Narkoba, Penyebab Sawit Rakyat di Sumut Rentan Pencurian Terorganisir Disertai Kekerasan
- Istimewa
Dampak pencurian tidak hanya berujung pada hilangnya hasil panen, tetapi juga memengaruhi operasional kebun, produktivitas, serta capaian target perusahaan.
Seorang pemanen sawit di Kebun Unit Usaha PTPN IV Regional 2, Zulfikar (38), mengatakan pencurian TBS membuat pekerja lapangan harus bekerja lebih keras untuk mencapai target panen.
“Sering kali kami datang ke blok yang seharusnya siap dipanen, tetapi sebagian buah sudah tidak ada. Akibatnya target panen sulit tercapai,” ujarnya.
Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, menyebut pencurian sawit menjadi salah satu tantangan yang mendapat perhatian khusus dari manajemen.
“Setiap tandan buah yang dicuri bukan hanya mengurangi produksi perusahaan, tetapi juga berdampak terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha,” kata Budi.
Sesuai arahan direksi, lanjut Budi, PTPN IV Regional 2 terus melakukan evaluasi dan memperkuat sistem keamanan melalui pembentukan tim khusus pemetaan wilayah rawan serta pemanfaatan teknologi.
Menurutnya, penanganan pencurian TBS memerlukan pendekatan komprehensif karena dalam sejumlah kasus pelaku bekerja secara terorganisir dan membekali diri dengan senjata.
“Karena itu kami terus memperkuat sistem pengamanan, meningkatkan patroli, memperbaiki pengawasan di titik-titik rawan, serta memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan masyarakat,” ujarnya.
Data PTPN IV PalmCo menunjukkan kerugian akibat pencurian TBS di Distrik Rayon Utara mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Distrik ini meliputi Kebun Kwala Sawit, Kebun Sawit Sebrang, Kebun Sawit Hulu, Kebun Batang Serangan, dan Kebun Air Tenang di Kabupaten Langkat.
Pada 2024, Distrik Rayon Utara kehilangan 27.405 kilogram TBS dengan nilai kerugian Rp84.297.780. Jumlah tersebut meningkat menjadi 215.509 kilogram pada 2025 dengan nilai kerugian Rp620.881.429.
Sementara sejak Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 219.700 kilogram TBS hilang dengan nilai kerugian mencapai Rp620.881.429.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, mengatakan hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya korelasi antara maraknya peredaran narkoba dan meningkatnya pencurian sawit di sekitar kawasan perkebunan.
“Kami melihat ada pola yang berulang di sejumlah lokasi. Ketika peredaran narkoba meningkat, gangguan keamanan termasuk pencurian hasil kebun juga cenderung meningkat,” ujar Arya.
Load more