Usai Terdampak Erupsi Gunung Sinabung, Jadwal Penerbangan di Bandara Kualanamu Kembali Normal
- tim tvOne/Ahmad Sukri
Deli Serdang, tvOnenews.com - Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali normal setelah sebelumnya mengalami gangguan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.Â
Erupsi yang terjadi sejak Senin (31/8/2026) menyebabkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan.
Sebelumnya, sebaran abu vulkanik membuat operasional penerbangan harus disesuaikan demi memastikan keselamatan penerbangan. Bahkan, pada Selasa (1/9/2026), aktivitas penerbangan di Kualanamu sempat dihentikan sementara sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik.
Berdasarkan laporan Muhamad Khitmat Hidayat, Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, menjelaskan pada Selasa malam (1/9/2026), sedikitnya 72 penerbangan dari dan menuju Kualanamu sempat terkendala sejak Senin. Selain pembatalan, sejumlah penerbangan juga mengalami penundaan dan penyesuaian jadwal pada rute domestik maupun internasional.
"72 jadwal itu terbagi, diantara nya 55 dibatalkan, 11 delay dan 5 realtime, sejak senin hingga selasa. Namun perhari ini, beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, sudah mulai membaik," ujar Muhamad Khitmat Hidayat, Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura, Selasa (1/9/2026).
Setelah kondisi sebaran abu vulkanik dinilai memungkinkan untuk kembali beroperasi, penerbangan di Kualanamu berangsur normal. Pihak pengelola bandara bersama maskapai dan stakeholder terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi udara serta perkembangan aktivitas Gunung Sinabung untuk memastikan operasional tetap aman.
"Akan terus kami update tentang bagaimana status penerbangan seperti apa langkah para calon penumpang pesawat agar tidak kecolongan," tambahnya.
Calon penumpang tetap diimbau mengecek status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Sebab, kondisi sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga penyesuaian jadwal penerbangan masih dapat dilakukan apabila kondisi kembali berisiko terhadap keselamatan penerbangan. (asr/wna)
Load more