News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Korupsi PUPR Muara Enim, JPU KPK Sebut 15 Anggota DPRD Minta Fee

JPU KPK menghadirkan tiga orang saksi, yaitu mantan kadis PUPR, mantan Kabid PUPR dan eks Kepala Bappeda, jadi saksi untuk 15 terdakwa anggota DPRD Muara Enim. 
Kamis, 2 Juni 2022 - 16:18 WIB
Sidang dugaan korupsi PUPR Muara Enim.
Sumber :
  • Tim tvOne/ Junjati

Dijelaskan Rikhi, untuk saksi Elfin keterangannya sama dengan keterangannya pada saat persidangan sebelumnya. Memang benar ada anggota DPRD Muara Enim yang meminta jatah uang fee dari 16 paket proyek yang dimenangkan oleh pihak kontraktor, Robby Okta Fahlevi. "Bahkan dari keterangan saksi, menyebutkan ada beberapa anggota DPRD yang meminta dengan cara memohon-mohon," jelas Rikhi.

Dijelaskan Rikhi ke 15 terdakwa ini menghubungi saksi Elfin untuk meminta jatah fee, dan semua ada dalam bukti chat Whatsapp. Disinggung mengenai adanya salah satu terdakwa yang meminta Ilham Sudiono yang pada saat perkara ini menjabat sebagai Ketua ULP untuk dijadikan tersangka, JPU KPK Rikhi mengatakan bahwa tugas JPU untuk menyidangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


”Kalau memang ada yang proses maka kami siap untuk menyidangkan. Namun, yang jelas dalam perkara ini, nama Ilham Sudiono selalu disebut dalam dakwaan melakukan secara bersama-sama," jelas Rikhi.


Rikhi juga mengatakan jika Ilham Sidiono sudah mengembalikan uang yang diterimanya atas fee proyek yang dimenangkan oleh Robby Okta Fahlevi. Adapun nama 15 terdakwa, Agus Firmansyah, Ahmad Fauzi, Mardalena, Samudra Kelana, Verra Etika, Daraini, Elsa Hariawan, Elison, Faizal Anwar, Hendly, Irul, Misran, Tjik Melan, Umam Fajri dan Wiliam Husin. (jpa/wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hujan Deras Selama 15 Menit Langsung Sebabkan Banjir 50 Cm di DI Panjaitan Jakarta Timur, Kontur Tanah Relatif Rendah Jadi Salah Satu Faktor Penyebab

Hujan Deras Selama 15 Menit Langsung Sebabkan Banjir 50 Cm di DI Panjaitan Jakarta Timur, Kontur Tanah Relatif Rendah Jadi Salah Satu Faktor Penyebab

Hujan deras yang mengguyur selama 15 menit menyebabkan banjir setinggi 40-60 cm di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026).
Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Respons Misbakhun Soal Namanya Disebut Jadi Calon Ketua OJK: Tidak Ingin Berandai-andai

Ia menegaskan hingga kini masih fokus menjalankan tugas yang diberikan partai sebagai Ketua Komisi XI DPR RI.
Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Media Belanda Puji Keputusan Mauro Zijlstra yang Pindah ke Persija Jakarta: Sebuah Langkah Signifikan

Keputusan striker naturalisasi Timnas Indonesia Mauro Zijlstra berlabuh di Super League bersama Persija Jakarta mendapat apresiasi dari media asal Belanda.
Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Betapa Bersemangatnya Charles Leclerc Sambut F1 2026 Bersama Ferrari, Usai Jalani Uji Coba di Barcelona Ia Mengaku...

Pembalap asal Monako yakni Charles Leclerc menunjukkan optimisme tinggi setelah dirinya menjajal mobil baru Ferrari SF-26 dalam uji coba F1 2026 di Barcelona.
Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

Resmi! FIFA Jatuhkan Sanksi Sangat Berat Kepada Sumardji, Dihukum 20 Laga karena Serang Wasit saat Timnas Indonesia Vs Irak

FIFA menjatuhkan hukuman berat kepada manajer Timnas Indonesia, Sumardji, berupa larangan 20 laga dan denda Rp324 juta setelah terbukti menyerang wasit usai laga kontra Irak.
Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan Dokumen hingga 18.000 Gambar terkait Kasus Jeffrey Epstein Diungkap, Wakil Jaksa Agung AS: Kami Tidak Lindungi Siapa-Siapa

Jutaan dokumen termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar terkait kasus Jeffrey Epstein diungkap. 

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT