Lepas Rindu dalam Jeruji Besi, Warga Binaan Lapas Kelas Dua B Buka Puasa Bersama Keluarga
- tim tvOne/Andri Saputra
Pelajaran Hidup dari Balik Sel
Kepahitan serupa namun dalam balutan haru juga dirasakan oleh Ari Mardo (41). Momentum buka bersama tanpa sekat ini dianggapnya sangat bermakna. Sejak sebelum berbuka hingga menjelang azan Isya, Ari benar-benar meresapi waktu yang diberikan otoritas Lapas.
Warga binaan kasus narkotika dengan masa hukuman 4 tahun 3 bulan ini tak banyak bicara. Usapan tangan di kepala tiga buah hatinya serta pelukan hangat sang istri menjadi obat mujarab bagi perasaan gulana yang ia tanggung.
Ia berjanji, penderitaan ini akan menjadi pembelajaran berharga. "Baru kali ini saya benar-benar memahami soal hidup. Di sini saya sadar siapa teman dan siapa lawan, siapa yang sebenarnya tulus mencintai dan harus diperjuangkan," kata Ari yang mengaku terjerat narkoba akibat salah pergaulan.
Kisah lain datang dari Bima Setiawan (26). Warga binaan yang divonis 4 tahun 2 bulan atas kasus narkotika ini mengaku baru kali ini merasakan kehangatan yang begitu mengharukan selama dua tahun mendekam di sel. Momentum singkat ini seolah melepas dahaga kerinduannya terhadap anak semata wayangnya yang beranjak usia tiga tahun.
Dukungan Keluarga sebagai Kekuatan
Kalapas Kelas IIB Pariaman, Boy Irfan Arsla, mengungkapkan bahwa ruang berkumpul ini adalah wujud kepedulian antarsesama manusia. Ia memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat dukungan moral bagi warga binaan.
“Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus memperkuat tekad memperbaiki diri. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor terpenting yang mendorong warga binaan menjalani pembinaan dengan lebih baik,” ujar Boy Irfan.
Menjelang azan Magrib, suasana haru semakin kental terasa. Di Lapas yang kini dihuni oleh 590 warga binaan tersebut, percakapan hangat dan senyum yang terukir di wajah mereka mencerminkan satu hal: kerinduan yang mendalam untuk sejenak berhasil melampaui batas ruang dan waktu. (Asa/wna)
Load more