer, mempengaruhi kondisi cuaca di barat selatan Aceh, yaitu aktifnya Madden Julian Oscillation atau MJO di wilayah Provinsi Aceh,” kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya Aceh, Rijal Sains Fikri, Jumat (20/2/2026).
Madden Julian Oscillation adalah fenomena gelombang atmosfer tropis yang bergerak ke timur sepanjang garis ekuator, melintasi Samudera Hindia hingga Pasifik dalam siklus 30-60 hari.
MJO membawa fase basah (peningkatan hujan) dan kering, secara signifikan memengaruhi cuaca di Indonesia, khususnya saat melewati benua maritim (fase 3-5). Saat MJO fase aktif (basah) melintas, terjadi peningkatan drastis curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Rijal Sains Fikri mengatakan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah ini selama dua hari ke depan, juga disebabkan adanya konvergensi (penumpukan massa udara) di barat selatan Aceh yang menyebabkan masa udara awan konvektif banyak di wilayah Provinsi Aceh.
Akibat fenomena tersebut, juga menyebabkan adanya potensi angin kencang pada sore hingga malam hari yang di sertai hujan.
Ia menyebutkan, potensi hujan dan angin kencang diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah barat selatan Aceh hingga Sabtu atau Minggu (21-22/2) mendatang.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat di sertai angin kencang, karena bencana ini dapat menyebabkan pohon tumbang, dan potensi bencana tanah longsor bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.
“Sedangkan untuk prakiraan tinggi gelombang di wilayah barat selatan Aceh, sepanjang Jumat masih normal dengan ketinggian berkisar antara satu hingga dua meter,” kata Rijal Sains Fikri. (Ant/wna)
Load more