News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akademisi: Perubahan Iklim Tantangan Multidimensi Ketahanan Pangan

Perubahan iklim menjadi tantangan multidimensi yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan ekosistem, serta penyediaan jasa lingkungan. Dampak tersebut turut memengaruhi produktivitas sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sekaligus meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap krisis pangan dan bencana ekologis.
Selasa, 30 Juni 2026 - 15:59 WIB
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Arida Susilowati. ANTARA/HO-dokimen pribadi
Sumber :
  • Antara

Medan, tvOnenews.com - Perubahan iklim menjadi tantangan multidimensi yang berdampak langsung terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan ekosistem, serta penyediaan jasa lingkungan. Dampak tersebut turut memengaruhi produktivitas sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sekaligus meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap krisis pangan dan bencana ekologis.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Arida Susilowati, pada Selasa (30/6/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Arida, meningkatnya suhu global, perubahan pola curah hujan, cuaca ekstrem, kekeringan, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta degradasi ekosistem menjadi faktor yang memperbesar ancaman terhadap ketahanan pangan.

Ia menjelaskan, dalam konteks ketahanan pangan, perubahan iklim tidak hanya berdampak pada penurunan produktivitas komoditas pangan akibat terganggunya musim tanam dan meningkatnya serangan hama serta penyakit, tetapi juga mengancam stabilitas pasokan, distribusi, dan akses masyarakat terhadap pangan yang aman dan bergizi.

Karena itu, ketahanan pangan harus dipandang sebagai bagian dari ketahanan ekosistem, di mana keberlanjutan sumber daya alam menjadi fondasi utama sistem produksi pangan nasional.

Arida mengatakan, Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 yang baru-baru ini digelar menekankan bahwa ekosistem hutan memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas iklim dan mendukung ketahanan pangan melalui berbagai jasa lingkungan yang dihasilkannya.

Menurutnya, hutan berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon, pengatur siklus hidrologi, pelindung daerah aliran sungai, penjaga kesuburan tanah, pengendali erosi, habitat keanekaragaman hayati, serta penyedia hasil hutan bukan kayu yang menjadi sumber pangan, obat-obatan, dan mata pencaharian masyarakat.

Ia menambahkan, degradasi hutan dan alih fungsi lahan tidak hanya meningkatkan emisi gas rumah kaca, tetapi juga menurunkan kapasitas ekosistem dalam menyediakan jasa lingkungan yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan.

Sarasehan tersebut juga menyoroti pentingnya penerapan Nature-based Solutions sebagai pendekatan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim secara simultan.

Pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi lahan kritis, restorasi gambut dan mangrove, konservasi keanekaragaman hayati, serta pengembangan sistem agroforestri dinilai mampu meningkatkan penyerapan karbon, memperbaiki kualitas lingkungan, menjaga ketersediaan air, sekaligus meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan rendah karbon serta memperkuat ketahanan sosial-ekologis di tingkat lokal maupun nasional.

Dari perspektif akademisi, Arida menilai perubahan iklim juga harus dipandang sebagai peluang untuk mentransformasi arah penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia mengatakan, perguruan tinggi perlu memperkuat riset transdisipliner yang mengintegrasikan kehutanan, pertanian, lingkungan, ekonomi, teknologi, dan kebijakan publik guna menghasilkan solusi yang aplikatif.

Menurutnya, penelitian tidak hanya diarahkan pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada inovasi yang dapat diadopsi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, seperti model agroforestri adaptif, rehabilitasi lanskap berbasis masyarakat, sistem peringatan dini kebakaran hutan, teknologi pemantauan karbon, serta pengembangan bioekonomi berbasis hasil hutan bukan kayu.

Arida menambahkan, perguruan tinggi juga perlu berperan sebagai penyedia bukti ilmiah (science-based policy) dalam mendukung penyusunan kebijakan nasional mengenai ketahanan pangan, pengelolaan hutan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT