Dari Pemulihan Ekosistem ke Pariwisata, Destinasi Mangrove Karang Gading Dilirik Wisatawan Mancanegara
- tim tvOne/Ahmidal Yauzar
Melihat potensi itu, KTH Mangrove Sejahtera didampingi BBKSDA Sumut mulai mengembangkan ekowisata mangrove di kawasan konservasi Karang Gading Langkat Timur, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.
Pada tahun 2024, wisatawan mancanegara seperti Amerika, Australia, Inggris, Francis, Jerman, Selandia Baru, dan Spanyol datang menelusuri kawasan hutan mangrove.
"Kalau mereka itu datang dengan minat yang berbeda-beda karena di sini ada beberapa spot yang menarik, mulai dari melihat pengembangbiakan belangkas, pengamatan burung migran, kelelawar raksasa, mendokumentasikan reptile, ada pula yang mengetahui tentang edukasi mangrove itu apa," ujar Aliandi.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan, wisata mangrove Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut merupakan kawasan konservasi di wilayah pesisir Pantai Timur Sumatra Utara dengan cakupan luas 14.000 hektar.
Dari kawasan ini, terdapat beberapa lokasi yang dapat dijadikan objek wisata edukasi dengan daya tarik menyusuri sungai dan mengamati flaura dan fauna.
Pengelolaan dan pengembangan ekowisata mangrove sangat berdampak baik bagi kelangsungan ekonomi masyarakat maupun kelestarian alam dan biota laut.
"Sangat positif, ekonomi masyarakat mulai tumbuh. Tentunya kita berharap pengelolaan ekosistem dan ekowisata mangrove di sini memberikan banyak manfaat," tutupnya. (Ayr/wna)
Load more