RSUDZA Banda Aceh Usut Pemasangan CCTV Tersembunyi di Ruang Bersalin
- Antara
Banda Aceh, tvOnenews.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh memastikan akan mengusut tuntas temuan kamera pengawas atau CCTV yang diduga dipasang secara ilegal di ruang bidan kamar bersalin. Manajemen rumah sakit juga telah memberikan sanksi kepada pihak terkait.
Direktur RSUDZA, Muhazar Harun, mengatakan persoalan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui evaluasi internal sesuai ketentuan yang berlaku.
“Persoalan langsung kami tindaklanjuti dengan cepat melalui evaluasi internal sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak muncul beragam penafsiran di tengah masyarakat,” kata Muhazar di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).
Kasus ini menjadi perhatian setelah video penemuan CCTV di ruang bidan RSUDZA beredar luas dan viral di media sosial. Kamera tersebut ditemukan tersembunyi di dalam alat pengharum ruangan yang digantung di dinding.
Muhazar menjelaskan, manajemen telah memberikan sanksi kepada pihak yang terkait dengan pemasangan CCTV maupun penyebaran video tersebut.
“Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi atas kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme koordinasi internal,” ujarnya.
Menurut Muhazar, kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki komunikasi, serta meningkatkan koordinasi antara kepala ruangan, wakil kepala ruangan, dan staf.
Ia menegaskan, pemasangan CCTV tersebut bukan merupakan kebijakan pimpinan rumah sakit. Setiap pemasangan perangkat pengawasan harus melalui koordinasi dan persetujuan pihak berwenang, dengan tetap memperhatikan keamanan, kerahasiaan, dan privasi pasien maupun tenaga kesehatan.
“Setiap persoalan di lingkungan rumah sakit harus disampaikan melalui jalur pelaporan yang tepat agar dapat diselesaikan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Manajemen RSUDZA juga mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi yang beredar dan tidak menyebarluaskan rekaman maupun informasi yang belum terverifikasi.
“Kami memastikan persoalan ini telah ditindaklanjuti. Evaluasi dan pembenahan internal terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Prioritas kami adalah menjaga profesionalitas, melindungi privasi, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Muhazar.
Load more