News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Geruduk Polresta Bukittinggi, Massa dari UFDK Desak Kepastian Hukum dan Penangkapan Tersangka Kekerasan Kampus

Suasana di depan Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Bukittinggi mendadak riuh pada Kamis pagi. Ratusan sivitas akademika Universitas Fort de Kock (UFDK)
Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:17 WIB
Suasana demo di depan Mako Polresta Bukit Tinggi.
Sumber :
  • tim tvOne/Andri Saputra

Bukittinggi, tvOnenews.com - Suasana di depan Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Bukittinggi mendadak riuh pada Kamis pagi. Ratusan sivitas akademika Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi yang terdiri dari jajaran dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga perwakilan mahasiswa, turun ke jalan menggelar aksi damai.

Kedatangan gelombang massa akademisi ini bukan tanpa alasan. Mereka menuntut ketegasan, transparansi, serta keadilan dari aparat penegak hukum atas mandeknya penanganan sejumlah kasus kekerasan yang mencoreng dunia pendidikan tinggi di lingkungan kampus mereka sejak Juli lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UFDK, Dr. Nurhayati, mengungkapkan bahwa eskalasi massa sebenarnya nyaris tidak terkendali. Pihak rektorat awalnya mencatat ada rencana pengerahan massa besar-besaran yang melibatkan sekitar 2.000 orang peserta dari unsur internal kampus.

Namun, setelah melalui proses komunikasi dan dialog intensif bersama pihak kepolisian, pihak kampus akhirnya memilih jalur kompromi. Jumlah peserta aksi dipangkas drastis menjadi hanya 150 orang perwakilan guna menghindari potensi gesekan dan menjaga ketertiban umum di Kota Bukittinggi.

"Pihak rektorat menegaskan bahwa kehadiran kami hari ini sebenarnya juga untuk meredam potensi pergerakan massa mahasiswa yang sudah terlanjur berkumpul di kampus. Kami ingin proses ini berjalan damai namun tetap mendesak kepastian hukum," ujar Dr. Nurhayati saat memberikan keterangan di tengah-tengah aksi.

Dalam orasinya, sivitas akademika UFDK menyoroti lambatnya progres penanganan empat laporan dugaan kekerasan yang telah diserahkan kepada pihak berwajib. Berdasarkan data internal kampus, kepolisian tercatat baru menetapkan delapan orang tersangka dari dua laporan berbeda, masing-masing empat tersangka untuk kasus berinisial R dan I.

Kendati demikian, pihak kampus menilai langkah tersebut masih jauh dari kata tuntas. Pasalnya, dari total empat laporan resmi yang dilayangkan, baru separuhnya yang menunjukkan titik terang.

Ironisnya lagi, kasus utama yang melibatkan dugaan penganiayaan berat terhadap korban berinisial EN hingga detik ini justru belum menghasilkan satu pun penetapan tersangka. Kondisi inilah yang memicu kekecewaan mendalam di kalangan mahasiswa dan dosen, yang menilai proses hukum berjalan lamban dan diskriminatif.

Kasus kekerasan yang merambah institusi pendidikan tinggi kembali menjadi sorotan tajam publik. Dunia kampus yang seharusnya menjadi zona aman (safe space) bagi civitas akademika untuk menimba ilmu, berdiskusi, dan mengembangkan potensi diri, justru tercoreng oleh aksi-aksi kekerasan yang diduga melibatkan oknum-oknum tertentu.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dalam insiden ini meliputi, krisis kepercayaan pada penegak hukum, keterlambatan penetapan tersangka pada kasus utama (seperti kasus EN) menunjukkan adanya hambatan birokrasi atau lambatnya proses investigasi forensik kepolisian, yang berisiko merusak kepercayaan publik terhadap penegak hukum lokal.

Langkah proaktif yang diambil oleh Warek 1 Dr. Nurhayati bersama jajaran rektorat patut diapresiasi karena mampu menjembatani aspirasi mahasiswa sekaligus menjaga kondusifitas keamanan kota melalui pembatasan jumlah massa aksi.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk mengoptimalkan kinerja Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) serta kekerasan lainnya secara independen dan transparan.

Menutup rangkaian aksi damai tersebut, pihak rektorat UFDK memberikan ultimatum kepada jajaran Mapolresta Bukittinggi. Jika dalam waktu dekat seluruh laporan yang tertunda tidak segera direalisasikan termasuk penangkapan para tersangka dan kejelasan status hukum korban EN, pihak kampus memastikan tidak akan mampu membendung amarah massa.

Kampus berencana akan kembali turun ke jalan dengan mengerahkan gelombang massa yang jauh lebih besar, melibatkan ribuan sivitas akademika secara penuh, hingga tuntutan keadilan benar-benar ditegakkan di bumi Bukittinggi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Mapolresta Bukittinggi belum memberikan keterangan resmi lanjutan terkait desakan percepatan penanganan empat laporan kasus kekerasan kampus tersebut. (Asa/wna)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Para Pengamat Singapura Buka Suara Soal Kekalahan Memalukan The Lions dari Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Ini Mulai Mengkhawatirkan

Para Pengamat Singapura Buka Suara Soal Kekalahan Memalukan The Lions dari Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Ini Mulai Mengkhawatirkan

Kekalahan telak Singapura dari Malaysia menyisakan sorotan tajam dari sejumlah pengamat sepak bola lokal. The Lions dinilai masih memiliki pekerjaan besar.
BREAKING
NEWS
Syahganda Nainggolan Resmi Menjadi Kepala Bakom RI

Syahganda Nainggolan Resmi Menjadi Kepala Bakom RI

Pelantikan Kepala dan Wakil Kepala bakom ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang ditetapkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026.
Daftar 5 Pemain Timnas Indonesia yang Belum Dapat Menit Bermain di FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Saja?

Daftar 5 Pemain Timnas Indonesia yang Belum Dapat Menit Bermain di FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Saja?

Fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 usai, 18 pemain Timnas Indonesia sudah tampil. Namun, lima nama masih mencatat nol menit bermain di bawah asuhan John Herdman.
Hasil Latihan MotoGP Jepang 2026: Alex Marquez Beri Kejutan! Pecahkan Rekor Lap untuk Jadi yang Tercepat di Motegi

Hasil Latihan MotoGP Jepang 2026: Alex Marquez Beri Kejutan! Pecahkan Rekor Lap untuk Jadi yang Tercepat di Motegi

Hasil Latihan MotoGP Jepang 2026 yang baru saja merampungkan seluruh sesi di hari pertama, Jumat 2 Oktober yang berlangsung di Sirkuit Motegi.
Kondisi Ruang Ganti Singapura Usai Dipermalukan Malaysia 6-0 di FIFA ASEAN Cup 2026: Tidak Senang dan Penuh Emosi

Kondisi Ruang Ganti Singapura Usai Dipermalukan Malaysia 6-0 di FIFA ASEAN Cup 2026: Tidak Senang dan Penuh Emosi

Ruang ganti Timnas Singapura diliputi suasana emosional usai dipermalukan Malaysia. Pelatih Gavin Lee mengakui para pemain tidak senang dengan hasil tersebut.
Timnas Indonesia di Ambang Sejarah, Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun

Timnas Indonesia di Ambang Sejarah, Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Bisa Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun

Timnas Indonesia tinggal selangkah lagi mengakhiri puasa gelar 35 tahun. Juara FIFA ASEAN Cup 2026 bisa mengukir sejarah baru bagi Skuad Garuda di final.

Trending

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Media Vietnam Sentil Kemenangan Timnas Indonesia atas Bangladesh, Singgung Faktor Wasit

Timnas Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh 9-2. Namun, kemenangan tersebut mendapat sorotan media Vietnam yang singgung.
FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

FIFA Sepakat Aksi Gila Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Singgung Kemenangan Telak Malaysia

Menang telak 9-2 dari Bangladesh, Timnas Indonesia mengungguli saingan mereka, Malaysia yang juga menang 6-0 dari Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung dengan waktu yang berbarengan. 
Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Malaysia Desak FIFA Jelaskan Perubahan Tambahan Waktu Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Desakan FAM muncul setelah waktu tambahan yang semula hanya dua menit menjadi tujuh menit. Tiga tambahan gol pun tercipta di menit-menit terakhir pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Kronologi Keributan Pemain Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Berawal dari Ole Romeny hingga Selebrasi Shayne Pattynama

Timnas Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, laga di SUGBK diwarnai dua keributan antarpemain.
Dapat Tuduhan Match Fixing Sebelum Laga, Ini Komentar Pelatih Singapura Atas Tamparan Kebobolan Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Dapat Tuduhan Match Fixing Sebelum Laga, Ini Komentar Pelatih Singapura Atas Tamparan Kebobolan Setengah Lusin Gol dari Malaysia

Belum tuduhan match fixing terbukti, Singapura justru kalah telak setengah gol dari Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026). 
PT Agro Murni Sebut Aksi TKBM Ganggu Operasional dan Rugikan Perusahaan

PT Agro Murni Sebut Aksi TKBM Ganggu Operasional dan Rugikan Perusahaan

Humas PT Agro Murni, Aulia Kamaruzzaman, mengatakan kerugian yang dialami perusahaan tidak hanya berkaitan dengan barang, tetapi juga terganggunya berbagai aktivitas operasional di area perusahaan.
Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cerita Kevin Diks Tanya John Herdman Soal Ambil Alih Posisi Striker Demi Bawa Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia memastikan diri ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT