Anthony Leong Apresiasi Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Jaga Stabilitas Politik Jadi Fondasi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
- Istimewa
tvOnenews.com - Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anthony Leong, menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak akan dapat dicapai tanpa fondasi stabilitas politik yang kuat, kepastian regulasi, serta sinergi antara pemerintah dan dunia usaha. Hal tersebut disampaikannya dalam debat perdana calon Ketua Umum BPP HIPMI yang digelar di Jambi.
Dalam paparannya, Anthony menilai pertumbuhan ekonomi tidak bisa semata-mata dibangun dari optimisme angka makro dan target ambisius, tetapi harus didukung oleh kondisi politik yang stabil, keamanan investasi, dan kepercayaan pasar.
“Tanpa stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi 8 persen hanyalah angka. Investor membutuhkan kepastian, pelaku usaha membutuhkan konsistensi kebijakan, dan masyarakat membutuhkan rasa aman terhadap arah pembangunan nasional,” ujar Anthony pada keterangannya (10/5).
Anthony menjelaskan, sejarah menunjukkan bahwa negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi selalu ditopang oleh kondisi politik yang relatif stabil, koordinasi pemerintahan yang kuat, dan minim konflik horizontal maupun polarisasi elite.
Menurutnya, agenda besar pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo membutuhkan orkestrasi nasional yang solid, mulai dari kebijakan fiskal, industrialisasi, hilirisasi, investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal memperbesar angka PDB. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu lahir dari ekosistem yang sehat: politik stabil, birokrasi efisien, iklim investasi terjaga, dan dunia usaha mendapat ruang berkembang,” jelasnya.
Anthony juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, atas kontribusi mereka dalam menjaga keseimbangan politik nasional di tengah dinamika transisi pemerintahan dan tantangan global.
Menurut Anthony, kemampuan kepemimpinan yang mampu menjadi jembatan berbagai kepentingan nasional merupakan modal utama untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Kami harus mengapresiasi setinggi-tingginya Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Prof Sufmi Dasco Ahmad yang menjadi bridge of the nation. Jembatan politik untuk merajut kepentingan nasional. Kepemimpinan yang inklusif menjadi modal fondasi untuk capai pertumbuhan ekonomi 8 persen,” katanya.
Ia menyebut peran keduanya sebagai bridge of the nation, yakni figur yang mampu menjembatani berbagai elemen bangsa, mulai dari kepentingan politik, dunia usaha, hingga agenda pembangunan nasional.
Anthony menilai pendekatan politik yang menekankan persatuan dan kolaborasi jauh lebih produktif dibandingkan politik konfrontatif yang justru berisiko menghambat investasi dan mengganggu kepercayaan pasar.
“Pasar sangat sensitif terhadap instabilitas. Ketika politik gaduh, investor wait and see. Tapi ketika stabilitas terjaga, investasi bergerak, industri tumbuh, lapangan kerja tercipta, dan ekonomi ikut melaju,” tegas Anthony.
Lebih lanjut, Anthony menekankan bahwa HIPMI ke depan harus mengambil peran lebih strategis, tidak hanya sebagai organisasi pengusaha muda, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat agenda pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, pengusaha muda harus menjadi bagian dari solusi pembangunan melalui inovasi, penguatan UMKM, industrialisasi berbasis teknologi, serta ekspansi pasar global.
“HIPMI harus naik kelas. Kita tidak cukup hanya bicara networking dan organisasi, tetapi harus mampu melahirkan pengusaha-pengusaha yang relevan dengan agenda besar bangsa, termasuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujarnya.
Anthony juga menegaskan komitmennya membawa HIPMI menjadi organisasi yang lebih berdampak bagi kader dan ekosistem usaha nasional melalui semangat transformasi, kolaborasi, dan keberpihakan pada pengusaha muda daerah.
Dengan mengusung pesan kampanye "melaju bersama, berdampak nyata”, ia menilai HIPMI harus menjadi rumah besar pengusaha muda yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Debat perdana di Jambi menjadi momentum penting bagi para kandidat untuk menyampaikan visi besar terkait masa depan organisasi, penguatan peran pengusaha muda, serta kontribusi HIPMI dalam mendukung era pemerintahan baru menuju Indonesia yang lebih kompetitif dan berdaya saing global.(chm)
Load more