GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

TNGL Musnahkan 300 Pohon Sawit Ilegal di Rembawaren Bahorok, Kembalikan 2-3 Hektare Hutan Leuser

Perjalanan menuju Blok Hutan Rembawaren, Resor Bahorok, bukanlah perkara mudah. Untuk menembus jantung SPTN Wilayah V Bahorok ini, tim harus melintasi jalur
Senin, 24 Agustus 2026 - 18:17 WIB
TNGL Musnahkan 300 Pohon Sawit Ilegal di Rembawaren Bahorok, Kembalikan 2-3 Hektare Hutan Leuser
Sumber :
  • istimewa

Sumut, tvOnenews.com - Perjalanan menuju Blok Hutan Rembawaren, Resor Bahorok, bukanlah perkara mudah. Untuk menembus jantung Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah V Bahorok ini, tim harus melintasi jalur berliku, medan terjal, serta bentangan vegetasi rapat khas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). 

Gemuruh arus sungai dan deru langkah kaki menjadi saksi bisu betapa terisolasinya kawasan penyangga kehidupan ini. Rasa lelah terbayar tuntas saat misi penting perlindungan hutan tersebut berhasil ditunaikan. Di balik rimbunnya belantara Leuser, suara tebasan penebangan pohon-pohon kelapa sawit yang ditanam secara ilegal terdengar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah III Stabat, Palber Turnip, S.P., M.H., didampingi Kepala SPTN Wilayah V Bahorok, Imelda Kamayanti Harahap, S.H., M.H., memimpin langsung aksi pemusnahan tanaman ilegal di areal tersebut.

Turut hadir mendukung kegiatan ini jajaran personel TNI, Polri, serta konsorsium mitra konservasi seperti Green Justice Indonesia (GJI), Orangutan Information Centre (OIC), dan Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL). Sebanyak kurang lebih 300 batang pohon kelapa sawit yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) seluas 2 hingga 3 hektare (dari total 8,5 hektare lahan terambah) dimusnahkan secara bertahap.

Palber Turnip menjelaskan, perambahan di areal ini sebenarnya merupakan jejak keterlanjuran masa lalu yang diperkirakan telah berlangsung selama belasan tahun. Luasnya bentangan kawasan TNGL serta keterbatasan jumlah personel di lapangan sempat menjadi celah luputnya pengawasan di masa lalu. Namun, berkat ketelitian patroli rutin dan koordinasi peta plotting kawasan, keberadaan kebun ilegal tersebut berhasil terdeteksi.

"Ketika petugas kita menemukan indikasi perambahan, kami langsung melakukan cross-check pemetaan. Terbukti masuk dalam kawasan TNGL, kami lantas mencari kediaman warga pengelola lahan tersebut. Kami lakukan pendekatan emosional dan sosialisasi hukum mengenai konsekuensi aktivitas ilegal di dalam taman nasional," ujar Palber Turnip di lokasi kegiatan.

Upaya edukasi persuasif itu membuahkan hasil manis. Tanpa perlu menempuh jalur hukum yang keras, warga secara sukarela dan penuh kesadaran menyerahkan kembali lahan tersebut kepada negara.

Langkah pemusnahan ratusan batang sawit ini merupakan tahap awal untuk memulihkan kembali (restorasi) ekosistem Leuser. Di atas tanah bekas perambahan tersebut, pihak TNGL bersama mitra telah mulai menanam kembali bibit-bibit tanaman eksotik khas hutan Leuser.

"Kegiatan hari ini adalah salah satu upaya nyata untuk mengembalikan fungsi Taman Nasional Gunung Leuser sebagai penyangga kehidupan, rumah bagi plasma nutfah, dan penopang keberlangsungan hidup manusia," tegas Palber.

Tidak berhenti pada pemusnahan, proses pemulihan hutan ini dirancang secara berkelanjutan. Ke depan, TNGL bersama mitra konservasi akan merawat tanaman restorasi secara aktif dengan merangkul warga sekitar, termasuk masyarakat yang dulunya sempat membuka lahan tersebut.

"Masyarakat mantan penggarap akan kita libatkan langsung dalam perawatan tanaman restorasi bersama mitra-mitra konservasi. Kita ingin mengubah paradigma dari merusak menjadi menjaga," tambah Palber.

Aksi pemulihan di Rembawaren ini juga membawa pesan tak tersirat yang sangat kuat bagi siapa saja yang berniat merusak kawasan konservasi. Ditegaskan Palber, ini menjadi warning (peringatan keras) kepada oknum-oknum yang mungkin berniat atau mencoba melakukan aktivitas ilegal dalam Taman Nasional, baik itu perambahan, illegal logging, maupun perburuan liar. 

"Kami bersama TNI, Polri, dan seluruh mitra konservasi tidak akan tinggal diam. Kami akan mengambil tindakan tegas, baik mitigasi penegakan hukum maupun upaya persuasif lainnya," ujar Palber menekankan.

Guna mencegah munculnya kasus 'keterlanjuran' baru di masa depan, jajaran TNGL dalam 10 tahun terakhir kian gencar mengintensifkan sosialisasi hingga ke tingkat dusun, desa, hingga pemukiman warga di perbatasan hutan.

"Kami selalu menganjurkan kepada masyarakat, sebelum membuka atau mengolah lahan di sekitar batas, tolong lakukan cross-check terlebih dahulu bersama petugas kami. Jangan sampai ada keterlanjuran baru yang merugikan masyarakat sendiri dan merusak benteng terakhir alam kita," pungkas Palber menutup pembicaraan di tengah keheningan hutan Rembawaren.

Kepala SPTN Wilayah V Bahorok, Imelda Kamayanti Harahap, S.H., M.H., menegaskan bahwa penertiban serta pemulihan kawasan perambahan bukanlah agenda sekali jalan, melainkan bagian dari kerja terstruktur yang konsisten.

"Kegiatan ini memang terus-menerus kita lakukan. Kami memiliki kegiatan patroli rutin yang dijalankan setiap bulan, mulai dari patroli perlindungan kawasan, patroli terestrial, hingga SMART Patrol yang kita gelar bersama para mitra," ujar Imelda di lokasi.

Melalui kombinasi strategi pengawasan modern seperti SMART Patrol (Spatially Monitoring and Reporting Tool), setiap pergerakan dan potensi ancaman di dalam kawasan dapat dipetakan secara real-time. Hal ini memudahkan tim di lapangan untuk mendeteksi dini perambahan sebelum dampak kerusakannya meluas.

"Dari kegiatan patroli terpadu tersebut, monitoring dapat kita lakukan secara rutin. Harapannya, melalui konsistensi kegiatan ini, kawasan dapat kami jaga dan lindungi semaksimal mungkin dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Bahorok," tambah Imelda optimis.

Langkah pengamanan di lapangan kian kokoh berkat pengawalan langsung dari jajaran Kepolisian. Di sela-sela patroli, perwakilan Kepolisian yang turut mendampingi memberikan pesan tegas mengenai perlindungan hukum kawasan serta pencegahan potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami sangat menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali merambah hutan. Ditegaskan juga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di dekat kawasan hutan, guna mencegah agar api tidak berkembang dan menjalar masuk ke dalam rimba," imbau perwakilan Kepolisian di lokasi.

Langkah proaktif jajaran BPTN Wilayah III Stabat dan SPTN Wilayah V Bahorok menuai apresiasi tinggi dari lembaga mitra konservasi. Green Justice Indonesia (GJI) menyampaikan dukungannya atas konsistensi pihak balai dalam mengklaim kembali (reclaiming) kebun-kebun ilegal serta memulihkan ekosistem Leuser.

"Green Justice Indonesia sangat mengapresiasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser yang secara proaktif terus melakukan reclaiming atas kebun-kebun ilegal dan menjalankan pemulihan kawasan," ungkap Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo.

GJI menekankan pentingnya penyelamatan kawasan inti TNGL sebagai langkah awal sebelum melangkah ke perlindungan ekosistem penyangga (buffer zone).

"Misi kami adalah pemulihan Ekosistem Leuser. Jika Taman Nasionalnya berhasil diselamatkan, kerja kita berikutnya adalah menyelamatkan kawasan penyangganya. Kerja keras ini tentu harus dimotori oleh Balai Besar, dan kami sebagai lembaga akan terus mendukung serta mengapresiasi tim dari Pak Turnip yang selalu proaktif menjaga Bahorok dan sekitarnya," pungkasnya menutup perbincangan di belantara Bahorok. (aag)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed, KPK Geledah Rumah Para Tersangka hingga Kantor Rektorat

Kasus Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed, KPK Geledah Rumah Para Tersangka hingga Kantor Rektorat

Juru bicara KPK menyampaikan bahwa penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga masih berkaitan dengan perkara korupsi di kampus Unsoed.
Rekap Hasil AVC Women's Continental 2026, Senin 24 Agustus: Thailand Hajar Timnas Voli Putri Indonesia Tanpa Ampun

Rekap Hasil AVC Women's Continental 2026, Senin 24 Agustus: Thailand Hajar Timnas Voli Putri Indonesia Tanpa Ampun

Rekap hasil AVC Women's Continental 2026 hari ini, Senin (24/8/2026). Timnas Voli Putri Indonesia dipaksa menelan pil pahit karena kalah telak dari Thailand.
Inter Milan Naik Level, 3 Pemain Inggris Bikin Nerazzurri Makin Berpeluang Pertahankan Scudetto

Inter Milan Naik Level, 3 Pemain Inggris Bikin Nerazzurri Makin Berpeluang Pertahankan Scudetto

Inter Milan mendapat suntikan tenaga baru pada bursa transfer musim panas 2026. Tiga pemain asal Inggris dinilai mampu meningkatkan kualitas skuad Nerazzurri.
Gelar Rakernas II, IPPAT Dorong Realisasi RUU PPAT

Gelar Rakernas II, IPPAT Dorong Realisasi RUU PPAT

Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP-IPPAT) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II IPPAT 2026 pada 23–25 Agustus 2026 di Tangerang, Banten.
Thailand Hajar Indonesia 3-0, Manajer Timnas Voli Putri Sebut Ada Perubahan Positif di AVC Women's Continental 2026

Thailand Hajar Indonesia 3-0, Manajer Timnas Voli Putri Sebut Ada Perubahan Positif di AVC Women's Continental 2026

Timnas Voli Putri Indonesia dipaksa tumbang dari Thailand di AVC Women's Continental 2026, tetapi kekalahan tersebut tidak sepenuhnya dipandang negatif. Manajer Garuda Pertiwi justru melihat adanya perubahan positif dalam permainan anak asuh Marcos Sugiyama.
Prabowo Instruksikan Pencegahan Karhutla di Jambi Terus Digencarkan Meski Kondisi Membaik

Prabowo Instruksikan Pencegahan Karhutla di Jambi Terus Digencarkan Meski Kondisi Membaik

Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar langkah-langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi tidak kendur, sekalipun titik api saat ini sudah mulai berkurang. 

Trending

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Bukan Diblokir, Polda Metro Jaya Ungkap Status Dana Rp80,9 Juta di Rekening AMPB Supriyono

Polisi menegaskan tindakan yang dilakukan penyelidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan permohonan penundaan transaksi terkait penyelidikan dugaan penghimpunan dana yang dikaitkan dengan kegiatan AMPB.
Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Viral Lylia dan Link Video 7 Menit "Kasir Minimarket" di X-Telegram, Fakta Terbarunya Ternyata Begini

Nama Lylia ramai dikaitkan dengan video viral kasir minimarket berdurasi 7 menit di TikTok, X, dan Telegram. Simak fakta terbaru dan risiko link palsu.
Pengakuan Wanita Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Namanya Orang Mabuk, Saya Enggak Sadar

Pengakuan Wanita Pelaku Tabrak Lari Maut di Surabaya: Namanya Orang Mabuk, Saya Enggak Sadar

Kelanjutan kasus kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, menemui titik terang. 
Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Pasar Bintara Terbakar, Puluhan Kios dan Lapak Pedagang Ludes Dilahap Api

Peristiwa kebakaran hebat terjadi di area kawasan Pasar Bintara, Kota Bekasi, tepatnya di depan Stasiun Cakung pada Minggu (24/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Polisi Ungkap Pemicu Debt Collector Masuk ke Dalam Mobil di Cengkareng: Ada Penunggakan Bayar Tiga Bulan

Polisi Ungkap Pemicu Debt Collector Masuk ke Dalam Mobil di Cengkareng: Ada Penunggakan Bayar Tiga Bulan

Polisi mengungkap penyebab debt collector berinisial ML alias E (30) yang diduga melakukan penganiayaan hingga memiting pengemudi mobil, saat melintas di SPBU Jalan Kamal Raya Ring Road, Cengkareng Barat, Jakarta Barat, pada Jumat (21/8).
Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Kebakaran Melanda Pasar Bintara Bekasi, Suami Pedagang Sedih Lapak dan Dagangan Hangus Dilahap Si Jago Merah

Suami pedagang perabot & seragam sekolah di Pasar Bintara, Kota Bekasi, Mulyanto sedih puluhan lapak dan kios termasuk milik sang istri ludes akibat kebakaran.
Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Video Viral Kasir Minimarket 7 Menit Terus Dicari, Benarkah Ada? Ini Bedanya dengan “Yank Uwes Yank Part 2”

Pencarian video viral kasir Minimarket 7 menit terus ramai. Simak fakta, pola penyebaran link, serta perbandingannya dengan isu “Yank Uwes Yank Part 2”.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT