Bentrok Warga dan PT Bensuli Pecah Lagi di Subulussalam, Mobil Tangki Terobos Blokade hingga Komisaris Nyaris Diamuk Massa
- Rony
Subulussalam, tvOnenews.com - Bentrok kembali terjadi antara warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam dengan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) brondolan sawit PT Bensuli Salam Makmur, Selasa (21/4/2026). Kericuhan pecah setelah mobil tangki perusahaan menerobos blokade jalan yang dibuat warga.
Aksi saling dorong dan pelemparan batu pun tak terhindarkan. Warga yang marah memukuli serta melempari mobil tangki yang berusaha melintas dan kabur dari lokasi.
Dalam insiden tersebut, Komisaris PT Bensuli Salam Makmur, Hepi Bancin, disebut sempat menjadi sasaran amukan massa setelah diduga memerintahkan sopir tangki menerobos blokade warga. Bahkan, Hepi nyaris ditelanjangi di depan umum.
Beruntung, petugas keamanan perusahaan bersama aparat kepolisian dan TNI langsung turun tangan mengamankan situasi dan mengevakuasi komisaris perusahaan dari amukan warga.
Menurut salah seorang warga, Zaini, aksi pemblokiran jalan itu merupakan bentuk protes yang telah berulang kali dilakukan masyarakat akibat dugaan pencemaran limbah asap dan limbah cair dari PT Bensuli Salam Makmur selama tiga tahun terakhir.
“Rumah saya hanya seratus meter dari pabrik. Kalau mereka bekerja, asap dan debu pekat mengganggu pernapasan kami, sehingga aksi ini kami lakukan,” kata Zaini.
Ia mengaku warga telah berulang kali menyampaikan keluhan, termasuk meminta Wali Kota Subulussalam memediasi persoalan tersebut. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan antara warga dan perusahaan.
Warga bahkan meminta direlokasi atau dipindahkan apabila perusahaan bersedia mengganti rugi tanah dan rumah milik mereka.
“Dari tiga tahun yang lalu sampai sekarang tidak ada itikad baik perusahaan untuk menyelesaikan perkara kami ini. Bahkan Wali Kota dalam rapat menanyakan kepada perusahaan apakah keberatan membuat parit agar air limbah tidak mengalir ke lahan warga, namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” tambah Zaini.
Selain mempersoalkan polusi dan limbah, warga juga menuntut adanya santunan bagi masyarakat yang terdampak langsung dari aktivitas pabrik, serta meminta kejelasan tapal batas perusahaan dengan permukiman warga.
Karena belum ada titik temu, warga mengaku akan terus melanjutkan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Load more