GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

TPP Dipangkas, Ribuan PPPK Muara Enim akan Gelar Aksi Demo Besar-besaran

Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Muara Enim ancam akan menggelar aksi demo besar-besa
Jumat, 6 Maret 2026 - 17:01 WIB
Suasana pelantikan PPPK Muaraenim beberapa waktu yang lalu.
Sumber :
  • tim tvOne/Kiki Habibi

Muara Enim, tvOnenews.com - Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Muara Enim ancam akan menggelar aksi demo besar-besaran atas rencana pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tahun 2026 oleh Pemkab Muaraenim, Jumat (6/3/2026).

Rencana demo besaran-besaran tersebut akan dilakukan guna meminta keadilan, kesetaraan dan transparansi Pemkab Muaraenim dalam pemberian TPP terhadap pegawai, seruan rencana aksi demo tersebutpun viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepastian adanya pemangkasan tersebut setelah turunnya Keputusan Bupati Muara Enim No : 76/KPTS/BPKAD/2026 tanggal 12 Januari 2026 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai di Lingkungan Pemkab Muara Enim.

Dimana besaran TPP khusus PPPK untuk kelas jabatan 10 (dokter spesialis) Rp9 juta, jabatan 9 (dokter umum) Rp3 juta, jabatan 8 dan 7 Rp500 ribu, jabatan 6 Rp430 ribu, jabatan 5 Rp400 ribu, jabatan 1 Rp300 ribu, dan semua JF PPPK guru nonsertifikasi Rp500 ribu.

Sedangkan sebelumnya TPP Tahun 2025, untuk jabatan yang diduduki oleh ASN PPPK untuk jabatan 7 Rp2,3 juta, jabatan 6 Rp2 juta, jabatan 5 Rp1,7 juta dan jabatan 1 Rp678 ribu.

Atas kebijakan Bupati yang dinilai diskriminatif yakni hanya untuk ASN PPPK namun tidak berlaku bagi ASN PNS, memantik kekecewaan sehingga secara spontan beredar seruan secara terbuka  mengajak ribuan PPPK menggelar aksi guna menyikapi kebijakan TPP tahun 2026 yang dinilai jauh dari harapan.

Dalam seruan aksi tersebut, menargetkan sedikitnya 2.000 perwakilan dari total sekitar 8.000 PPPK di Kabupaten Muara Enim yang awalnya akan digelar pada Kamis 5 Maret 2026, namun terkendala izin di Polres Muara Enim yang mengharuskan menunggu 3 hari sejak izin dimasukkan ke Polres Muara Enim sesuai UU No 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Atas hal tersebut, kemudian rencana aksi besar-besaran tersebut diundur dan akan digelar pada Senin 9 Maret 2026 menyesuaikan UU No.9 tahun 1998 tersebut. 

Namun, dalam dinamika tersebut terdengar informasi ada tekanan dari beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik secara lisan maupun tertulis kepada tenaga PPPK, melarang untuk tidak menggelar aksi dengan ancaman yang mengarah pada pemecatan sebagai tenaga PPPK.

Salah satu PPPK yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa tujuan rencana akan digelarnya aksi tersebut guna ingin menyampaikan aspirasi dan meminta ketransparansian Pemkab Muaraenim.

"Di sini kami hanya ingin menyampaikan aspirasi diskriminatif tersebut, kami minta keadilan dan kesetaraan serta ketransparanan. Kalau kami PPPK setara PNS harusnya terbuka dan transparan sebab kita satu keluarga besar bukannya pemerintah anti kritik dan tertutup," ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan tidak populer ini, bukan persoalan semata soal angka nominal saja namun menyentuh aspek penghargaan atas kinerja. 

"Jika PPPK merupakan bagian integral dari ASN yang turut menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik tentu bukan hanya beban kerja serta tanggung jawab yang diemban yang setara tetapi TPP juga harus setara sesuai dengan jenjang dan jabatan," katanya.

Secara regulasi, lanjutnya, PPPK berstatus ASN sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang ASN.

"Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah disebutkan bahwa, besaran pembayaran TPP ASN atau tunjangan kinerja bagi ASN berdasarkan kelas jabatan tidak dibedakan pada kelas jabatan yang sama bagi PNS maupun PPPK," katanya.

Namun lanjutnya, dalam praktiknya, kebijakan teknis di daerah kerap memunculkan disparitas, terutama terkait penghasilan tambahan yang bergantung pada kemampuan fiskal masing-masing daerah.

"Kalau kita satu keluarga (PNS dan PPPK), tentu susah senang bersama. Jika dipangkas ya semuanya dipangkas secara proporsional, kalau memang ingin efisiensi. Jadi kami bukan menolak dipotong tetapi meminta keadilan, kesetaraan dan ketransparanan," pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah didampingi Kanit III Sat Intelkam Ipda Apriadi Amrullah saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa perwakilan PPPK yang akan melakukan aksi damai sudah mendatangi Sat Intelkam Polres Muara Enim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Surat pemberitahuan resminya belum kita terima, tapi saat ini masih dalam proses kelengkapan administrasi untuk koordinator aksi dan penanggung jawabnya agar bisa diterbitkan STTP," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim terkait tuntutan tersebut. Sedangkan publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah dalam menyikapi aspirasi ribuan PPPK yang berkeadilan, kesetaraan dan transparan. (Mkb/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer Liga Italia: Inter Milan hingga Juventus Berebut Tanda Tangan Alisson Becker yang Berpotensi Tinggalkan Anfield

Bursa Transfer Liga Italia: Inter Milan hingga Juventus Berebut Tanda Tangan Alisson Becker yang Berpotensi Tinggalkan Anfield

Masa depan Alisson Becker di Liverpool FC mulai menjadi bahan pembicaraan di bursa transfer. Kiper Brasil itu disebut berpotensi bakal meninggalkan Anfield.
Banjir Bandang Terjang Buleleng, Satu Warga Tewas dan Tiga Orang Hilang

Banjir Bandang Terjang Buleleng, Satu Warga Tewas dan Tiga Orang Hilang

Banjir bandang yang menerjang pemukiman warga airnya bercampur lumpur, batu, dan potongan kayu. Material banjir juga menutup beberapa akses jalan sehingga sempat menghambat proses evakuasi dan aktifitas warga desa.
Retaknya Hati Menpora Erick Thohir Dengar Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Kenang Seluruh Karya sang Penyanyi

Retaknya Hati Menpora Erick Thohir Dengar Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Kenang Seluruh Karya sang Penyanyi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir ikut berduka cita atas kepergian penyanyi Vidi Aldiano usai dinyatakan meninggal dunia, Sabtu, 7 Maret 2026.
Scudetto di Depan Mata, Chivu Peringatkan Inter Jangan Bersikap Pasif Lawan Milan

Scudetto di Depan Mata, Chivu Peringatkan Inter Jangan Bersikap Pasif Lawan Milan

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memperingatkan timnya untuk tetap menjaga identitas permainan mereka saat menghadapi AC Milan dalam derbi yang menentukan perebutan Scudetto Serie A 2025/2026, Senin (9/3/2026) dini hari.
Situasi Global Tak Menentu, Kapolri Sampaikan Pesan Penting untuk Masyarakat: Yakinlah Pemerintah Melakukan yang Terbaik

Situasi Global Tak Menentu, Kapolri Sampaikan Pesan Penting untuk Masyarakat: Yakinlah Pemerintah Melakukan yang Terbaik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melayangkan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan di belakang Presiden Prabowo Subianto. 
Media Jerman Tak Habis Pikir dengan Kevin Diks, Bek Timnas Indonesia Itu Dapat Rating dan Ulasan Buruk di Laga Kontra Bayern Munchen

Media Jerman Tak Habis Pikir dengan Kevin Diks, Bek Timnas Indonesia Itu Dapat Rating dan Ulasan Buruk di Laga Kontra Bayern Munchen

Media Jerman menyoroti penampilan Kevin Diks saat Borussia Monchengladbach kalah 1-4 dari Bayern Munchen. Bek Timnas Indonesia itu dinilai kewalahan dan hanya mendapat rating lima.

Trending

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Berduka

Kabar duka yang mengejutkan datang dari panggung hiburan Tanah Air. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Sabtu (7/3).
Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk Imbas Konflik Timur Tengah, Para Diaspora Berpotensi Absen di Ajang FIFA Series

Kekhawatiran muncul dari internal PSSI terkait potensi kendala perjalanan diaspora Timnas Indonesia jelang FIFA Series yang akan digelar pada akhir Maret 2026.
Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Media Belanda Tak Habis Pikir dengan Jay Idzes, Nilai Transfer Kapten Timnas Indonesia Meroket usai Tampil Sempurna di Serie A

Performa gemilang Jay Idzes di Serie A Italia mulai memancing perhatian banyak pihak, termasuk di Eropa. Media Belanda tak habis pikir lihat nilai transfernya.
2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

Kabar baik jelang FIFA Series 2026, dua pemain Timnas Indonesia Jay Idzes dan Emil Audero dilaporkan masuk radar Juventus usai tampil impresif di Liga Italia.
Di Depan Media Ajax, Maarten Paes Samakan Timnas Indonesia dengan Argentina: Sangat Gila

Di Depan Media Ajax, Maarten Paes Samakan Timnas Indonesia dengan Argentina: Sangat Gila

Maarten Paes mengungkapkan kebanggaannya membela Timnas Indonesia di media Ajax. Sebut atmosfer suporter di GBK dengan kegilaan fans sepak bola Argentina.
Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Pernah Diajak Shin Tae-yong TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Pemain Jerman Berdarah Sukabumi Ini Sempat Ikut Seleksi Persib Bandung

Persib Bandung sempat kedatangan mantan anak asuh Shin Tae-yong asal Jerman yang pernah ikut TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia jelang Liga 1 musim 2023 lalu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT