GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus PMK Meluas di Madina, Dinas Pertanian Mulai Kehabisan Stok Obat

Untuk mencegah PMK di Madina terus meluas, Dinas Pertanian Kabupaten Madina terus melakukan penyemprotan dan pengobatan sehingga stok obat-obatan mulai habis.
Kamis, 9 Juni 2022 - 10:51 WIB
Petugas dari Dinas Pertanian sedang memberikan vitamin dan antibiotik kepada hewan ternak milik warga.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Romulo

Mandailing Natal, Sumatera Utara - Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK di Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara terus meluas. Untuk pencegahan dan antisipasi, Dinas Pertanian Kabupaten Madina terus melakukan penyemprotan dan pengobatan sehingga stok obat-obatan mulai habis.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Madina, sebelumnya suspek PMK di Madina hanya sembilan kasus. Namun data terakhir menunjukkan peningkatan, yaitu sudah mencapai 16 kasus terdiri dari 13 ekor sapi dan 3 ekor kerbau. Sebaran kasus PMK tersebut juga meluas di beberapa desa di Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Utara. Terakhir kasus PMK ditemukan di Desa Pidoli, Kecamatan Panyabungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal, Siar Nasution, mengatakan pihaknya sudah melakukan antisipasi secara maksimal sebelum dan sesudah kasus PMK ditemukan di Madina. "Namun terdapat kendala, kurang kerja sama dan kesadaran peternak, kasus di Desa Rumbio bertambah, salah satunya akibat digabung mereka sapi yang terjangkit dengan yang sehat, ya tertular,” ungkap Siar Nasution.

Siar Nasution mengharapkan kepada para peternak agar disiplin melakukan pencegahan pada penyakit tersebut sehingga tidak merugikan peternak. "Harus ada kerja sama dan saling menjaga agar PMK bisa ditekan dan dikendalikan. Jangan mengeluarkan hewan ternak yang terinfeksi, diisolasi secara ketat dan diasingkan sambil diberi antibiotik dan vitamin,” jelas Kadis Pertanian.

Selain melakukan pengecekan terhadap hewan ternak yang masuk ke Madina, saat ini Dinas Pertanian terus melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang-kandang peternak. Dinas Pertanian juga memberikan vitamin dan antibiotik pada hewan ternak untuk pencegahan PMK.

Hal tersebut berdampak makin menipisnya stok obat-obatan di Dinas Pertanian. "Sudah beberapa minggu kita terus melakukan penyemprotan, pemberian vitamin dan antibiotik. Kita belum mendapatkan suplai obat-obatan dari provinsi sehingga kita khawatir akan kehabisan stok obat dalam satu minggu ke depan,” keluh Siar Nasution.

Sementara itu, untuk obat virus PMK hingga saat ini belum ada, namun Dinas Pertanian hanya bisa memberikan obat pertolongan pertama menyuntikan vitamin serta antibiotik. Kadis Pertanian juga menyampaikan agar masyarakat tidak panik dan khawatir terhadap penyakit hewan tersebut karena tidak menular ke manusia. "Meski demikian, hewan ternak yang terinfeksi PMK, daging hewan ini tetap bisa dikonsumsi warga, karena virus ini tidak menular ke manusia,” pungkas Siar Nasution. (rsr/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman Bocorkan 6 Pemain Diaspora Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada dari Jerman hingga Amerika Serikat

John Herdman mengungkap Timnas Indonesia sedang memantau pemain diaspora dari Jerman, Belanda, Australia hingga Amerika Serikat untuk masa depan skuad Garuda.
Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Penahanan Kiai Cabul Pati Dipindah ke Polda Jateng, 17 Saksi Sudah Diperiksa Polisi

Polisi memindahkan penahanan oknum kiai cabul, Ashari (51), pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati ke Polda Jateng dengan alasan keamanan.
Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jatim Gelar Baksos dan Bakkes untuk Ribuan Warga di Nganjuk

Polda Jawa Timur menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) di Balai Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Menunggu Deportasi, WN India Meninggal di Kantor Imigrasi Surabaya

Petugas menemukan SN dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 07.50 WIB saat melakukan pemeriksaan rutin di ruang detensi.
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional

Pihak SMAN 1 Sambas mengeluarkan pernyataan sikap yang salah satu poinnya meminta agar panitia lomba cerdas cermat (LCC) 4 pilar MPR untuk pulihkan nama baik.
Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Kabar Jay Idzes dari Sassuolo Bikin Timnas Indonesia Deg-degan Jelang FIFA Matchday Juni, Kondisinya Masih Dipantau

Jay Idzes masih masuk daftar evaluasi Sassuolo jelang laga kontra Lecce. Timnas Indonesia ikut menanti kondisinya sebelum tampil di FIFA Matchday Juni 2026.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT