News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memilukan, Ibu Brigadir J Tak Bisa Tidur, Irma Hutabarat: Ada Saksi Kunci yang Tidak Bisa Bicara

Memilukan kondisi seorang ibu Birgadir J saat ini. Pasalnya, ibu Brigadir Yoshua, Rosti Simanjuntak sedang sakit hingga tidak bisa tidur, karena mendapat fitnah
Jumat, 19 Agustus 2022 - 15:50 WIB
Civil Society Indonesia, Irma Hutabarat di acara Indonesia Lawyers Club
Sumber :
  • Istimewa/Tangkapan Layar dari Kanal YouTube ILC

Sumatera - Memilukan kondisi seorang Ibu Birgadir J saat ini. Pasalnya, Ibu Brigadir Yoshua, Rosti Simanjuntak sedang sakit hingga tidak bisa tidur, karena mendapat fitnah dan tekanan setelah anaknya tewas ditembak. 

Hal itu dibeberkan Civil Society Indonesia, Irma Hutabarat, di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), seperti yang dilansir tvonenews.com, Jumat (19/8/2022). Bahkan, ia juga sebutkan ada saksi kunci atas tewasnya Brigadir J, tetapi saksi tersebut hanya bisa menangis dan tak bisa berbicara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita ini rakyat Indonesia berhentilah dianggap seperti kera, kepolisian itu adalah aset kita, kejadian ini membuat kita berpikir. Jangan-jangan sering sekali ada TKP-TKP yang dikarang-karang, jangan-jangan banyak penghilangan bukti, obstruction of justice yang dilakukan yang tidak pernah ketahuan sekali ini ketahuan," pungkas Irma.

Selain itu, Irma Hutabarat juga katakan, bahwasanya dari kasus tewasnya Brigadir J, ada dua (2) yang kelihatan. "Pertama, ketidak mampuan untuk melidungi yang lemah untuk mendapatakan keadilan. Kedua hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum," ujarnya. 

Jadi, menurutnya dari kejadian ini bisa dilihat dari to see behind the scenes. Sebab skenario-skenario yang lain bisa dilakukan.

"Tadi itu Jhonson bilang, oke Satgas Merah Putih dibubarkan. Tetapi kita rakyat Indonesia tak pernah tahu, seharusnya datang Humas Polri yang terhormat bisa menjelaskan, apa itu Satgas Merah Putih, kapan didirikan, apa tujuannya, siap saja yang di dalamnya, kenapa dibubarkan, kenapa harus ada dan apa hubunganya dengan Ferdy Sambo," katanya. 

Jadi, katanya, hal yang transparan seperti itu, tak perlu lagi diulang-ulang dari Presiden Jokowi, kemudian Mahfud MD. Hal ini menurutnya, seolah-olah polisi tidak paham fungsinya apa. 

"Ada pendidikan publik dan masyarakat yang sangat amat penting, apa pun instutusi di negeri ini, apabila tidak ada dukungan dari publik dan masyarakat maka tidak jalan, itu yang diabaikan dan dianggap remeh," pungkasnya.

Nah, ia juga tegaskan, jika ingin terbuka dan transparan soal kasus Brigadir J, coba diurut dari awal.

"Kami salahnya di sini, ini yang melakukan Ferdy Sambo, ini yang melakukan ini, urusan pidana nanti urusan pengadilan. Tapi namanya yang transparansi untuk mengedukasi publik, itu tidak ada urusannya jaksa dan hakim," terangnya. 

Kalau sekarang ini, ia katakan, bukan orang tua Brigadir Yoshua yang bingung dan bukan orang tua Bharada E yang putusa asah. Sehingga masyarakat Indonesia yang sudah dekat titik nadir kepercayaannya itu semakin berkurang dan berkurang. 

"Jika ini tidak disadari, maka akan ada Ferdy Sambo - ferdy sambo yang lain. Lalu bagaimana dengan polisi yang baik, yang merupakan mayoritas tidak punya suara, karena suaranya harus mendengarkan perintah atasan," jelasnya.

"Ada satu lagi yang diingat, atasan polisi itu hukum bukan pangkat di atasnya. Polisi itu bukan meliter tapi gayanya lebih mengerikan daripada meliter dari sekarang ini," sambungnya menuturkan. 

Selanjutnya, Irma Hutabarat katakan dirinya sebagai seorang ibu juga merasakan betapa pedihnya perasaan seorang ibu kehilangan anak kemudian difitnah, hingga tidak boleh dibuka petinya, tidak ada lagi sebuah penjelasan alasan anaknya tewas. 

"Semua yang dilakukan ini seolah-olah tidak ada lagi rasa kemanusiaan sedikit pun. Semua tadi yang bang Karni bilang, kebohongan apalagi, kebohongan apalagi. Kebohongan itu berlumur darah bang Karni, ada darah dalam kebohongan itu, ada nyawa yang tak bisa lagi dikembalikan," tuturnya. 

Jadi, ia sebutkan, dalam kesempatan dan momentum ini, dirinya ingin mengajak seluruh akademisi untuk mereposisi, dan mereformasi.

"Reprositioning, kenapa polisi bisa sampai begini, dikaji, jadi kita menjadi pandai. Tidak adanya pengawasan, kedudukan dalam negera ini yang luar biasa kuatnya sehingga lagi tidak ada lagi pengawasan. Jangan ada lagi yang dibilang, wah ada Kompolnas, itu sama dengan bohong. Itu tidak bisa, kita membuat suatu lembaga sehingga seolah-olah mengawasi sehingga suatu lembaga yang diawasi ini takut dengan yang diawasi, mana bisa begitu," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang namanya polisi itu, di mana mana disayang sama rakyat, kenapa polisi di negeri ini menjadi monster. Kenapa orang menjadi takut, itu yang harus dipikirkan oleh Kapolri dan seluruh jajaran polisi. Itu yang mesti kita jaga, maka ketika polisi tidak mampu mengontrol dan menyimbangi terhadap dirinya, dia memerlukan bantuan dari luar, posisinya tidak lagi seperti sekarang, yang sangat istimewa, tidak ada yang bisa melihat, orang kita nanyak aja tidak dijawab kok. Kita ini punya hak sih untuk nanyak? nggak pernah dijawab," sambungnya mengatakan sambil menjelaskan pres liris soal Ferdy Sambo yang ditahan di Mako Brimob dengan ruangan 1 x 2 meter dan tidak diperbolehkan keluar dari sel tersebut. 

"Hanya kera yang bisa percaya itu setelah apa yang terjadi. Jadi, berhentilah menganggap seluruh rakyat Indonesia ini seperti kera. Ini waktu yang baik untuk remedial, untuk memperbaiki, untuk membersih," sambungnya menegaskan. (Aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Keuangan Zodiak 11 Juni 2026: Ada yang Diam-Diam Cuan, Ada yang Perlu Rem Dompet Dulu

Ramalan Keuangan Zodiak 11 Juni 2026: Ada yang Diam-Diam Cuan, Ada yang Perlu Rem Dompet Dulu

Ramalan keuangan zodiak 11 Juni 2026 hadir lengkap untuk 12 rasi bintang. Siapa yang diam-diam cuan dan siapa yang harus rem dompet hari ini? Cek zodiakmu!
Soal 20 Nama Petinggi Diduga Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kuasa Hukum Sony: Sifatnya Masih Pro Justitia Confidential

Soal 20 Nama Petinggi Diduga Terlibat Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kuasa Hukum Sony: Sifatnya Masih Pro Justitia Confidential

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief angkat bicara mengenai kliennya yang akan membuka 20 nama petinggi, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lihat Potensi Menjanjikan dari Timnas Indonesia, Pelatih Mozambik Prediksi Garuda Bisa Tembus Piala Dunia

Lihat Potensi Menjanjikan dari Timnas Indonesia, Pelatih Mozambik Prediksi Garuda Bisa Tembus Piala Dunia

Juru taktik asal Afrika itu secara terbuka meyakini Timnas Idonesia memiliki peluang besar untuk tampil di Piala Dunia 2030.
Chatib Basri Ungkap Penyebab Utama Rupiah Terus Keok Meski Mata Uang Regional Lain Stabil

Chatib Basri Ungkap Penyebab Utama Rupiah Terus Keok Meski Mata Uang Regional Lain Stabil

Menteri Keuangan RI periode 2013-2014 sekaligus ekonom senior Chatib Basri jelaskan penyebab rupiah jatuh, meski mata uang negara regional stabil.
KPK Ungkap Modus Korupsi Bupati Muara Enim

KPK Ungkap Modus Korupsi Bupati Muara Enim

-Bupati Muara Enim Edison (EDS) diduga memerintahkan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani (ABN) menerima setoran dari para rekanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 

Trending

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu media Vietnam menyoroti komposisi pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday. Media tersebut juga request susunan pemain di FIFA ASEAN Cup 2026
Vietnam Tersingkir dari Piala AFF U-19 usai Kamboja Tahan Imbang Australia

Vietnam Tersingkir dari Piala AFF U-19 usai Kamboja Tahan Imbang Australia

Sepanjang babak penyisihan Grup A, Vietnam mencatatkan hasil impresif dengan dua kemenangan atas Timor Leste dan Myanmar sampai akhirnya dikalahkan oleh Timnas Indonesia U-19 di laga pamungkas Piala AFF U-19. 
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Australia dan Kamboja menjadi dua tim terakhir yang bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 dan Thailand yang sudah lebih dahulu menyegel slot babak semifinal Piala AFF U-19 2026. 
Usaha Pelatih Vietnam Kim Sang-sik Mata-matai Timnas Indonesia Ternyata Percuma, John Herdman: Dia Datang Tonton Tim yang Berbeda

Usaha Pelatih Vietnam Kim Sang-sik Mata-matai Timnas Indonesia Ternyata Percuma, John Herdman: Dia Datang Tonton Tim yang Berbeda

‎Kim Sang-sik yang merupakan pelatih Vietnam tertangkap basah hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Sony Sonjaya Disebut Kantongi Lebih 20 Nama Terlibat Kasus Korupsi BGN, Ini Komentar Menohok DPR RI

Sony Sonjaya Disebut Kantongi Lebih 20 Nama Terlibat Kasus Korupsi BGN, Ini Komentar Menohok DPR RI

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya disebut mengantongi lebih dari 20 nama yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Klasemen Akhir Babak Penyisihan Grup Piala AFF U-19, Timnas Indonesia U-19 dan Thailand Kompak Sapu Bersih

Klasemen Akhir Babak Penyisihan Grup Piala AFF U-19, Timnas Indonesia U-19 dan Thailand Kompak Sapu Bersih

Piala AFF U-19 memilih tiga juara grup dan satu runner up terbaik untuk bersaing di fase knock out babak semifinal.
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT