Kontes Durian Dimanfaatkan Untuk Promosi Desa Wisata
- Antara
Kelekak adalah tradisi kearifan lokal masyarakat Babel, karena melalui kelekak bisa belajar sistem bertahan hidup, investasi dan cara bercocok tanam ramah lingkungan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Dalam pola berkebun tradisional, pemilik menanami lahan dengan berbagai jenis tanaman buah, tanaman obat dan pohon pelindung, dari pola ini leluhur mewariskan tata cara bercocok tanam yang baik untuk ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga kelestarian alam.
"Wisatawan akan betah tinggal di Desa Pelangas karena desa ini banyak potensi dan juga sudah kita tetapkan sebagai desa kerukunan dengan tingkat toleransi tinggi dan ini akan menjadi contoh bagi desa lain," kata Markus.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Kurniawan di Bangka Barat, mengatakan kontes durian yang dilaksanakan Desa Pelangas, Bangka Barat, Kamis, merupakan salah satu upaya nyata pemerintah agar durian lokal semakin dikenal di tingkat nasional, bahkan internasional.
"Selama ini masih banyak durian lokal yang tersebar di berbagai pelosok desa yang potensial menjadi durian unggul namun belum mendapatkan kesempatan, melalui kontes ini kita upayakan agar semakin dikenal sehingga nilai jual meningkat," katanya.
Pada kontes durian kali ini diikuti 52 peserta/varietas yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Babel, pihaknya mendatangkan juri profesional dan independen yang berasal dari kalangan akademisi, peneliti BRIN, praktisi durian nasional dan ahli pengawas benih tanaman UPTD Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (PSMB).(chm)
Load more